TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Pengalaman Melahirkan Penuh Drama yang Tak Terlupakan

Bacaan 2 menit
Pengalaman Melahirkan Penuh Drama yang Tak Terlupakan

Pengalaman melahirkan tak jarang bisa membuat beberapa ibu trauma.

19 Mei 2017, 5 tahun lalu, hari dimana aku harus berjuang melahirkan bayi perempuan yang aku beri nama Ayasha.

Pada saat ini, aku adalah seorang karyawan di salah satu bank asing di Jakarta. Aku memutuskan cuti dan pulang kampung di hari mendekati HPL. Dari Jakarta aku memang disarankan melahirkan dengan tindakan operasi karena minus mata tinggi.

Satu hari setelah tiba di kampung, aku merasakan mules yang teratur setelah menghadiri pernikahan saudara. Ibu-ibu di daerahku memang masih percaya dengan mitos-mitos ibu hamil yang tidak boleh ke acara pernikahan karena takut terkena sawan manten. Dan setelah aku merasakan mules yang semakin dekat jaraknya, aku memutuskan ke rumah sakit di daerahku.

Sampai di sana, aku menyerahkan surat rujukan untuk operasi, namun ternyata aku sudah bukaan 6. Dokter menjamin aku bisa diusahakan lahiran normal, walaupun minus mata tinggi.

Ketika aku sudah di ruang persalinan ternyata pembukaanku agak lambat sehingga harus diinduksi. Setelah pembukaan penuh, ternyata ketuban belum pecah dan harus dipecah manual oleh dokter yang membantu persalinan. Aku melahirkan dibantu proses vacum. Setelah divacum dan akan dijahit, ternyata masuk anak-anak koas dan itu cukup membuat meringis menahan sakit karena dokter harus tindakan sambil menjelaskan ke koas.

Sebelum aku dipindah ke ruang perawatan, aku belajar miring, duduk, dan jalan. Yang agak membuat aku risih adalah 1 hari aku harus dipasang kateter. Rasanya perih, sakit.

Satu hari setelah melahirkan, Alhamdulillah aku sudah dilepas kateter, sudah bisa ke kamar mandi sendiri. Sayangnya, ASI-ku belum keluar sampai saat itu.

Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Anakku harus di inkubator sehari semalam untuk observasi setelah tindakan vacum. Jujur, aku agak trauma dengan proses persalinan. Sempat memutuskan untuk tidak mau punya anak lagi, tapi akhirnya saat ini aku sedang hamil anak kedua.

Di kehamilan anak ke 2 ini, aku rajin konsul dengan SpOG sejak di usia 7 minggu. Minus mataku sekarang 7.5. Khawatir pasti ada, tapi aku selalu berusaha berpikir yang positif saja.

Doakan persalinanku lancar dan nggak drama lagi, ya. Semoga aku dan calon bayiku sehat terus sampai lahiran dan setelah melahirkan. Aamiin. 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

ar official

  • Halaman Depan
  • /
  • Kisah Nyata Kehamilan
  • /
  • Pengalaman Melahirkan Penuh Drama yang Tak Terlupakan
Bagikan:
  • Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

    Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

  • Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

    Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

  • Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

    Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

  • Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

    Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

  • Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

    Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

  • Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

    Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti