Panduan untuk Membeli Rumah Bagi Pasangan yang Baru Menikah

Panduan untuk Membeli Rumah Bagi Pasangan yang Baru Menikah

Membeli rumah bisa jadi sebuah tantangan tersendiri bagi pasangan baru. Panduan untuk Membeli rumah berikut ini bisa dijadikan pertimbangan lho.

Rumah kini merupakan kebutuhan primer yang penting juga selain pakaian dan makanan. Rumah menjadi kebutuhan yang wajib di miliki apalagi bagi kamu yang kini baru saja memulai kehidupan pernikahan dengan pasangan. Karena itu, panduan untuk membeli rumah menjadi hal penting

Seperti yang pernah dirilis Coldwell Banker di Foxnews.com, sekitar 35% pasangan suami istri di Amerika umumnya telah mempersiapkan diri untuk membeli rumah. Namun, hal ini mungkin juga terjadi di Indonesia.

Bagi kamu yang baru menikah bahkan yang telah mempersiapkan pernikahan menyimak beberapa panduan untuk membeli rumah berikut ini.

1. Sebelum membeli rumah, pastikan kamu sudah tau banyaknya simpanan yang dimiliki

Kehidupan pernikahan tentunya berbeda dengan kehidupan pada saat kamu masih single. Kamu harus membahas beberapa hal yang serius dengan pasangan, salahsatunya adalah membahasa finansial masing-masing.

Kamu dan pasangan harus tau dengan pasti jika membeli rumah memerlukan uang yang cukup banyak, meskipun kamu menggunakan fasilitas cicilan dengan uang muka ringan sekalipun.

Hitung dengan rinci nilai tabungan dan investasi yang dimiliki masing-masing. Jika kamu ingin mengajukan pinjaman kepada bank, jangan lupa juga untuk mengecek riwayat keuanganmu dalam bank tersebut.

Cek lagi bila kamu dan pasangan memiliki cicilan sebelumnya atau juga salh satu diantara kalian memiliki beberapa kartu kredit. Hal-hal yang mungkin kamu sepelekan seperti itu bisa berpengaruh terhadap proses kepemilikan rumah sekaligus memberi prediksi kemampuan kamu dan pasangan dalam membayar cicilan KPR

2. Pastikan kamu telah menetapkan dimana akan tinggal selama 5 tahun kedepan

Tujuan seberapa lama kamu akan tinggal dan tujuan masa depan itu berpengaruh terhadap apa cicilan rumah yang tepat untukmu dan tipe rumah yang akan kamu tempati. Contohnya, bila kamu berencana tinggal di suatu kota dengan waktu yang memang cukup lama, kamu bisa mengambil jenis cicilan dengan jangka waktu hingga 25 tahun dengan pilihan bunga tetap.

Berbeda lagi jika kamu memang berencana untuk pindah rumah dalam waktu beberapa tahun kedepan, misalkan pindah ke kota lain karena urusan pekerjaan atau ingin membesarkan anak, maka ada pilihan lain, kamu bisa memilih cicilan jangan pendek dengan bunga floating agar dapat lebih berhemat.

3. Mempersiapkan keuangan setelah hadirnya buah hati

Setiap pasangan suami istri pasti ujung-ujungnya mendambakan kehadiran buah hati atau anak. Meskipun ada beberapapasangan yang takmau langsung memiliki anak, namun hal ini tetap harus dipikirkan matang-matang.

Karena mau tidak mau kehadiran anggota baru dalam keluarga akan berpengaruh kepada kondisi keuangan. Kamu dan pasangan pun tak akan mengetahui bagaimana kondisi kuangan dalan 3 tahun kedepan kan.

Maka dari itu, jika kamu mengambil cicilan, dan cicilan tersebut sebesar 1/3 atau 30% dari penghasilan tetap, mungkin jumlah ini nisa kmu perkecil jadi 25% dari jumlah penghasilan. Denganbegitu sisaya bisa kamu alih kan ke pada tabungan yang lain, kamu juga bisa menggunakan itu untuk investasi yang lain yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk keperluan anak.

Artikel ini dipersembahkan oleh 99.co. Agen jual beli dan sewa rumah dan apartemen terpecaya di Jakarta.

Baca juga:

5 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Memilih Rumah Masa Depan

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner