Wajib tahu! Ini cara mengetahui dan atasi anak yang sensitif terhadap makanan

Wajib tahu! Ini cara mengetahui dan atasi anak yang sensitif terhadap makanan

Berikut penjelasan ahli nutrisi tentang cara mengatasi hal ini.

Parents tentu ingin buah hati tumbuh dan berkembang dengan sempurna bukan? Sayang, dalam mewujudkannya ada beberapa kondisi yang bisa jadi penghambat. Salah satunya risiko sensitivitas anak. Spesialis nutrisi dan pengobatan fungsional, Dr. William Cole, menjelaskan kalau seseorang yang memiliki sensitivitas terhadap makanan mirip dengan intoleransi. 

Namun, sering samar mengapa orang bereaksi buruk terhadap makanan tertentu. Sensitivitas ini merupakan reaksi di mana sistem imun tubuh merespon sesuatu secara berlebihan yang sebenarnya tidak berbahaya sehingga menimbulkan gejala.

Contohnya bulu hewan peliharaan, serbuk sari, bahkan makanan tertentu bisa meningkatkan sensitivitas anak sehingga berisiko sebabkan sistem kekebalan tubuh melakukan penolakan sejak awal. 

Nyatanya, kondisi ini memang bisa dialami oleh si kecil. Itulah mengapa penting bagi Parents mengetahui apa saja penyebab sensitivitas anak. Dengan demikian, pencegahan dini dapat dilakukan dan tumbuh kembang anak pun bisa menjadi maksimal.

Gejala sensitivitas anak 

Reaksi berlebihan atau disebut sensitivitas ini berlangsung dengan durasi waktu dan gejala berbeda tergantung apa hal yang menjadi penyebabnya. Namun, umumnya ada beberapa gejala yang akan terlihat bila anak sensitif terhadap sesuatu di sekitarnya. Apa saja?

  • Hidung tersumbat, gatal, dan meler
  • Mata bengkak dan berair
  • Batuk dan bersin
  • Kulit gatal, mengelupas, serta ruam
  • Alergi makanan dapat menyebabkan muntah, lidah bengkak, kesemutan di area mulut
  • Kram perut
  • Sesak napas
  • Pendarahan dubur
  • Diare

Faktor risiko penyebab anak lebih sensitif

Pergeseran pola kehidupan masyarakat urban menyebabkan angka kejadian sensitivitas anak kian meningkat, utamanya anak-anak. 

Data World Allergy Organization (WAO) yang dirilis dalam The WAO White Book on Allergy: Update 2013 menunjukkan, angka prevalensi sensitivitas pada anak mencapai 10-40% dari total populasi dunia. Melansir laman Medical News Today, terdapat beberapa faktor risiko yang meningkatkan sensitivitas pada anak, antara lain:

  • Adanya riwayat asma atau alergi lain dalam keluarga terhadap makanan tertentu. Studi menunjukkan anak yang lahir dari orang tua yang memiliki sensitivitas kacang berisiko tujuh kali lebih besar untuk memiliki sensitivitas yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa genetik merupakan faktor yang patut dipertimbangkan untuk menelusuri mengapa anak menjadi lebih sensitif.
  • Anak yang memiliki asma
  • Tidak cukup terkena sinar matahari
  • Lahir melalui operasi caesar
  • Polusi udara
  • Asap rokok

Sekitar 20% anak mengalami reaksi berlebihan terhadap makanan pada tahun pertama kehidupannya, yang dicemaskan akan berlanjut seiring kehidupannya. 

Jika hal ini terjadi, maka secara signifikan dapat memengaruhi kualitas hidup penderita, terutama pada anak-anak, antara lain keterbatasan aktivitas belajar, bermain, sulit konsentrasi hingga mengalami gangguan tidur.

Lindungi anak dari risiko sensitif dengan nutrisi terbaik

Mengetahui dan menghadapi risiko sensitivitas anak tentu penting diketahui. Meskipun cukup tricky, bukan berarti tidak bisa diatasi. Namun, hal ini bisa dicegah dengan memberikannya produk yang tepat dan mencegah timbulnya risiko sensitivitas anak. 

Adalah Nutrilon Royal Prosyneo sebagai formula terbaik* di kelasnya, pertama dan satu-satunya formula terhidrolisa parsial dengan sinbiotik yang dipatenkan (SYNEO). Susu ini yang membantu memberikan perlindungan si kecil dengan riwayat sensitivitas pada keluarga.

Nutrilon Royal Prosyneo dengan formula terhidrolisa parsial dengan sinbiotik yang dipatenkan

Nutrilon Royal Prosyneo mengandung SYNEO Engine yang merupakan kombinasi sinbiotik unik yang telah dipatenkan, terdiri dari prebiotik oligosakaria scGOS/lcFOS (9:1) dan probiotik Bifidobacterium breve M-16V yang telah terbukti klinis mendukung daya tahan tubuh dalam menurunkan risiko sensitivitas si Kecil.

Diformulasikan oleh Nutricia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun riset di bidang imunologi, Nutrilon Royal Prosyneo mengandung:

  1. SYNEO yang merupakan kombinasi sinbiotik unik yang telah dipatenkan, terdiri dari prebiotik oligosakaria scGOS/lcFOS (9:1) dan probiotik Bifidobacterium breve M-16V;
  2. 100% protein whey terhidrolisa parsial dengan sensitivitas lebih rendah dan mudah dicerna;
  3. Omega 3, omega 6, dan zat besi yang mendukung kemampuan berpikir anak dalam masa tumbuh kembangnya;
  4. Vitamin C dan vitamin E yang mendukung fungsi daya tahan tubuh;
  5. Dilengkapi 13 vitamin dan 14 mineral yang mendukung pertumbuhan optimal.

Riset ini telah menjadi inovasi global di lebih dari 15 negara sehingga tentunya aman bagi buah hati Anda. 

Tersedia dengan rasa vanilla dalam kemasan 400 gr, Parents dapat memberikannya pada si kecil yang telah berusia di atas 1 tahun sehingga Bunda dan si kecil akan lebih nyaman beraktivitas. 

Jangan khawatir karena produk ini bisa diperoleh di supermarket lokasi terdekat Anda atau e-commerce kesayangan Anda. Yuk, dapatkan Nutrilon Royal Prosyneo di toko-toko online kesayangan Anda melalui link ini.

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner