Istilah “Pick Me Girl” Merebak di Kalangan Masyarakat, Kenali Tanda-tandanya!

Pick me girl menjadi fenomena yang melanggengkan budaya misogini di tengah masyarakat.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

“Gue nggak paham deh kenapa cewe-cewe suka drakor, lebih suka nonton film action, sih.”

“Ngapain ya cewe niat pake make-up tebel gitu? Kaya mau kondangan aja. Gue sih bedak bayi cukup, ya.”

Parents pernah denger beberapa kalimat diatas? Siapa yang lebih sering mengatakan hal-hal semacam itu, perempuan atau laki-laki? Nggak kaget kalau kalimat-kalimat pedas tersebut justru keluar dari mulut seorang perempuan. Kalian bisa menyebutnya sebagai fenomena pick me girl. 

Tak jarang, istilah pick me girl ini melekat pada perempuan yang ingin dianggap bertentangan dengan peran-peran gender feminin. Mereka biasanya mencoba menunjukkan kelebihan mereka yang berbeda dengan perempuan lain demi mendapatkan pujian dari laki-laki.

Penasaran lebih lengkapnya? Yuk, simak penjelasan berikut!

Apa Itu Pick Me Girl?

Sumber: Freepik

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Perilaku pick me girl seringkali dikaitkan dengan I’m not like other girls. Singkatnya mereka berusaha keras agar dapat menarik perhatian laki-laki dengan cara memberikan pernyataan atau pengakuan yang menunjukkan bahwa dirinya lebih spesial dibandingkan perempuan pada umumnya. 

Tak jarang, perilaku tersebut justru berujung merendahkan perempuan lain agar mampu memperlihatkan kesan yang istimewa di hadapan orang lain. Selain itu, tindakan seorang pick me girl ini berupaya mencari pengakuan dan pembuktian dengan segala cara termasuk pelecehan seksual secara verbal.

Sebagai contohnya, perempuan pick me girl yang gemar mengenakan outfit serba hitam akan merendahkan perempuan lain yang lebih senang memakai pakaian berwarna-warni. Padahal tidak ada aturan yang menyatakan bahwa outfit warna hitam lebih baik dibandingkan warna lain.

Nah, begitulah definisi singkat bagaimana istilah pick me girl ini dimaknai oleh masyarakat pada era saat ini. Meskipun perkembangan di segala aspek sudah mulai maju, ada banyak kalangan masyarakat yang masih memiliki mindset dan ideologi kuno seperti halnya perempuan pick me girl.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Artikel terkait: 12 Rekomendasi Buku tentang Feminisme dan Kesetaraan Gender

Faktor yang Mendorong

Sumber: Freepik

Lalu, apa yang mendorong seseorang berperilaku seperti itu? Sebenarnya perilaku pick me girl merupakan bentuk baru dari budaya misogini yang kebanyakan diutarakan melalui perkataan. Misogini ini didefinisikan sebagai pemikiran yang memandang rendah gender perempuan. Bahkan bisa sampai kepada tahap membenci.

Hingga saat ini misoginis (sebutan untuk pelaku misogi) tak bias gender, alias perempuan pun juga bisa menjadi pelaku tidak hanya laki-laki saja. Atau disebut juga sebagai internalized misogyny, yang menjadi faktor pendorong beberapa perempuan memamerkan keistimewaan mereka atas dasar kebencian pada kelompok perempuan tertentu.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Selain budaya misogini, seorang pick me girl juga bisa dipengaruhi oleh konstruksi sosial yang telah berkembang di daerah setempat. Seseorang tersebut mempercayai aturan yang dibuat oleh masyarakat terdahulu dan memaknainya sebagai suatu hal yang normal sedangkan yang lainnya tidak.

Tanda-tanda Pick Me Girl

Sumber: Freepik

Ada beberapa tanda-tanda yang sering ditemui di lingkungan sekitar yang dapat diidentifikasikan sebagai salah satu bentuk perilaku pick me girl, diantaranya adalah:

  • Berupaya mendapatkan validasi dari orang lain, khususnya kaum lelaki,
  • Enggan disamakan dengan perempuan lain,
  • Menyindir perempuan yang tak satu visi dengannya,
  • Merendahkan gaya hidup atau pendapat perempuan pada lain,
  • Lebih memilih bergaul dengan kelompok laki-laki,
  • Mendukung budaya patriarki,

Cara Menghindarinya

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Sumber: Unsplash

Memang, perilaku pick me girl akan berdampak kepada pelestarian budaya misogini jika tidak segera diantisipasi terutama oleh perempuan. Masyarakat perlu menanamkan kesadaran dalam dirinya bahwa merendahkan sesama perempuan bukanlah jalan yang tepat hanya untuk mendapatkan validasi.

Persaingan antar perempuan yang cenderung tidak sehat ini masih bisa diatasi dengan beberapa cara mulai dari mencoba menghargai keputusan serta pilihan perempuan lain misalnya. Pelaku perlu memahami bahwa apa yang mereka percaya bukanlah satu-satunya hal yang istimewa.

Artikel terkait: 11 Film tentang Perjuangan Perempuan untuk Rayakan International Women’s Day

Sumber: Unsplash

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Selanjutnya, cobalah untuk tidak merendahkan perempuan lain dan sebaliknya, mendukung perempuan di jalan mereka masing-masing. Hindari meremehkan perempuan yang tidak satu pemikiran dengan diri sendiri. Dan jangan pula melarang perempuan untuk mengeksplorasi keinginan mereka.

Yang terakhir, perempuan perlu paham bahwa untuk menjadi dan memiliki kesan keren dan luar biasa tidak membutuhkan validasi dari kelompok gender laki-laki. Jangan melanggengkan jalan bagi mereka yang menganut pemikiran patriarki. Percayalah bahwa setiap perempuan berhak bebas berekspresi.

***

Begitulah fenomena pick me girl ini dipahami oleh kalangan masyarakat. Apakah kalian termasuk salah satunya?

Jangan sampai ya Parents, hindari tindakan-tindakan yang berpotensi merendahkan sesama perempuan, karena kita perlu menghargai pilihan masing-masing. #womensupportwomen

Baca juga:

Surat Terbuka Untuk Para Perempuan yang Kejam Terhadap Perempuan Lainnya

 

4 Tokoh Perempuan Inspiratif, Menolak Bias Gender Jadi Penghalang Cita-cita

 

7 Lagu Inspiratif tentang Perempuan dalam rangka Merayakan Hari Kartini lewat Musik