Sembuh dari Kanker Payudara dan Tetap Teguh Berkarya, Ini Jejak Karir Rima Melati

Perjuangannya tak sia-sia hingga menjalani kemoterapi sampai ke Belanda, kini ia sudah pulih total

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Aktris senior Tanah Air Rima Melati kerap mendulang prestasi di sepanjang kariernya. Di balik kontribusinya di dunia hiburan, kisah hidupnya juga begitu menarik.

Seperti diketahui, Rima Melati sudah berkiprah sejak pertengahan abad 20. Selain bermain di banyak film, pemilik nama asli Marjolien Tambajong ini juga mendulang prestasi di sepanjang kariernya sebagai aktris dengan beberapa kali memenangkan penghargaan festival film.

Selain berkiprah di dunia film, istri mendiang Frans Tumbuan ini juga memiliki kisah yang menyentuh untuk diceritakan. Termasuk kondisi kesehatannya yang sangat dramatis. 

Berikut ini kisah hidup, karier hingga usia senja Rima Melati seperti dilansir dari berbagai sumber.

Kisah Hidup Rima Melati

Nama Rima Melati Merupakan Pemberian Soekarno

Nama Rima Melati Merupakan Pemberian Soekarno (Jadulovers)

Sebelum memakai nama Rima Melati, perempuan 83 tahun itu lahir dengan nama asli Marjolien Tambajong yang juga kerap disapa Lientje Tambajong. Saat itu, dia sudah berumah tangga dan sedang mengandung anak kedua.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Nama Rima awalnya hendak diberikan kepada anak kedua Marjolein yang dikandungnya. Namun,  bintang film Intan Berduri itu mengalami keguguran dan merasa terpukul.

Marjolein pun bercerita kepada Presiden Pertama Soekarno yang kala itu dekat dengannya. Kegemaran Bung Karno mengganti-ganti nama orang agar tidak kebarat-baratan menginspirasi Marjolein untuk menggunakan nama Rima pada dirinya.

Soekarno akhirnya memanggil Marjolein Tambajong dengan nama Rima Melati, yang kemudian digunakan sebagai nama resminya.

Artikel terkait: Bukti Cinta Sejati, 10 Artis Indonesia Ini Memilih Tak Menikah Setelah Pasangan Tiada

Awal Karier Rima Melati

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Awal Karier (Jadulovers)

Rima Melati sudah menggeluti dunia akting dengan bermain di film pertamanya, ‘Djuara Sepatu Roda’, pada tahun 1958. Sejak saat itu, perempuan kelahiran Tondano, Sulawesi Utara, 22 Agustus 1939 itu lanjut bermain di film-film lainnya.

Selain berfokus di dunia akting, pada 1960-an, Rima Melati juga menjajaki industri musik dengan bergabung dalam grup Baby Dolls, yang terdiri dari Rima, Baby Huwae, Gaby Mambo, dan Indriati Iskak.

Artikel terkait: 15 Pernikahan Artis yang Langgeng, Ada yang Sampai 50 Tahun Bersama!

Menjadi Pemeran Utama dan Sempat Vakum di Pertengahan Tahun 1960-an

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Menjadi Pemeran Utama dan Sempat Vakum di Pertengahan Tahun 1960-an (Wikipedia)

Rima di awal kariernya langsung didapuk menjadi bintang utama dalam film ‘Kasih Tak Sampai’ pada tahun 1961. Film karya sutradara Turino Djunaedy itu turut dibintangi Upit Sarimanah dan Dicky Zulkarnaen, suami Mieke Wijaya yang juga ayah Nia Zulkarnaen.

Setelah film ‘Kunanti Jawabmu’ yang rilis pada tahun 1963, Rima memutuskan vakum dari dunia akting karena suami keduanya tidak setuju Rima berkiprah sebagai seorang aktris.

Artikel terkait: 10 Artis yang Pernah Bekerja Bersama Pasangan, Romantis dan Bikin Baper!

Mendapat Berbagai Penghargaan Setelah Kembali Berakting

Mendapat Berbagai Penghargaan Setelah Kembali Berakting (Istimewa)

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Rima kembali bermain film setelah menikah dengan suami ketiganya, Ir. Herwindo. Pada tahun 1969, ‘Big Village’ dan ‘Laki-laki Tak Bernama’ menjadi film yang menandai Rima Melati kembai setelah dirinya vakum dari dunia film.

Nama Rima Melati bersinar di industri perfilman Tanah Air di tahun 1970-an. ‘Intan Berduri’ yang tayang pada tahun 1972 membuat Rima Melati meraih penghargaan Pemeran Utama Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia 1973.

Lewat film ‘Intan Berduri’, aktor utamanya, Benyamin Sueb meraih piala kategori Pemeran Utama Pria Terbaik di ajang sama.

Rima juga pernah masuk nominasi Festival Film Indonesia untuk Pemeran Pembantu Wanita terbaik dalam film Kupu-Kupu Putih (1984), Tinggal Landas buat Kekasih (1985), Pondok Cinta, (1986), Biarkan Bulan Itu (1987) dan Arini II (Biarkan Kereta Itu Lewat) (1989). Hanya saja, piala tersebut justru diterima aktris lain.

Kisah Hidup Pribadi

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Kisah Hidup Pribadi (YouTube)

Rima kembali menikah dengan Frans Tumbuan pada 3 Desember 1973. Keduanya mengaku sempat dijodoh-jodohkan sejak kecil.

Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang anak. Rumah tangga mereka pun bisa bertahan selama 42 tahun hingga akhirnya sang suami meninggal dunia pada tahun 23 Maret 2015.

Didiagnosis Kanker

Didiagnosis Kanker (Kanal247)

Setelah syuting film ‘Sesaat dalam Pelukan’ pada tahun 1989, Rima didiagnosis menderita kanker payudara stadium 3B. Selama bertahun-tahun, Rima menjalani pengobatan hingga ke Belanda dan memulihkan kondisi tubuhnya.

Sampai pada tahun 1994, Rima berakting kembali dalam film ‘Sesal’. Setelah itu, ia mulai merambah ke dunia televisi sebagai sineas. ‘Api Cinta Antonio Blanco’ adalah karya yang disutradarainya.

Pada era 2000-an hingga 2010-an, Rima Melati tetap berkiprah di dunia film. Sejumlah film yang dimainkan pada era ini adalah ‘Cinta Silver’, ‘Banyu Biru’, ‘Ungu Violet’, ‘Satu Jam Saja’, dan ‘Ayah, dan Mengapa Aku Berbeda?’.

Rima juga beberapa kali tampil di sinetron pada era ini termasuk ‘Kabut Sutera Ungu’, ‘Nyonya Nyonya Sosialita’ dan ‘Laba-Laba Cinta’ yang mengudara di Indosiar.

Selama tampil di era 2000-an, Rima meraih penghargaan di ajang Festival Film Asia Pasifik ke-50 pada 2005 untuk kategori Best Supporting Actress berkat film Ungu Violet.

Setelah dinyatakan menderita kanker payudara stadium 3B karena kebiasaan merokok sejak usia remaja, Rima menjalani kemoterapi. Proses kemoterapi dijalani Rima sampai ke Belanda.

Selain itu, dia juga menjalani mastektomi parsial. Efek samping yang dirasakan Rima salah satunya adalah kehilangan rambutnya. Perjuangannya tak sia-sia dan kini ia sudah pulih total dari penyakit kanker.

Merancang Busana

Merancang Busana (Instagram.com/shafiraretro)

Bakatnya merancang busana datang dari sang ibunda yang juga dikenal sebagai perintis dunia mode Indonesia, Non Kawilarang.

Rima merupakan siswa yang pernah bersekolah di SD Kebangkitan Rakyat Indonesia Sulawesi bersama mendiang Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Pada 2012, Rima Melati berniat memutuskan untuk berhenti dari dunia film demi bisa berfokus pada kiprahnya sebagai perancang busana. Meskipun pada 2016 ia tampil lagi di film ‘Senjakala di Manado’.

Sejak menderita kanker payudara Rima Melati kerap mengampanyekan kesadaran kanker payudara melalui Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta.

Selain itu, aktivitas sosial yang juga dijalaninya adalah bersama Yayasan Indonesia Tanpa Tembakau hingga membuatnya menerima penghargaan dari WHO.

Itulah kisah hidup Rima Melati yang tetap berkarya meski sempat mengalami kanker payudara. Semoga kisahnya bisa menginspirasi.

Baca juga:

Cara Menghilangkan Komedo Putih dengan Bahan Alami

Penulis

Tania Latief