TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk / Daftar
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Melahirkan dengan Metode Tiup-tiup Minim Trauma yang Sempat Viral

Bacaan 3 menit
Melahirkan dengan Metode Tiup-tiup Minim Trauma yang Sempat Viral

Sempat periksa di puskesmas dan RS, saya melahirkan di seorang bidan yang sempat viral dengan metode tiup-tiup yang minim trauma.

Kehadiran buah hati setelah mengandung 9 bulan tentunya sangat kami tunggu-tunggu. Metode persalinan pun sudah kami tentukan dari jauh-jauh hari.

Sampai pada suatu waktu, suamiku menemukan salah satu bidan yang pada saat itu sedang viral-viralnya. Bagaimana tidak viral, bidan tersebut menggunakan ‘metode tiup-tiup’ untuk persalinan dan klaimnya minim robekan dan minim trauma. Apa itu?

Ingin Persalinan Minim Trauma

Bagi aku yang baru mengandung anak pertama, tentunya persalinan yang minim trauma sangat aku inginkan.

Setelah mencari tau, akhirnya aku memutuskan untuk mencoba periksa di bidan itu pada tanggal 16 Januari 2021. Itu jadi pemeriksaan pertamaku di sana.

Di sana hanya menyediakan USG 2D saja, saat pemeriksaan pun, pembawaan bidan di sana juga santai, pertanyaan apa pun pasti dijawab dengan baik, menenangkan para bumil menurutku.

Singkat cerita, aku tidak hanya periksa di sana saja, melainkan di Puskesmas dan juga RS. Di RS karena aku dapat rujukan saja, itu dikarenakan kepala babyku belum masuk panggul, tapi nyatanya itu masih hal yang wajar.

Sampai pada akhirnya, aku kembali periksa di RS pada tanggal 22 Februari 2021 dan dokter di sana menyarankan aku untuk di SC, tapi pada saat itu, usia kehamilanku masih 37 weeks. Untungnya, saat itu dokternya masih mengizinkanku untuk menunggu.

Belum waktunya check up, tapi ternyata dari tanggal 1 Maret 2021 aku sudah merasakan kontraksi palsu yang semakin intens.

Tibalah disaat aku benar-benar merasakan kontraksi makin sering dan makin sakit, itu di tanggal 3 Maret 2021. Aku masih berusahan menahan walaupun suami sudah menyuruh untuk berangkat ke bidan karena mengingat jarak yang ditempuh sangat jauh. Aku di Jakarta, sedangkan bidannya di Depok.

Tanggal 4 Maret 2021, pagi harinya aku semakin tidak tahan. Akhirnya aku dan suami berangkat ke bidan dengan menggunakan motor. Bisa bayangkan rasanya menahan kontraksi dari Jakarta – Depok naik motor? Ya, begitu rasanya.

Sesampainya di bidan, dengan tenaga seadanya aku berjalan dan di pintu masuk sudah disambut oleh salah satu bidan. Bidan tersebut mengarahkanku untuk periksa pembukaan. Pada saat itu pembukaan sudah pembukaan 4-5. Masya Allah.

Karena saat itu masih musimnya Covid-19, aku diharuskan swab dan tes darah.

Setelah semua hasil keluar, administrasi juga selesai, aku diarahkan ke kamar. Sesampainya di kamar, kontraksi semakin menjadi. Peluhku berjatuhan, tubuhku semakin lemas.

Mau tiduran rasanya salah, mau duduk rasanya salah, mau berjalan juga rasanya salah. Benar-benar luar biasa saat itu.

Saat aku memilih tiduran, rasanya luar biasa. Mules luar biasa. Beberapa bidan sudah standby di kamar. Saat aku mulai tidak tahan, suara mengejanku sempat terdengar oleh bidan. Lalu bidan tersebut menyarankan aku untuk tidak mengejan, melainkan untuk tarik nafas pelan-pelan dan tiup-tiup perlahan.

Setelah beberapa kali melakukan saran dari bidan, munculah kontraksi hebat, dan pada saat itu aku tidak bisa menahan untuk mengejan.

Dan byaaarrrr aku merasakan sesuatu keluar. Basah sekali. Suamiku langsung memanggil bidan sambil berseru “ketubannya sudah pecah bu”. Oh, ketubanku pecah, pikirku. Sebentar lagi aku akan bertemu anakku.

Sebenarnya, tidak terlalu mulus proses persalinanku, karena aku yang terlalu tergesa-gesa saat anakku ingin keluar.

Disaat kepala anakku nyaris keluar, dipanggillah bidan yang sedang viral tersebut untuk membantu dan memberi semangat kepadaku.

Bidan tersebut berkata, “wah, sedikit lagi nih bu. Pintar ya~ Yuk ikuti kata-kata saya bu. 1 2 3 tiup~”

Aku tersenyum dan mulai mengikuti aba-aba bidan tersebut. Dan setelah 3 kali melakukan tiup-tiup, Alhamdulillah anakku langsung lahir. Bu bidan menarik perlahan anakku dan menaruhnya kepelukanku.

Anakku lahir di tanggal cantik waktu itu 4-3-21 dengan BB 2,8 kg dan Panjang 45 cm.

Melahirkan dengan proses normal atau SC sama-sama butuh perjuangan. Yang terpenting, ibu adan anaknya sehat dan selamat.

***

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

ricka oktavia

  • Halaman Depan
  • /
  • Kisah Nyata Kehamilan
  • /
  • Melahirkan dengan Metode Tiup-tiup Minim Trauma yang Sempat Viral
Bagikan:
  • Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

    Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

  • Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

    Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

  • Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

    Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

  • Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

    Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

  • Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

    Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

  • Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

    Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti