Pelecehan Anak Melalui Internet

lead image

Begitu banyak pedophile berkeliaran mencari 'mangsa' anak-anak secara online. Inilah tips dari Unicef untuk menghindari pelecehan anak melalui internet.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2010/05/shutterstock 14040196.jpg Pelecehan Anak Melalui Internet

Hati-hati terhadap pelecehan anak melalui internet

Pelecehan anak kian marak, bahkan dapat dilakukan secara online. Laporan UN memperingatkan kita, bahwa ada 750,000 orang pedophile sedang mencari kesempatan untuk berhubungan dengan anak-anak kecil di internet.

Unicef juga memperkirakan bahwa ada lebih dari empat juta website menampilkan anak-anak di bawah umur, termasuk balita berumur dua tahun.

Statistik yang mengejutkan ini, membuat kita harus berhati-hati agar anak-anak tidak menjadi korban pelecehan anak secara online tersebut.

Tips untuk orang tua

Divisi Cyber FBI memberikan tips untuk orang tua untuk menghindari pelecehan anak secara online sebagai berikut:

* Berbicara kepada anak tentang penipuan seksual dan potensi bahaya online.

* Luangkan waktu untuk online bersama anak-anak Anda. Minta mereka ajarkan bagaimana cara menuju ke situs-situs favorit mereka.

* Tempatkan komputer di ruang keluarga, bukan di kamar tidur anak, sehingga lebih dapat dikontrol.

* Gunakan fitur pengontrol yang disediakan oleh perusahaan internet Anda, atau gunakan software untuk memblok situs-situs dewasa.

* Selalu dapat mengakses email anak Anda dan sering memeriksa emailnya secara acak.

* Ajarkan anak Anda untuk menggunakan sumber-sumber online secara bertanggung jawab.

* Mencari tahu pengaman apa yang digunakan oleh komputer di sekolah anak, perpustakaan publik, dan di rumah teman-teman anak Anda.

* Memahami bahwa sekalipun anak Anda menjadi korban pelecehan anak, dia tidak bersalah dan adalah korban.

Ajari hal-hal berikut :

* Jangan mau bila diajak bertemu seseorang yang berkenalan secara online.

* Jangan upload atau memberikan foto mereka kepada orang yang tidak dikenal.

* Jangan memberi informasi identitas mereka seperti nama, alamat rumah, nama sekolah atau nomor telepon di internet.

* Jangan  men-download gambar dari sumber tidak dikenal, karena mungkin sumber tidak dikenal mempunyai gambar porno.

*Jangan menjawab email atau forum yang menyarankan atau menyuruh sesuatu, agresif, atau mengganggu, dan beritahu mereka bahwa apapun yang online belum tentu benar.

Baca juga artikel menarik ini :

Bullying di Sekolah