Mengharukan, ini Perjuangan Orangtua Menjaga Bayi Kembarnya di Ruang NICU

Simak perjuangan pasangan suami istri ini saat menjaga anak kembar lahir prematurnya di ruang NICU rumah sakit. Kini anak mereka sudah sehat dan tumbuh dengan baik.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Pasangan Jourdan dan Matt Moore membagikan ulang foto mereka saat menjaga bayi kembarnya di ruang NICU. Niatnya membagi foto bayi kembarnya di ruang NICU tersebut adalah untuk memotivasi para orangtua yang saat ini sedang melakukan hal yang sama.

Pada 23 Maret 2015, Jourdan dan Matt menyambut bayi kembarnya 4 bulan lebih awal dari yang seharusnya. Bayi lelaki dan perempuan tersebut harus menjalani perawatan intensif di NICU selama berbulan-bulan.

Menyadari bahwa menjadi orangtua yang harus menjaga bayinya di NICU itu tidak mudah, maka pasangan ini memutuskan untuk mengenang peristiwa tersebut sekaligus berbagi pengalaman tentang perkembangan anaknya selama dirawat di ruang NICU.

Mereka berbagi kisah perjuangannya lewat instagram saat anak lelakinya yang lahir prematur berusia 23 minggu berada di Ruang NICU.

Pada hari ini… Satu tahun yang lalu 16 Oktober tubuh Jaxson bisa berada di tangan ayahnya. Usia 23 hari dan beratnya hanya 0.6kg. Tepat satu minggu sebelumnya, ia tidak mampu untuk bernafas seperti saudara kembarnya. Aku berada di sana ketika ia berhenti bernapas dan kondisi jantungnya menurun begitu rendah, bahkan hampir berhenti. Aku menyaksikan kerja tim yang luar biasa dari para staf NICU yang melakukan tindakan medis. Tubuhnya masih mungil dan berwarna abu-abu. Salah satu perawat memberikan penekanan pada dada dengan ibu jarinya, sedangkan yang lainnya berusaha untuk membuatnya bernafas. Dokter menjalankan prosedur intubasi dengan memasukkan tabung ke tenggorokannya. Pada saat itu aku pikir aku tidak mungkin bisa melihat pemandangan yang indah ini lagi. Menjadi seorang ayah yang bisa memegang anaknya. Seminggu kemudian, di tempat ini, kami menikmati betapa berharganya hidup. Dan sekarang ayah ini bergulat dan bekerja demi anak kecil yang sama. Ia merupakan bola energi yang terus berpusar dan merupakan sumber kebahagiaan dalam hidup kita. Tuhan itu baik. #touchesoflove (#sentuhancinta)

Untuk dapat bertahan hidup, anak kembarnya butuh waktu 16 hari di dalam ruang NICU hingga organnya siap.

“Berada di ruang NICU tidak tampak seperti yang ada di televisi. Ruangan tersebut sepi, gelap, dan bersifat sangat pribadi. Didesain semirip mungkin dengan situasi rahim,” ujar Matt pada the Huffngton Post.

Ini postingan Matt saat pertama kali mengganti popok di ruang NICU.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Jourdan berkata bahwa ia tidak ingin ada orangtua lainnya mengalami hal yang sama dengannya, yaitu harus menunggui anak yang baru lahir di NICU. Namun, ia mengungkapkan bahwa sebenarnya ia pun memperoleh manfaat dari perawatan tersebut.

“Setidaknya, aku memiliki kedekatan yang lebih dengan anak-anak saat mereka berada di NICU saat usia bayinya masih sangat dini.”

Pasangan Jourdan dan Matt memperoleh anak mereka lewat proses adopsi embrio dengan ibu pengganti (surrogacy). Mereka sudah menunggu kehadiran bayi tersebut selama 10 tahun dan memutuskan untuk mengadopsi embrio tersebut berdasarkan saran dari seorang teman.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Dalam video pendek tersebut, mereka mengutip isi kitab suci Injil, Mazmur 139 ayat 13-16.

“Kau membuat segalanya dengan cermat, Waktu tulang-tulangku dibentuk, dengan cermat dirangkaikan dalam rahim ibu (pengganti) ku. Aku memuji Engkau sebab aku sangat luar biasa! Segala perbuatan-Mu ajaib dan mengagumkan, aku benar-benar menyadarinya. Engkau menciptakan setiap bagian badanku, dan membentuk aku dalam rahim ibuku. Engkau melihat aku waktu aku masih dalam kandungan; semuanya tercatat di dalam buku-Mu; hari-harinya sudah ditentukan sebelum satu pun mulai.” Mazmur 139: 13-16.

Ibu penggantinya membuat catatan khusus untuk si kembar.

“Aku mengunginkanmu lebih dari yang kau tahu, jadi aku akan mengirim cinta ini supaya bisa mengikutimu ke manapun kau pergi, setinggi apapun yang kau inginkan. Secepat peri. Kau tidak akan pernah menjadi lebih besar dari rasa cintaku. Cintaku akan selalu membesar dengan sendirinya. Panjati setiap gunung, naiklah ke langit! Cintaku akan menemukanmu. Cintaku bisa berhembus ke arahmu.” – #nancytillmanbooks Nancy Tillman

Matt berfoto dengan ibu penggantinya, Nancy Tillman.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Mereka juga memperlihatkan perkembangan terbaru bayi kembarnya di usia 36 minggu, dihitung dari masa kehamilan normal.

Update terbaru bagian 2: Lihatlah lebih dekat pada bagian kiri. wajah Jaxson dan kau akan melihat tidak ada kanula di hidung. Yap, benar. Tidak ada dukungan pernapasan apapun. Prosedur pada hari Selasa memungkinkan ia bisa bernapas dengan baik, kita akan tetap memberikan ini untuk mencoba dan melihat perkembangannya. Si kembar berusia 36 minggu jika dihitung dalam usia kehamilan (berusia 86 hari di luar rahim) dan mereka punya waktu untuk berada di pangkuan ayah malam ini :). Ini adalah kemajuan yang pesat!!! Hati kami penuh dengan sukacita dan kami kagum dengan kasih karunia Allah untuk kehidupan si kecil ini.

Untuk mengejar perkembangan bayinya, kedua bayi kembar tersebut mengikuti terapi khusus. Jourdan dan Matt berharap bahwa orangtua yang anaknya prematur tetap semangat dan kuat menghadapi segalanya.

Mereka berharap, dengan berbagi cerita tentang anak kembarnya saat berada di NICU, orangtua lain yang memiliki anak prematur juga jadi lebih termotivasi.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Saat ini perkembangan si kembar sangat baik. Mereka tumbuh dengan normal seperti anak yang lahir tanpa NICU lainnya.

 

Semoga para bayi yang di NICU dan orangtuanya diberi kekuatan lebih untuk bisa berjuang untuk kehidupan.

 

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Baca juga:

Surat Terima Kasih Seorang Ibu Kepada Perawat NICU yang Membuat Keajaiban Bagi Bayinya

 

 

Penulis

Syahar Banu