Ringankan beban warga Surabaya di masa pandemi, Risma gratiskan tagihan PDAM

Ringankan beban warga Surabaya di masa pandemi, Risma gratiskan tagihan PDAM

Untuk meringankan beban warga di masa pandemi, Walikota Surabaya membuat kebijakan PDAM gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Kabar baik bagi warga Surabaya, khusus bagi warga kurang mampu akan mendapat fasilitas PDAM gratis selama masa pandemi.

Tak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 berdampak signifikan pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Lebih-lebih bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bekerja di sektor informal. Mereka ini tidak bisa bekerja dari rumah dan meskipun tetap bekerja di luar, penghasilannya turun drastis. Sementara kebutuhan hidup menuntut untuk tetap dipenuhi.

Kebijakan Pemerintah Kota Surabaya: PDAM gratis untuk MBR

Ringankan beban warga Surabaya di masa pandemi, Risma gratiskan tagihan PDAM

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Dite Surendra/Jawa Pos)

Pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan penggratisan tarif listrik bagi rumah tangga dengan daya 450 VA dan diskon sebesar 50% untuk daya 900 VA bersubsidi. Dirasa masih kurang, Pemkot Surabaya pun menyiapkan mekanisme serupa untuk tagihan PDAM. 

Langkah ini diambil Pemkot untuk mengurangi beban pengeluaran bulanan warga selama menghadapi wabah. Mengutip Jawa Pos, kebijakan itu disampaikan Wali Kota Tri Rismaharini dalam telekonferensi dengan DPRD Surabaya kemarin (6/4/2020). 

Artikel terkait: Curhatan tim dokter RSUD Dr Soetomo Surabaya yang merawat pasien Covid-19

”Jadi, untuk semua MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), tagihan PDAM-nya akan kami gratiskan,” tutur Risma. 

MBR adalah istilah pemkot untuk warga kurang mampu yang mendapat intervensi APBD. Baik di bidang kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi. Data per 1 April lalu menunjukkan, jumlah MBR di Surabaya mencapai 733.600 jiwa.

Risma mengatakan, saat ini ada banyak tagihan bulanan yang ditanggung masyarakat. Namun, pemkot hanya bisa membantu penggratisan untuk PDAM. Sebab, tagihan lainnya bukan kewenangan pemkot.

Koordinasi Walikota dengan Dirut PDAM 

PDAM gratis

Perusahaan Daerah Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya, Jawa Timur (Foto: Jawa Pos)

Terkait kebijakan PDAM gratis ini, Dirut PDAM Mujiaman Sukirno sudah berkoordinasi dengan Pemkot melalui Sekkota Hendro Gunawan.

”Sebenarnya, kami sudah siap dan membicarakan soal ini. Tinggal menunggu persetujuan dari Bu Wali. Kalau Bu Wali sudah bilang begitu, berarti sudah klik,” kata Mujiaman.

Mujiaman menerangkan bahwa pembebasan tagihan PDAM itu perlu dibahas lebih detail. Terutama siapa yang berhak mendapatkan keringanan tersebut. Yang jelas, tidak akan digratiskan 100 persen. Sebab, hal itu bisa berdampak besar pada distribusi dan ketersediaan air karena penggunaan air tidak akan terkontrol. 

Sistem distribusi air PDAM berbeda dengan listrik. PLN menggratiskan tagihan listrik 450 VA karena mereka tahu penggunaan listrik warga dengan listrik kecil itu tidak akan besar. Sementara itu, PDAM tidak bisa mengontrol penggunaan air pelanggannya. Jika digratiskan, warga bisa menggunakan air melebihi tingkat kewajaran.

Artikel terkait: Listrik gratis saat pandemi corona, ini cara mendapatkannya!

Ada pembagian kelas pelanggan di PDAM. Nanti PDAM membatasi volume air yang bisa digratiskan. Bisa 10 meter kubik pertama atau lebih dari itu.

”Angka pastinya belum. Tapi yang jelas, penggratisan ini tetap harus dibatasi,” jelas alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.

Siapa yang mendapat PDAM gratis?

  • Masyarakat berpenghasilan rendah.
  • Data per April jumlahnya mencapai 733.600 orang.
  • Saat ini akan dikaji penggratisan untuk penggunaan 10 meter kubik pertama.
  • Penggratisan tagihan akan dibatasi.

Mulai kapan PDAM gratis bagi MBR?

Ringankan beban warga Surabaya di masa pandemi, Risma gratiskan tagihan PDAM

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, pada Selasa (7/4) malam menjelaskan, kebijakan PDAM gratis ini diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat tidak mampu. Kurang lebih ada 231.211 kepala keluarga (KK) yang masuk MBR akan diberi fasilitas pembebasan sementara tarif retribusi air PDAM.

”Kebijakan ini bertujuan meringankan beban mereka. Pembebasan tarif retribusi air PDAM khusus bagi MBR ini rencananya berlaku selama 2 bulan ke depan, mulai April hingga Mei. Nanti kan pemakaian April bayarnya Mei, terus pemakaian Mei bayarnya Juni,” kata Risma seperti dilansir dari Antara

Mengenai teknis pelaksanaan, Dirut PDAM mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan penghitungan dan berkoordinasi dengan pemkot terkait dengan kekuatan anggaran dengan jumlah pelanggan air PDAM Surya Sembada.

”Nanti kami akan menyepakati di angka sekian (volume) air yang gratis bagi masyarakat MBR. Intinya kami akan membantu kebutuhan dasar pemakaian air, khususnya bagi MBR,” ujar Mujiaman.

Semoga kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah pusat dan daerah benar-benar dapat membantu meringankan beban masyarakat di tengah pandemi.

Sumber: Jawa Pos

Baca juga:

Antisipasi penyebaran Covid-19, Risma perintahkan sterilisasi kota Surabaya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner