Bebas dari Penjara, Lidya Pratiwi Mengubah Dirinya Menjadi Maria Eleanor

Bebas dari Penjara, Lidya Pratiwi Mengubah Dirinya Menjadi Maria Eleanor

Setelah mendekam di bui, akahirnya Lidya Pratiwi kembali muncul dan menceritakan kisah hidupnya.

Setelah menjalani masa hukuman 14 tahun penjara, Lidya Pratiwi akhirnya bebas. Namanya kembali mencuat dan kasus pembunuhan yang membawanya ke meja hijau pun menjadi buah bibir lagi. Profil Lidya Pratiwi memang kerap menyita perhatian publik.

Bukan kali ini saja, selama masih berada di balik jeruji besi pun ia pernah beberapa kali menjadi pergunjingan karena polahnya. Beberapa di antaranya mengecat rambut dan memasang kawat gigi yang sesungguhnya tak bisa dilakukan oleh seorang tahanan, termasuk terkait dengan keputusannya pindah keyakinan hingga mengubah namanya.

Berikut ini profil Lidya Pratiwi dari mulai ia terjun di dunia hiburan, terjerat kasus pembunuhan, hingga kini sudah bebas murni usai menjalani masa tahanannya.

Profil Lidya Pratiwi Hingga Menjadi Maria Eleanor

profil lidya pratiwi

Profil Lidya Pratiwi Mengenai Kariernya di Dunia Hiburan

Lidya pratiwi merupakan perempuan kelahiran Jakarta, 14 Januari 1987. Kedua orangtuanya, Heryanto dan Vince Yusuf, bercerai sejak ia masih sangat kecil, dan anak kedua dari 2 bersaudara ini pun tumbuh besar bersama ibunya.

Di saat usianya masih 13 tahun, Lidya mengawali karier sebagai model pada tahun 2000. Setelah itu ia mendapat kesempatan bermain di sebuah sinetron. Sebagai seorang gadis remaja, Lidya memang terbilang menarik. Memiliki wajah cantik dengan kulit putih bersih.

Sinetron pertama Lidya berjudul Ande Ande Lumut. Namanya kemudian semakin dikenal saat ia memerankan tokoh Jinny di sinetron Untung Ada Jinny. Selain itu, masih ada beberapa judul sinetron yang ia perankan, yaitu ABG, Ntong Anak Betawi, dan Abu Nawas.

Dilihat dari jumlah sinteron dan iklan yang sudah dibintanginya, saat itu bisa dikatakan karier Lidya sudah mencapai puncak. Wajah dan namanya mulai dikenal masyarakat luas. Namun siapa yang sangka, ketenaran yang dimilikinya kemudian bukan dihasilkan dari prestasinya di dunia hiburan, melainkan kasus pembunuhan yang juga melibatkan ibu dan pamannya.

Baca juga juga: Diselingkuhi Bahkan Ditipu, 8 Artis ini Batal Menikah dengan Tunangannya!

Terlibat Kasus Pembunuhan

Bebas dari Penjara, Lidya Pratiwi Mengubah Dirinya Menjadi Maria Eleanor

Saat itu usia Lidya baru lewat 19 tahun. Kariernya yang cemerlang kandas akibat keserakahan orang-orang terdekatnya.

Kasus pembunuhan ini berawal dari Tony Yusuf (paman Lidya) yang meminjam uang kepada Lidya untuk membayar utangnya ke rentenir. Tapi karena jumlahnya sangat banyak, Lidya tidak menyanggupi. Tony bingung dan kalap hingga akhirnya nekat merencanakan perampokan.

Korbannya dipilih secara acak. Ia tahu saat itu Lidya sedang didekati seorang lelaki bernama Naek Gonggom Hutagalung (saat itu masih berusia 33 tahun), dan kemudian ia membuat siasat untuk memperdaya Gonggom sebagai korbannya.

Di hari nahasnya, Gonggom bertemu dengan Lidya di Plaza Senayan (28/4/2006), sebelum nanti mereka berangkat bersama ke sebuah cottage, di Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara.

Tanpa sepengetahuan pria itu, Vince, Tony, dan Ade Sukardi (teman Tony) sudah menunggu di kamar hotel. Saat Gonggom dan Lidya dalam perjalanan menuju hotel, Vince keluar menunggu di taksi. Dan sesampainya di dalam kamar hotel, Tony dan Ade berlakon seolah-olah sedang melakukan penggerebekan. Ade memiting tubuh Gonggom, sedangkan Tony berpura-pura meneriaki Lidya.

Dalam kesempatan inilah mereka memeras Gonggom dan memaksa meminta nomor PIN kartu ATM-nya. Mereka meminta uang, ATM, dan barang berharga milik Gonggom. Tangan Gonggom diikat kemudian Lidya dibawa keluar oleh Tony untuk diberikan kepada Vince berikut barang milik Gonggom.

Vince membawa Lidya ke ATM terdekat. Mereka menguras uang Gonggom. Sedangkan nahas bagi Gonggom, Tony kemudian menusuknya dengan pisau komando dan Ade mencekik lehernya dengan kabel.

Hukuman Penjara 14 Tahun

Bebas dari Penjara, Lidya Pratiwi Mengubah Dirinya Menjadi Maria Eleanor

Di dalam persidangan Tony pernah berucap kalau sebenarnya korban pada saat itu tidak melakukan perlawanan. Ia hanya takut Gonggom mengenalinya sebagai keluarga Lidya dan menghancurkan karier Lidya.

Mayat Gonggom ditemukan dalam keadaan tangan terikat, tertelungkup, dan tidak bernyawa dengan luka tusukan pada 28 April 2006.

Ketiganya kemudian berhasil ditangkap dan diadili. Di pengadilan Lidya dianggap membantu ibu dan pamannya dengan mengetahui rencana ini tanpa berusaha mencegah. Ia pun dikenakan pasal berlapis, yakni pasal 340 KUHP (Pembunuhan Berencana) dan Pasal 365 KUHP (Pencurian dan Kekerasan). Pengadilan menjatuhinya vonis hukuman penjara 14 tahun. Sedangkan Vince dan Tony dihukum penjara seumur hidup.

Lidya mengaku, keluarganya memang sering memperdaya dia. Selama ini dirinya dimanfaatkan mencari nafkah untuk menghidupi keluarga besarnya. Dan bukan kali itu saja Tony atau bahkan Vince meminta uang dalam jumlah besar kepadanya. Hingga akhir ia mengaku, sama sekali tidak terlibat dalam kasus pembunuhan itu. Sejak itu profil Lidya Pratiwi pun tak sama lagi, kini gelar ‘pembunuh’ melekat padanya.

Artikel terkait: 7 Artis yang Sukses Memainkan Karakter Ibu-Ibu Kejam di Drama Korea

Dinyatakan Bebas Bersyarat Sejak 2013

profil lidya pratiwi

Sejak dinyatakan bersalah, Lidya mendekam di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Wanita Tangerang. Melansir Suara.com, Kabag Humas Ditjen Pas Lapas Tangerang Rika Aprianti berkata, Lidya pernah mengajukan bebas bersyarat di tahun 2013. Dan permohonan itu dikabulkan sesuai dengan Kementerian Hukum dan HAM Banten No PAS-50.PK.01.05.06 tentang Pembebasan Bersyarat Narapidana.

Lidya juga sudah menjalani sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) per tanggal 28 Maret 2013, No. XVII-268/5996, dan telah menjalani pembebasan bersyarat sejak 29 April 2013. Masa percobaan pembebasan bersyaratnya berakhir pada 24 November 2018. Total remisi yang didapatkan sebanyak 30 bulan.

Tetap “Kinclong” Meski di Dalam Penjara

Meski sudah berada di dalam penjara, Lidya tidak pernah sepi dari pemberitaan. Beberapa media menceritakan bahwa kehidupannya di dalam penjara tidak terlihat memprihatinkan layaknya seorang tahanan.

Ketika beberapa wartawan menengoknya di rutan (2007-2008), dikatakan Lidya justru tampak kinclong. Warna rambutnya berubah brunnete, berbeda dari saat ia pertama kali masuk. Pada giginya juga terpasang kawat gigi dengan karet berwarna pink.

Maria Eleanor Gantikan Profil Lidya Pratiwi

Usai pengajuan bebas bersyaratnya diterima, masih di tahun yang sama (2013), Lidya mengajukan pergantian namanya menjadi Maria Eleanor ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Dari pihak pengadilan diketahui alasannya mengganti nama karena sudah merasa tidak cocok dengan nama lamanya.

“Rasanya terlalu banyak beban yang aku pikul yang seharusnya tidak menjadi bebanku dengan nama tersebut. Ke depannya, harapannya, dengan nama yang baru ini, dengan bekal pembelajaran yang lama ini, aku bisa melangkah dengan sangat hati-hati,” jelas Maria, sapaannya yang baru, pada saluran YouTube Status Selebriti yang tayang 22 September 2020.

Artikel terkait: 12 Ciri-ciri Psikopat, Kenali Tandanya pada Orang di Lingkungan Anda!

Tak Pernah Terpikir Bisa Bebas

Bebas dari Penjara, Lidya Pratiwi Mengubah Dirinya Menjadi Maria Eleanor

Maria tak menyangka di usianya yang saat ini, 33 tahun, masyarakat bisa menerimanya dengan baik. Ia juga sangat berharap bisa suatu saat nanti masih diberi kesempatan untuk bergabung dengan industri yang pernah membesarkan namanya ini.

Meski sudah lebih dari 1 tahun bebas, ia masih saja diliputi rasa takut dan tidak percaya pada orang-orang di sekitarnya. Karena memang, apa yang menimpanya 14 tahun terakhir diakibatkan oleh keluarga terdekatnya.

“Pada saat di luar serba takut ketemu orang karena semua orang tahu, udah bukan rahasia lagi apa yang menimpa aku, siapa penyebabnya, kan… Karena keluarga adalah ligkungan pertama, garda terdepan aku, tapi aku jatuh karena mereka.”

Maria mengenang bagaimana ia dulu merintis kariernya dari bawah sekali. Bahkan ia mengaku tidak dengan cara instan, semua diupayakan dengan bakat yang ia miliki. Namun kemudian semua usaha tiba-tiba lenyap seperti ada yang mengambil secara paksa. “Bukan karena aku melakukan kesalahan dalam pekerjaanku aku harus berhenti… Itu tetap.. rasa sakitnya tidak akan hilang…”

Pernah Berusaha Bunuh Diri

Di dalam video channel Youtube tadi, Maria juga mengenang masa lalunya di penjara. Di mana masa-masa itu merupakan masa tersulitnya. Bahkan untuk bisa terlepas dari masalahnya itu, ia sempat ingin bunuh diri.

“Pernah banget. Pernah berpikir seperti itu, pernah berupaya seperti itu. Mencoba diam, menenangkan diri, dan aku berpikir masa sih tidak ada kesempatan untuk aku memulai (lagi) semuanya. Pelan-pelan aku optimis, pasti masih ada hari esok yang lebih baik,” cerita Maria.

“Aku pikir saat itu aku enggak mungkin bisa duduk seperti sekarang. Aku pikir hari ini enggak akan ada, selesai aja semuanya kayak gitu di sana. Enggak pernah berpikir akan ada fase-fase mau menghitung bulan, mau mendapat kebebasan, mau ini, mau itu. Engga… Aku pikir selesai semuanya, seperti ini jalan hidup aku. Ya, sudah aku terima, berusaha dengan ikhlas, tapi kenyataannya Tuhan masih memberikan jalan lain (denga kebebasan),” katanya sambil menguraikan dengan air mata.

Baca juga:

Anak 11 tahun dibunuh oleh ibu kandung karena dituduh melakukan seks bebas

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner