Selingkuh, Mengapa Perempuan Melakukannya?

Selingkuh, Mengapa Perempuan Melakukannya?

Pelaku selingkuh memang didominasi oleh kaum laki-laki. Namun itu bukan berarti kaum perempuan tidak ada yang melakukannya.

Mengapa wanita berselingkuh?

Mengapa wanita berselingkuh?

Wanita juga sering selingkuh!

Anda mungkin pernah mendengar tentang kisah asmara Kristen Stewart dan Robert Pattinson, dua aktor dan aktris yang sedang menanjak namanya berkat penampilan gemilang mereka di sekuel Twilight. Kisah cinta mereka dalam kehidupan nyata ternyata tak semanis cerita film.

Beberapa saat sesudah menjalin hubungan, Kristen Stewart tertangkap basah sedang selingkuh, berduaan dengan Rupert Sanders, sutradara terkenal yang juga menyutradarai Twilight.

Kristen Stewart memang akhirnya menyampaikan penyesalan dan maaf kepada R-Pat (panggilan akrab Robert Pattinson), dan mereka kembali bersama. Namun, hal itu tak berlangsung lama karena R-Pat ketahuan sedang berduaan saja dengan penyanyi Katy Perry. Sesudah itu tersiar kabar bahwa keduanya telah berpisah dan berakhirlah kisah cinta yang syahdu itu untuk selamanya.

Mengapa perempuan selingkuh?

Ada pendapat bahwa laki-laki selingkuh karena alasan fisik dan perempuan selingkuh berdasarkan faktor emosional. Keduanya bisa saja benar, meski hanya sebatas alasan hubungan seks dan perasaan.

Ketika laki-laki berselingkuh karena mereka punya kesempatan untuk melakukannya, perempuan cenderung lebih berhati-hati saat mereka selingkuh dan lebih cenderung sebagai pelampiasan saat perempuan menghadapi masalah besar dalam hubungan dengan pasangannya.

1. Ketidakhadiran pasangan dalam jangka panjang

Tuntutan pekerjaan kadang berdampak buruk pada pasangan yang sama-sama bekerja. Misalnya, ketika suami ditugaskan ke suatu tempat terpencil dan istri tak bisa mengikutinya karena punya pekerjaan tetap di tempat lain.

Situasi semacam ini mengakibatkan adanya kevakuman dalam sebuah hubungan. Perempuan mungkin akan mencari seseorang untuk mengisi kekosongan sementara itu dengan melakukan selingkuh.

2. Balas dendam

Ketika salah seorang dari pasangan melakukan selingkuh, salah seorang lainnya melakukan hal yang sama untuk mengobati rasa sakit dalam hatinya. Dalam jangka pendek ini mungkin ‘membahagiakan’, namun juga menandakan bahwa hubungan antara keduanya sudah tak lagi dapat diperbaiki.

3. Buah terlarang

Adam dan Hawa memakan buah terlarang akibat rasa keingintahuan mereka. Sesuatu yang terlarang untuk dilakukan kadang memancing rasa penasaran, dan ada sensasi ‘menyenangkan’ ketika larangan itu kita langgar. Namun, siapkah kita untuk menanggung akibatnya?

4. Kebutuhan yang tak terpenuhi

Laki-laki selingkuh karena mereka berada dalam posisi sebagai ‘orang kalah’ saat bersama dengan pasangannya. Sementara perempuan selingkuh karena kebutuhan biologisnya tidak terpenuhi.

Jadi Anda sebaiknya waspada pada saat kehidupan seks antara Anda dan pasangan tak lagi membara, karena godaan selingkuh bisa datang kapan saja.

5. Kurang diperhatikan

Perempuan membutuhkan perhatian dari pasangannya, dan mereka berharap partner mereka akan melakukannya tanpa diminta. Ketika seorang perempuan merasa sang laki-laki cenderung cuek dan ogah-ogahan mendengarkan apa yang dikatakannya, bisa jadi ia tak menghargai perempuan sebagai seorang individu.

Pernikahan memang penuh dengan lika-liku, namun ketangguhan Anda berdua terhadap komitmen pasti akan sanggup mengalahkan segalanya. Selalu ciptakan komunikasi yang baik antara Anda dan pasangan agar tak menimbulkan ganjalan terpendam yang dilampiaskan dalam bentuk selingkuh.

Jika Anda seakan-akan merasa akan meledak dan tak tahan lagi dengan sikap pasangan, coba kenanglah masa pacaran dan jalan panjang yang harus Anda tempuh untuk dapat bersatu dengannya.

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

jpqosinbo

app info
get app banner