Liputan Khusus Hari Ibu 2015; 15 Ibu Hebat Pilihan Kami

lead image

Ibuku adalah ibu terhebat, mungkin itulah yang Anda katakan. Namun 15 ibu berikut bukan hanya ibu yang hebat untuk keluarganya, tetapi juga untuk komunitas sekitarnya. Mari simak liputan khusus Hari Ibu 2015 dari theAsianparent.com

Kepedulian Anastasia terhadap sesama sangatlah luar biasa. Ia membantu apapun yang bisa ia lakukan. Tak heran cukup banyak yang mengajukan Anastasia sebagai salah satu Ibu Hebat di tahun 2015 ini.

Budi Sulistiorini (Orin)

"Caring is curing," begitu kalimat inspirasi dari bunda yang akrab dipanggil Orin ini.

Budi Sulistiorini adalah seorang penulis, penggagas dan pendiri grup Preschool On Line, motivator untuk membuat buku untuk anak-anak, serta aktif berbagi ilmu dan pengalaman kepada bunda-bunda lainnya dengan menjadi admin grup Tambah ASI Tambah Cinta, grup Ibu Bahagia: Peduli Baby Blues dan PPD.

Ibu dari 4 orang anak yang biasa akrab dipanggil Orin ini ingin membentuk grup belajar bersama seputar pengasuhan dan pendidikan (formal maupun non formal) untuk anak pra sekolah, yang bertujuan membangun minat menulis sejak dini.

Dessy Yoediartiny Judono
Ibu hebat ini merasakan bagaimana pengalaman dengan bayi prematur yang seperti 'roaller coaster', karena putrinya lahir prematur.

Sebagai admin grup Super Premature dan Group FB Premature Indonesia, ia berharap dapat membantu orangtua lainnya dalam mengasuh dan membesarkan bayi prematur.

Ia ingin agar anak-anak prematur dapat tumbuh kembang sesuai usia dan kebutuhannya serta berharap kegiatan edukasi prematuritas ini dapat menekan kejadian ABK, karena prematuritas adalah salah satu pencetus disabilitas.

"Jadilah seseorang yg bermanfaat, memberi arti meski hidup hanya sesaat," begitu inspirasinya untuk ibu lainnya.

Sedangkan untuk ibu yang memiliki bayi prematur, "Jangan abaikan prematuritas. Pahami. Dengan ilmu yang memadai, percayalah, bahwa dengan penanganan yang tepat, bayi prematur bisa tumbuh kembang dengan baik layaknya bayi mature."

Dhian Deliani
Pejuang hipertensi paru ini tak pernah menyerah dengan kondisi tubuhnya yang penuh keterbatasan. Dengan semangat yang menyala, ibu cantik dari dua orang putri ini membuktikan, bahwa kelemahan dan keterbatasan fisik bukanlah alasan untuk menyerah dan berhenti berkarir.

Ia sangat aktif di Yayasan Hipertensi Paru untuk membantu orang-orang lainnya yang juga menderita penyakit tersebut.

"Aku bersyukur telah menjadi insan pilihan. Aku tetap bersyukur hidup dalam keterbatasan. Aku lebih bersyukur, syurga menjadi tujuan," begitu uangkapnya. #PHAware #PHeroes

Dyah Pratitasari
Bunda yang satu ini adalah guru prenatal yoga, doula, konselor menyusui , dan juga founder @komunitasGBUS, yaitu sebuah komunitas gentle birth.

Ibu 2 anak ini menyadari bahwa hal yang paling dekat dan paling pasti adalah kematian, maka dia melakukan semua aktivitasnya dalam membantu sesama sebagai salah satu bentuk ibadah.

Fatima Berliana Monika
Monik, begitu sapaan ibu yang luar biasa ini. Kesulitan menyusui yang pernah ia alami adalah motivasi utamanya untuk membantu ibu-ibu menyusui lainnya.

Monik berhasil lulus akreditasi untuk menjadi seorang Leader La Leche League (LLL) International tahun 2013, yaitu organisasi internasional non profit non sektarian terbesar di dunia pendukung ASI-menyusui , yang saat ini tersebar di 70 negara.

Monik memimpin LLL Group of Rochester South, NY, US hingga bulan Juni 2014, dan ia adalah orang Indonesia pertama yang membuka Grup La Leche League Indonesia.

Saat ini ia aktif menjadi narasumber tetap di Kelas Persiapan Kelahiran & Menyusui, memberikan konseling menyusui gratis untuk Ibu menyusui semua kalangan, menjadi pembicara di berbagai seminar atau kelas edukasi di berbagai komunitas, membina bidan dan Posyandu di sekitar tempat tinggalnya.

Ia menulis buku Buku Pintar ASI & Menyusui dan juga membantu Grup GESAMUN (Gerakan Sadar Imunisasi), Milis Sehat YOP, Grup Super Premature, dan Grup Rumah Ramah Rubella.

Grace Melia
Satu dari 2 anak bunda Grace terlahir dengan Congenital Rubella Syndrome (CRS) akibat infeksi rubella saat Grace hamil.

Sejak itulah Grace mendirikan grup Rumah Ramah Rubella dan aktif membantu ibu-ibu lainnya yang mengalami hal serupa. Ia selalu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan infeksi TORCH serta berbagi pengalaman mengenai penanganan jika ibu telah terinfeksi dan anak lahir dengan infeksi TORCH.

Pesan Grace untuk kita adalah, "Jika ingin anak-anak ini bisa menjadi kuat, mulailah dengan menunjukkan bahwa ibunya juga bisa kuat dan optimis. Karena kalau si ibu terus terpuruk, bagaimana mungkin anak bisa terus ber-progress."

Indari Mastuti

Lincah dan penuh semangat; itulah dua kata untuk menggambarkan ibu berusia 36 tahun ini. Berangkat dari hobi menulis, tahun 2007 Indari mendirikan Indscript Creative, perusahaan yang bergerak di jasa Copywriting dan Training Center.

Ketika sadar bahwa menulis bisa menjadi sarana bagi seorang ibu rumah tangga untuk menambah atau memiliki penghasilan sendiri, Indari mendirikan grup Ibu-Ibu Doyan Nulis juga Ibu-ibu Doyan Bisnis sebagai sarana untuk membantu dan berbagi ilmu kepenulisan dan bisnis.

Kini komunitas tersebut telah beranggotakan 36 ribu orang. Agar maksimal, sharing tersebut berlanjut dengan membuat media online emakpintar.com yang saat ini memiliki 9 reporter aktif di beberapa daerah dan kontributor di beberapa negara.

Semangatnya untuk terus berbagi serta berusaha menjadi role model terbaik bagi kedua anaknya, Nanit dan Ammar membuat Indari selalu berusaha untuk menjadi terbaik di setiap kegiatan yang ia jalankan.

Managemen waktu dengan baik, serta disiplin pada rencana yang telah dibuat adalah dua hal yang menjadikan Indari patut dijadikan contoh bagi para ibu yang ingin terus produktif di manapun mereka berada.

Melina Adhi
Ibu hebat yang akrab dipanggil Ambu Mel ini adalah founder komunitas Homemade Healthy Baby Food.

Misinya adalah mengajak para ibu lainnya agar selalu memberikan makanan rumahan yang sehat dan bergizi agar anak lebih sehat dan tumbuh berkembang secara optimal.

Banyak sekali ibu yang terbantu dengan bergabung ke grup yang didirikan Bunda Melina ini.

Nur Yanayirah (Yana)

Ibu dari 2 orang anak yang akrab disapa Yana ini pernah merasakan kehilangan buah hati hingga mengalami depresi paska melahirkan.

Sejak itulah ia ingin memberikan dukungan sosial kepada ibu dan keluarga yang mengalami gangguan mood saat hamil atau setelah hamil.

Contohnya seperti depresi saat hamil (AntePartum Depression), depresi pasca melahirkan (Postpartum Depression), gangguan kecemasan saat hamil dan pasca melahirkan , PP OCD (Postpartum Obsessive Compulsive Disorder), PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) , Panic Disorder serta Postpartum Psikosis.

Yana juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat, pencegahan serta perawatan yang berhubungan dengan kesehatan mental selama proses kehamilan dan pasca melahirkan. Tujuannya adalah agar ibu dapat berbahagia dengan perannya dan dapat membesarkan anak secara optimal.

Selain itu, tujuan lainnya adalah mengurangi angka bunuh diri dan tindakan kriminal ibu terhadap anak karena Postpartum Psikosis.

Ia adalah pendiri grup Peduli Kesehatan Jiwa Ibu Perinatal Indonesia dan Volunteer Postpartum Support International untuk Indonesia.

Nurhayati Pujiastuti
Bagi Parents penggemar fiksi, tentu sering melihat nama beliau terpampang di banyak majalah atau surat kabar nasional.

Kepiawaiannya dalam menulis ini ia tularkan kepada banyak orang melalui grup Penulis Tangguh dan diikuti dengan grup-grup menulis lainnya.

Totalitasnya dalam mendidik setiap muridnya, menjadikan banyak penulis-penulis baru meramaikan dunia sastra Indonesia.

Statusnya tentang bagaimana beliau mendidik kedua putra-putrinya, serta bagaimana membuat hidup agar terus bermakna adalah sumber ilmu bagi banyak teman yang terhubung dalam lingkaran pertemanannya.

Tri Wahyuni Zuhri
Ibu hebat ini merupakan survivor kanker yang tangguh dan gigih berjuang.

Sebagai seorang penulis, rasa sakit yang dialaminya tak membuatnya berhenti menulis dan berbagi pengalaman, sehingga ia dinobatkan sebagai Perempuan Terinspiratif IIDN 2014 dan Finalis Kartini Next Generation 2015 Kementrian Informatika dan Komunikasi Indonesia.

"Sebagai seorang survivor kanker tiroid stadium lanjut, saya telah berjuang dan melakukan berbagai pengobatan tanpa lelah.  Saya sadar, semua yang saya lakukan untuk menaklukan kanker, tergantung dari semangat, ikhtiar usaha serta doa :)" begitu ungkapnya.
Wynanda Bagiyo Saputri

Berawal dari pengalaman menyusui putri pertamanya, dengan tantangan flat nipple dan inverted nipple, ibu 2 putri ini membuat grup Tambah ASI Tambah Cinta. Ia berharap agar semakin banyak ibu mengusahakan pemberian ASI dan makin banyak pula anak yang mendapat hak atas ASI.

Lalu kelahiran putri ke-2 yang spesial dengan penyakit langka bernama Pierre Robin Sequence (PRS), ibu yang kerap di sapa Nanda ini membuat grup Sahabat Pierre Robin Sequence. Ia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap PRS dan memberikan dukungan bagi orangtua yang memiliki anak PRS. Saat itu juga Nanda juga mulai memasuki dunia Anak Berkebutuhan Khusus.

Selain itu ia juga membentuk grup TATC Special Breastfeeding Challenge, admin grup Komunitas Ibu Menyusui, penggagas FP Dunia Karya Special Needs, FP Indonesia Rare Disorders, PRS representative untuk Indonesia.

"Hidup tidak selalu indah, namun rencana Tuhan tidak akan pernah salah, maka sesulit apapun hidupmu, percayalah bahwa kau tidak pernah sendiri. You're never alone., begitu kata-kata inspiratif dari Nanda untuk kita semua.

Yesie Aprillia, S.Si.T, M.Kes
Yesie adalah bidan, doula, pelatih dan praktisi prenatal gentle yoga, hypnobirthing, gentle birth, waterbirth, penulis, dan juga dosen.

Pemilik klinik Bidan Kita ini adalah salah satu penggiat Hypnobirthing Indonesia dan pelopor gentle birth di Indonesia.

Ia bertekad untuk membuat perubahan di dunia persalinan. Ia berhadap bidan bisa menjadi partner yang lebih baik bagi dokter, demi kelahiran generasi penerus yang lebih baik dan penuh kasih.

Dedikasinya terhadap dunia persalinan juga tak lain sebagai salah satu bentuk ibadah.

"Menjadi seorang ibu adalah sebuah transformasi yang sakral dalam proses kehidupan, maka persiapkan demi Anda, buah hati dan keluarga," ungkapnya.

Yola Tsagia

Yola adalah ibu dari seorang anak yang terlahir dengan sindrom langka yaitu Treacher Collins Syndrome.

Ia ingin selalu memberikan dukungan bagi individu dengan Craniofacial Anomalies dan memberi edukasi gratis tentang Mandibulofacial Dysostosis (Treacher Collins Syndrome) kepada orang yang membutuhkan.

Ia adalah pendiri grup TCS - Love my Face, salah satu pengelola Fanpage Dunia Karya Special Needs & Rare Disorder.

Kata-kata inspiratif darinya adalah, "If you want your dream comes true, you have to wake up!

Menjadi orang tua hebat bukan dihasilkan dari kenyamanan dan kemudahan. Mereka terbentuk oleh kesabaran, tantangan dan airmata."

Selamat Hari Ibu
Demikianlah liputan khusus Hari Ibu kali ini. Semoga profil singkat mereka dapat menginspirasi kita semua. Selamat Hari Ibu!

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.