TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Penelitian: Menyusui bermanfaat mengasah insting keibuan makin tajam

Bacaan 3 menit
Penelitian: Menyusui bermanfaat mengasah insting keibuan makin tajam

Baru-baru ini, penelitian manfaat menyusui mengungkap, menyusui dalam jangka waktu lama berkaitan dengan meningkatnya kepekaan insting ibu.

Semua orang sepakat, bahwa menyusui memiliki banyak manfaat bagi ibu dan bayi. Dan baru-baru ini, penelitian manfaat menyusui mengungkap bahwa menyusui dalam jangka waktu lama berkaitan dengan meningkatnya kepekaan ibu pada masa kecil anak-anak.

Hasil penelitian manfaat menyusui ini, menyatakan bahwa ibu yang menyusui anaknya lebih dari satu tahun, menunjukkan insting keibuan yang lebih peka, hingga anak-anaknya melewati usia balita. 

Artikel terkait: 5 Mitos tentang menyusui lebih dari 2 tahun yang terbukti salah

Studi yang dilakukan oleh American Psychological Association ini, memakan waktu 10 tahun. Hasil penelitian didapat setelah melalui perhitungan mencakup saraf keibuan, perilaku pengasuhan, etnis, latar belakang pendidikan ibu, dan kehadiran suami.

Penelitian manfaat menyusui ini dipublikasikan di Jurnal Developmental Psychology.

penelitian manfaat menyusui

Penelitian manfaat menyusui mengungkap bahwa insting keibuan lebih peka, jika ibu menyusui dalam jangka waktu lebih lama.

Jennifer Weaver, Ph.D dari Boise State University mengatakan, “Hasil penelitian manfaat menyusui ini cukup mengejutkan, bahwa durasi menyusui bisa memengaruhi kepekaan seorang ibu.”

Kaitan antara menyusui dan kepekaan insting ibu

Jennifer yang memimpin studi ini juga mengatakan, sebelum melakukan penelitian manfaat menyusui, mereka sebelumnya telah memiliki penelitian yang menyarankan bahwa ada kaitan antara menyusui dan kepekaan insting ibu.

Kepekaan ibu didefinisikan sebagai singkronisasi dari respon ibu terhadap anaknya, melalui nada emosional, fleksibilitas ibu dalam menanggapi perilaku anak, juga kemampuan ibu untuk membaca isyarat dan bahasa tubuh anak.

Para peneliti menganalisa data dari wawancara 1,272 keluarga, yang berpartisipasi dalam penelitian soal tempat penitipan anak, yang dilakukan oleh Institut Nasional Kesehatan Anak dan Tumbuh Kembang Manusia.

Partisipan berasal dari 10 daerah di Amerika Serikat pada tahun 1991, ketika anak mereka berusia 1 bulan. Para ibu diwawancara di rumah, dan menjadi bagian dari sampel inisial studi.

Sampel ini mencakup proporsi substansial dari orangtua yang memiliki pendidikan rendah, 30% orangtua tidak pernah belajar di universitas. Dan keluarga dari etnis minoritas, 13% partisipan adalah beretnis Afro-Amerika.

Para ibu yang terlibat studi ini, rata-rata menyusui anaknya dalam waktu 17 minggu. Kurang dari 1% menyusui hingga usia 24 bulan, sedangkan 29% ibu tidak menyusui sama sekali. Peneliti mewawancarai mereka dan merekam video keluarga di dalam rumah secara periodik, hingga anak mereka berusia 11 tahun.

Sebagai bagian dari penelitian, orangtua berinteraksi dengan anak mereka dalam permainan bebas, dan problem solving sesuai usia. Para peneliti menilai kualitas dari interaksi mereka, seperti tingkat dukungan ibu, penghargaan terhadap kemandirian anak, dan level kebencian anak.

Meskipun ayah juga terlibat dalam wawancara rumah, namun tidak ada kaitan antara durasi ibu menyusui dengan kepekaan para ayah kepada anak-anaknya.

penelitian tentang menyusui

Jennifer menyatakan, penelitian ini tidak mengecilkan pengalaman menyusui dan bonding time para ibu yang tidak mampu menyusui. Namun ingin agar orangtua melihat bahwa menyusui adalah salah satu faktor penting dalam parenting. Bukan hanya pertimbangan kesehatan yang diperhatikan.

“Penelitian ini juga membuat kita memahami lebih dalam, peran menyusui dalam kehidupan keluarga,” tegas Jennifer.

Meski demikian, walaupun durasi menyusui yang lebih lama bisa meningkatkan kepekaan insting ibu, namun menurut artikel publikasi penelitian ini, porsinya masih kecil. Sehingga, interaksi dekat antara ibu dan anak selama menyusui hanyalah satu dari sekian banyak cara untuk bonding ibu dan anak. 

Nah, Bunda. Semakin yakin ya bahwa menyusui itu penting dalam proses parenting dan berperan dalam kehidupan keluarga.

Semoga bermanfaat.

 

Referensi: Neuro Science News

Baca juga:

Penelitian: Menyusui Mengurangi Rasa Sakit Saat Imunisasi pada Bayi

Cerita mitra kami
5 Mitos Keliru Seputar Pompa ASI yang Tidak Perlu Diikuti, Ini Fakta Sebenarnya!
5 Mitos Keliru Seputar Pompa ASI yang Tidak Perlu Diikuti, Ini Fakta Sebenarnya!
Panduan Mempersiapkan Proses MengASIhi Sejak Masa Kehamilan
Panduan Mempersiapkan Proses MengASIhi Sejak Masa Kehamilan
Tips Bebas Stres untuk Bunda Menyusui
Tips Bebas Stres untuk Bunda Menyusui
5 Cara Agar Anak Lahap Makan Saat Mulai MPASI
5 Cara Agar Anak Lahap Makan Saat Mulai MPASI

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Menyusui
  • /
  • Penelitian: Menyusui bermanfaat mengasah insting keibuan makin tajam
Bagikan:
  • 11 Jenis Sayuran Pelancar ASI, Baik untuk Kebutuhan Nutrisi Busui

    11 Jenis Sayuran Pelancar ASI, Baik untuk Kebutuhan Nutrisi Busui

  • Cetirizine untuk Ibu Menyusui, Amankah untuk Atasi Gatal dan Alergi?

    Cetirizine untuk Ibu Menyusui, Amankah untuk Atasi Gatal dan Alergi?

  • 14 Obat Batuk Ibu Menyusui yang Aman dan Bisa Dibeli di Apotek

    14 Obat Batuk Ibu Menyusui yang Aman dan Bisa Dibeli di Apotek

  • 11 Jenis Sayuran Pelancar ASI, Baik untuk Kebutuhan Nutrisi Busui

    11 Jenis Sayuran Pelancar ASI, Baik untuk Kebutuhan Nutrisi Busui

  • Cetirizine untuk Ibu Menyusui, Amankah untuk Atasi Gatal dan Alergi?

    Cetirizine untuk Ibu Menyusui, Amankah untuk Atasi Gatal dan Alergi?

  • 14 Obat Batuk Ibu Menyusui yang Aman dan Bisa Dibeli di Apotek

    14 Obat Batuk Ibu Menyusui yang Aman dan Bisa Dibeli di Apotek

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti