Sering beda pendapat sama mertua? Ini yang bisa Anda lakukan

Meskipun tidak mudah, konflik dengan mertua sebenarnya bisa diatasi, kok.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Hubungan antara mertua dan menantu memang tidak selalu semanis madu. Bahkan, tidak sedikit yang merasa memiliki masalah dengan mertua karena sering cek cok, serta beda pandangan.

Sebenarnya, ada banyak alasan yang melatar belakangi hubungan antara menantu  dan mertua ini sering kali tak mesra. Umumnya, memang terkait dengan kecemburuan, dan perbedaan pola asuh kepada anak atau cucunya.

Memang, cara mendidik anak ala mertua dan kita sebagai orangtua masa kini akan memiliki banyak berbedaan. Biar bagaimana pun, hal ini tentu saja dipengaruhi karena jarak zaman pengasuhan yang pun memang sudah berbeda. Terlebih bila mertua punya standar atau keinginan tersendiri.

Artikel terkait: Punya mertua galak? Ini 4 saran psikolog untuk menghadapinya

Menghilangkan gap antara menantu dan mertua

Karena perbedaan zaman inilah yang mau tidak mau membuat jarak antara mentu dan mertua. Dalam hal ini, Monica Sulistiawati, M.Psi, Psikolog mengatakan, agar tidak ada gap antara mertua – menantu, beberapa hal perlu dipahami.

Kalau begitu, bagaimanakah caranya?

Jangan bikin ekspektasi yang terlalu tinggi

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Pertama yang harus dilakukan yaitu lebih baik Bunda jangan membuat ekspektasi yang terlalu tinggi, karena bisa jadi ini dapat memicu rasa kecewa di kemudian hari. Turunkan ekspektasi agar tidak menjadi bumerang untuk kita sendiri.

“Kalau ibu mertua agak khusus, ekspektasi kita jangan tinggi, nanti kita kecewa lalu stres, diturutin saja. Kita turunin ekspektasi kita kalau memang kita menilai orangtua kita kurang bisa diandalkan, jadi kita yang lihat sendiri,” ungkap Monica saat ditemui beberapa waktu lalu.

Cara menghindari masalah dengan mertua

Hal yang menyebabkan sulit untuk menanklukan hati mertua, karena mertua pasti punya standar dan ekspektasi tersendiri pada menantunya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Lebih lanjut, Monica mengatakan memang ada sebagian orang yang berhasil menaklukan hati mertua. Akan tetapi, sebagian lagi memang tidak bisa diubah dengan apapun.

Hal tersebut memang wajar adanya. Namun, meskipun Bunda kurang bisa mengambil hati mertua, tapi tetap harus bisa menjaga keharmonisan dengan mertua dan hindari perselisihan.

Menurut Monica, hal yang bisa menyebabkan sulit untuk menanklukan hati mertua, karena mertua pasti punya standar dan ekspektasi tersendiri pada menantunya. Walau demikian, Bunda selaku ibu dari anak-anak patut mengetahui dan bisa menentukan cara pengasuhan anak yang tepat.

“Buktikan dengan berjalannya waktu. Mau diubah juga akan sulit.  Nggak bisa diapa-apain soalnya, mertua akan punya ekspektasi sendiri, punya standar sendiri, tapi kita sebagai menatu sekaligus orangtua tentu harus belajar untuk mendidik, merawat, mengasuh anak kita sendiri,” tutur Monica.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

“Ya sudah buktikan dengan berjalannya waktu bahwa dengan cara yang kita lakukan, kita juga bisa mengasuh. Tapi mertua juga nggak usah dikomplain, nggak usah diajak berantem, buktikan saja kita bisa,” imbuh Monica beberapa waktu lalu.

Artikel terkait: Ibu mertua sering cemburu pada Anda? Begini 4 cara meluluhkan hatinya

Minta bantuan suami untuk berbicara pada mertua

Pertolongan suami sangat dibutuhkan ketika Bunda menghadapi masalah dengan mertua. Mintalah ia untuk bisa mengomunikasikan semuanya kepada orangtuanya.

Ia menambahkan, jika sewaktu-waktu ada masalah dengan mertua yang sulit dihindari, tak ada salahnya menjadikan pasangan sebagai pintu komunikasi dengan mertua.

Hal ini salah satu cara yang bisa Anda lakukan bila sulit untuk mengungkapkan perasaan pada sang mertua secara langsung.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

“Menariknya ketika kita merasa lebih mudah bicara dengan orangtua kita, itu akan jadi sama posisinya kalau pasangan kita atau suami kita yang bicara dengan orangtuanya. Kalau ada apa-apa kita bisa curhat ke suami kita, bisa ngomong, ‘tolong bilangin, dong, sama mama kamu’.  Jadi sampaikan pesan lewat suami. Maka jadikan pasangan kita sebagai pintu komunikasi antara kita dan mertua,” tutup Monica.

Dengan begitu, diharapkan segala masalah yang Bunda alami dengan mertua dapat teratasi dan mendapatkan jalan keluarnya. Sebab, mau bagaimana pun, kita harus ingat kalau mertua juga merupakan orangtua kita sendiri.

Nah Parents, semoga informasi ini bisa membantu Parents dan bisa dijadikan solusi ketika sedang menghadapi perbedaan pendapat dengan mertua.

Baca juga: 

Tips Berkomunikasi dengan Mertua Tentang Cara Mendidik Anak Saat Anda Tinggal Bersama

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan