Pendidikan Seks untuk Anak

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Bagaimana cara membicarakan seks dengan anak sesuai dengan perkembangan mereka? Bacalah ulasannya berikut ini.

Membicarakan seks dengan anak

Membicarakan seks dengan anak harus sesuai dengan tahapan perkembangan anak.

Membicarakan seks dengan anak? Amat menggelisahkan hati sebagai orangtua. Orangtua masih beranggapan seks adalah hal yang tabu untuk dibicarakan dan lebih baik menghindari pembicaraan tersebut. Karena orangtua masih beranggapan dengan membicarakan seks seakan-akan orangtua mengajak atau ingin anak-anak melakukannya.

Tujuan pendidikan seks untuk anak

Seiring perkembangan teknologi informasi, di mana anak-anak dapat memperoleh informasi dengan mudah, maka sudah sepantasnya orangtua membuka rasa segan, risih dan tabu tersebut, sebelum anak-anak memperoleh pengertian mereka sendiri mengenai seks yang tidak sesuai dengan yang norma susila, tubuh serta moral. Dengan membicarakan seks dengan anak, kita membantu anak-anak untuk mengembangkan perilaku seks yang sehat dan mengajarkan pemikiran tentang seks yang bertanggungjawab.

Pendidikan seks dengan anak sejak dini adalah penting dalam tumbuh kembang anak kita, serta termasuk di dalamnya menjawab pertanyaan anak-anak kita secara jujur, dengan mempertimbangkan kematangan dalam usianya ketika mengajukan pertanyaan seputar seks. Dan ini merupakan strategi yang sangat baik. Pengertian anak mengenai seks dapat dibagi menjadi beberapa tahap, sehingga membicarakan seks dengan anak harus disesuaikan dengan tahapan-tahapan tersebut.

Membicarakan seks dengan anak sesuai perkembangannya

Usia 2 sampai 3 tahun
Mulailah dengan menamakan bagian kelamin mereka dengan benar, sesuai dengan nama yang sebenarnya, seperti “penis” dan “vagina.” Menggunakan kata lain dan julukan untuk alat kelamin anak akan membingungkan mereka.

Selanjutnya untuk anak usia 3 sampai 4 tahun di halaman berikut :





Seks