Passport pun Jadi Korban Corat-Coret Anak....

Passport pun Jadi Korban Corat-Coret Anak....

Lihatlah apa yang dilakukan seorang anak terhadap passport ayahnya. Akibat 'kreativitas' ini, si ayah masih ditahan di Korea.

Anak kreatif adalah dambaan setiap orang tua. Tapi apa yang terjadi ketika passport pun menjadi media corat-coretnya?

Menurut berita di dailymail.co.uk, seorang pria asal Cina tertahan di Korea karena passport-nya dicoret-coret anaknya. Lihatlah ‘karya’ anak tersebut pada video singkat ini.

 

 

Lihat juga video dan artikel menarik lainnya:

Jangan Marah pada si Kecil Sebelum Anda Melihat Video Ini

Akibat Operasi Plastik, Suami Tuntut Istri karena ‘Melahirkan Anak Jelek’

 

Setiap anak memiliki kemampuan kreativitasnya masing-masing, termasuk mencoret-coret dimanapun yang menurutnya bisa digunakan. Mulai dari sofa, dinding bahkan berkas-berkas penting, salah satu aktivitas anak yang cukup memusingkan para orang tua. Sebenarnya mencoret-coret ini memiliki banyak manfaat untuk perkembangan anak. Sebab melatih saraf motorik halus, dan mampu meningkatkan daya fokus.

Tidak Membatasi Daya Kreativitas Anak

Orang tua pasti pusing apabila anak sudah mulai bertindak nakal, salah satunya mencoret-coret seluruh permukaan dinding. Namun ketimbang disebut nakal akan lebih bagus dikatakan wadah ekspresi anak-anak. Karena nakal cenderung berkonotasi negatif, yang malah mengklaim bahwa tindakan anak salah. Walaupun coret-coret sembarang tempat juga salah, tapi hal tersebuh tidak sepenuhnya tidak bisa disalahkan.

Passport di indonesia

Mencoret-coret merupakan bagian dari proses perkembangan anak, dan memicu sifat ekspresi dari anak. Jika orang tua sabar mengamati bisa jadi inilah bakat terpendam dari seorang anak. Siapa yang tahu bermula dari gemar mencoret-coret, di kemudian hari anak tumbuh menjadi pelukis bebas. Sebagai orang tua perlu untuk membimbing dan mendukung apapun yang dilakukan oleh anak.

Anak belum dapat mengekspresikan dirinya dengan rangkaian kata-kata. Makannya menggambar dan menocrat-coret, adalah salah satu cara anak berkomunikasi. Dari hasil gambaran anak, orang tua bisa menyelami perasaan dan berbagai macam emosi dari anak. Tidak perlu menghakimi bahwa si anak salah, cukup nasehati dengan bahasa halus dan tenang. Lalu beritahu jika ingin menggambar tersedia buku gambar, dan boleh digunakan kapanpun.

Membantu Perkembangan Otak Anak

Anak akan menjadikan apapun yang ada di depan matanya sebagai media gambar. Seperti pada video pria asal Cina yang passport miliknya tertahan di Korea, karena sudah dicoret-coret oleh anaknya. Meskipun begitu hal tersebut malah terkesan lucu, dan si ayah tidak sedikitpun marah kepada si anak. Sebab bagi orang tua yang memahami betul, menggambar akan membantu perkembangan saraf motorik anak sejak usia dini.

Passport di coret coret anak

Tidak perlu mengekang anak yang terpenting tetap dalam radar pengawasan orang tua. Membebaskan dan mendukung anak untuk mencoret-coret, dan sangat membantu untuk koordinasi sistem motorik tubuh. Terutama perkembangan alat gerak seperti tangan dan jari-jari. Anda justru bisa mengarahkan anak untuk membuat bentuk sederhana, seperti bulat dan persegi. Kemudian berkembang ke bentuk yang lebih kompleks.

Proses anak menggambar tidak sesederhana yang dipikirkan orang dewasa. Lewat menggambar anak akan dihadapkan pada suatu proses, pengambilan keputusan dan memecahkan masalah. Anak akan diajak berpikir untuk menstimulasi kemampuan memulai dari hal yang sederhana, contohnya menghubungkan satu titik dengan titik lainnya. Kemudian proses dalam memilih warna apa yang hendak digunakan.

Melatih Kemampuan Hitung dan Bahasa Anak

Siapa yang menyangka dengan coret-coret dan menggambar bisa membantu kemampuan hitung dan bahasa anak. Anak akan belajar bagaimana memahami konsep sederhana dari sebuah ukuran. Dia akan melakukan perbandingan, berhitung, bahkan menalar bangun ruang sejak dini. Meskipun tetap memerlukan stimulasi dari orang tua, namun hal-hal tersebut menuntun anak bisa berhitung dengan cepat.

Passport di mancanegara

Selain itu kemampuan olah bahasa anak semakin meningkat. Ia akan belajar berbahasa dengan menjelaskan dan menceritakan makna coretan yang dibuatnya. Di sini lah orang tuan berperan sebagai stimulus kegiatan yang dilakukan anak. Memberi pertanyaan berkaitan benda apa yang digambar, lalu alasan mengapa memilih gambar tersebut. Termasuk alasan pemilihan warna-warna yang beragam. Anda pun bisa mendukungnya dengan membutnya bercerita dan mendengarkan dengan seksama.

Melepas Imajinasi Seorang Anak

Membiarkan anak mencorat-coret baik itu tembok ataupun passport, berarti Anda sudah membebaskan imajinasi mereka. Membiarkannya berkarya sesuai dengan yang diinginkan, dan menuangkan dalam bentuk yang mereka pahami. Secara tidak langsung orang tua melatih anak untuk berkreasi lebih jauh. Bahkan bisa mendorong bakat terpendam dari anak, jadi anak semakin tahu apa yang diinginkan oleh dirinya.

Kekhawatiran orang tua ketika anak-anak sudah mulai mencoret-coret terkesan berlebihan. Terkadang orang tua emosi tanpa sadar dan menyalahkan tindakan anak. Padahal jika lebih bersabar hal sederhana tersebut justru membantu anak berkembang. Atau sediakan tempat khusus untuk anak mencoret-coret sesuai kreasinya. Beri pengertian tentang tempat-tempat yang tidak Anda ijinkan menggambar diatasnya.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner