Bayi baru lahir alami meningitis akibat pompa ASI yang terkontaminasi

lead image

Mengapa hal ini bisa terjadi?

Apa yang bisa terjadi jika pompa ASI terkontaminasi karena tidak dibersihkan dengan benar?

Untuk bayi baru lahir, ASI tentu saja menawarkan lebih dari sekadar makanan dan kenyamanan untuk bayi. Namun, sekaligus memberikan perlindungan berharga dari berbagai kuman melalui antibodi yang dikandungnya.

Berbagai penelitian menyebutkan bahwa bayi yang mendapatkan infeksi berbahaya dari ASI sangatlah jarang. Kecuali, ASI tersebut telah terkontaminasi dari luar.

Beberapa waktu lalu terdapat sebuah kasus seorang bayi baru lahir terpapar kontaminasi bakteri dari pompa ASI hingga otaknya mengalami kerusakan. Kejadian ini tentu saja semakin mempertegas pentingnya kebersihan pompa ASI.

Bayi prematur mengalami infeksi bakteri mematikan karena pompa ASI terkontaminasi

Pada 2017 kemarin, seorang bayi perempuan di Pennsylvania, AS, lahir secara prematur di usia kandungan ibu 29 minggu.

Tak berapa lama pulang dari rumah sakit, sang bayi mulai menunjukkan tanda-tanda mengalami infeksi yang parah. 

Tes yang dilakukan menunjukkan keberadaan Cronobacter Sakazakii, bakteri yang muncul dari susu terkontaminasi, dalam cairan tulang belakangnya. Infeksi yang dialami bayi ini kian memburuk dan ia mengalami meningitis yang cukup parah.

Anna Bowen adalah ahli epidemiologi medis dari Pusat Pengendalian Penyakit AS di Atlanta memberikan penjelasan bahwa jaringan otak bayi telah rusak akibat infeksi. Hal ini tentu saja menyebabkan penundaan perkembangan pertumbuhan yang mendalam.

ASI mengandung bakteri akibat pompa ASI terkontaminasi menyebabkan infeksi 

Karena merasa bingung, bagaimana bayi tersebut mendapatkan infeksi semacam itu, penyelidikan pun dimulai untuk melacak sumbernya. Pasalnya kasus seperti ini memang sangat jarang terjadi, hanya sekitar empat hingga enam kasus yang terdengar di AS setiap tahun.

Biasanya, jenis infeksi bakteri pada bayi dikaitkan dengan susu formula bayi. Jadi tentu saja, dari situlah penyelidikan dimulai. Namun, fakta menemukan bahwa bayi tersebut belum pernah diberi susu formula.

Penyelidikan pun kembali dilanjutkan hingga ditemukan fakta cukup mengejutkan. Hasilnya, infeksi yang dialami bayi ternyata terkait dengan ASI yang telah diminum.

Dalam hal ini, Dr Bowen menjelaskan, “Kami mengamati data dengan melihat semua paparan makanan yang diperoleh bayi ini, serta beberapa paparan lingkungan dan obat-obatan, dan akhirnya menemukan bakteri Cronobacter hanya didapatkan lewat pompa ASI yang digunakan di rumah. Serta sampel susu yang dipompa di rumah.”

Fakta pun menjadi lebih kuat setelah tim penyelidik menemukan bakteri yang sama ditemukan di saluran pembuangan dapur di rumah. Lewat kasus ini, dr. Bowen pun mengungkapkan bahwa penting bagi semua orangtua untuk lebih menyadari betapa pentingnya pengetahuan tentang cara memompa ASI dengan aman. Tentunya informasi mencegah pompa ASI terkontaminasi

“Kasus ini membuat kami mempertanyakan apakah para ibu mendapatkan bimbingan yang mereka butuhkan tentang cara memompa ASI yang aman dan tepat,” kata Dr. Bowen.

Ia menambahkan, “Menyusui dengan benar merupakan salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan ibu untuk kesehatan dan perkembangan bayinya dan kami memuji para ibu karena memompa ASI ketika bayi tidak dapat menyusui secara langsung.”

Namun jika pompa ASI dan perlengkapannya tidak dibersihkan dan disimpan dengan benar, tentu saja bisa berisiko terkontaminasi kuman yang berkembang dengan subur.

Apa yang dikatakan para ahli?

dr. Sharon Unger, seorang dokter anak dan direktur medis Toronto yang berbasis di Toronto menjelaskan bahwa meskipun dalam kasus di atas sudah ada pernyataan bahwa ASI terkontaminasi bakteri, namun ini merupakan kasus pertama dirinya melihat infeksi Cronobacter terkait dengan ASI.

Faktanya, ASI secara alami memiliki banyak bakteri di dalamnya yang tidak menyebabkan infeksi pada bayi baru lahir cukup bulan.

Namun, untuk bayi prematur memang cukup berbeda karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang dengan baik dan rentan terhadap infeksi. Kesimpulannya, inilah yang menyebabkan bayi prematur baru lahir ini mengalami infeksi.

dr. Unger menambahkan, “Lebih lanjut, ini adalah alasan untuk selalu berhati-hati saat menerima donor ASI dan tidak berbagi secara sembarangan sehingga dapat menjamin keamanan ASI dari donor.”

Bagaimana mencegah kontaminasi bakteri ASI?

Salah satu langkah, upaya mencegah terjadinya ASI terkontaminasi tentu saja memastikan pompa ASI dijaga kebersihannya dengan baik. Artinya, aturan kebersihan yang ketat ketika memerah ASI menjadi hal utama. Termasuk ketika membersihkan dan menyimpan pompa ASI

Berikut beberapa kiat yang perlu  diingat:

  • Cuci tangan dengan bersih sebelum menggunakan pompa ASI.
  • Tak hanya bagian dalam, bersihkan juga bagian luar pompa.
  • Bongkar semua komponen pompa setelah digunakan dan bilas dengan air mengalir. Jangan letakkan pompa ASI secara langsung di atas wastafel untuk menghindari terpapar bakteri dari alat makan atau alat masak lainnya.
  • Bersihkan bagian pompa ASI dengan cairan khusus dan menggunakan sikat. Setelah bersih, bilas dengan air panas.

 

Disadur dari artikel Nalika Unatenne, theAsianparent Singapura

Baca juga :

Jika tidak hati-hati, ini 3 risiko bila salah pakai pompa ASI

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.