TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengapa Lelaki yang Baik Sulit Menjadi Suami yang Bahagia?

Bacaan 4 menit
Mengapa Lelaki yang Baik Sulit Menjadi Suami yang Bahagia?

Kebaikan tak selalu setara dengan kebahagiaan. Perasaan tidak bahagia saat merasa sudah menjadi orang baik, bisa menyebabkan seseorang frustasi. Pelajari penyebab mengapa hal ini bisa terjadi dan temukan solusinya dalam artikel di bawah ini.

Saat memilih suami, istri sering yakin bahwa ia telah memilih lelaki yang baik. Ada harapan bahwa lelaki yang baik otomatis akan jadi ayah yang baik untuk anak. Ayah yang baik untuk anak otomatis akan jadi suami yang baik untuk istri. Namun, apakah lelaki yang baik lantas jadi suami yang bahagia?

Lelaki baik cenderung akan menuruti apapun yang pasangannya minta. Ia cenderung akan mengalah atau diam dengan dalih mencegah perkelahian. Ia tak pernah melakukan kekerasan atau kejahatan apapun. Tapi ia juga tak membuat istri maupun dirinya sendiri bahagia.

Alasan lelaki yang baik justru sulit menjadi suami yang bahagia

Lelaki yang baik

Lelaki yang baik belum tentu bahagia, karena mereka terlalu sibuk memikirkan agar terus terlihat baik di hadapan pasangan dan membuat pasangannya selalu bahagia.

Lelaki yang baik selalu memikirkan respon pasangannya hingga seringkali membuatnya bingung apa yang harus ia lakukan untuk menyenangkan sang istri. Hal ini justru akan membuatnya selalu kikuk dan serba salah.

Bukan saja ia yang tak bahagia, namun akibatnya bisa jadi pasangannya pun tak bahagia. Sebab, ia tidak ingin mengecewakan pasangannya, tapi juga bingung bagaimana caranya membuat istri tak kecewa.

Barangkali ia adalah orang yang dihormati di kantor, orang yang menjadi panutan di lingkungannya, orang yang bisa menjadi teman yang baik. Namun saat berada di sekitar pasangannya, ia jadi seseorang yang selalu bingung tentang apa yang harus ia lakukan agar terlihat baik oleh pasangannya.

Perasaan khawatir tidak dapat menyenangkan pasangan juga mengikis kepercayaan diri yang membuat nilai pada diri sendiri terus berkurang, Apalagi, ia selalu berharap bahwa pasangannya akan jadi orang yang semakin baik dengan mengakui kelebihan-kelebihannya.

Ia selalu berharap sesuatu terjadi di luar dirinya, bukan di dalam dirinya sendiri. Motivasi-motivasinya untuk menjadi baik berasal dari ekspektasi orang lain, bukan berasal dari dirinya sendiri.

Lelaki yang terlalu jatuh cinta pada pasangan sering merasa sulit bahagia

Dalam laman Yout Tango, lelaki yang sangat jatuh cinta pada pasangannya sulit untuk bahagia karena selalu ada perasaan kikuk saat berhadapan dengan pasangan, Ada rasa tanggung jawab untuk membahagiakan pasangan yang diemban saat ia berhasil bersama orang yang ia cintai.

Bagaimana solusi untuk para lelaki yang seperti itu?

lelaki yang baik

Untuk menjadi lelaki yang baik tapi tetap bahagia, caranya yaitu mengidentifikasi lagi potensi terdalam diri agar Anda dapat mencintai dan menghargai diri sendiri.

Lelaki yang baik bisa menjadi lelaki yang bahagia sekaligus, jika kita mampu mengidentifikasi masalahnya. Perasaan soal tanggung jawab membahagiakan pasangan ini akan berubah menjadi rasa frustasi ketika ia merasa gagal melakukan hal yang baik untuk pasangannya.

Di sisi lain, menyerah dengan jalan perpisahan juga bukan pilihan. Ia akan terus bertahan dalam kondisi yang tidak membuatnya bahagia karena ia lebih takut kehilangan orang yang ia cintai.

Steve Harsman, seorang profesional dalam hal bimbingan kehidupan berpasangan mengatakan bahwa untuk jadi suami bahagia, seseorang harus bisa menjadi lelaki yang bahagia dahulu.

Dalam tulisannya yang dimuat di Goodmen Project, Harsman menyarankan lelaki bisa bahagia dengan memanipulasi kebahagiaan dari dalam dirinya sendiri, bukan dari selain dirinya.

lelaki yang baik

Membahagiakan pasangan memang penting, namun membahagiakan diri sendiri juga tidak kalah penting.

Bisa dimulai dengan mengevaluasi pandangan diri tentang nilai-nilai maskulinitas, wanita, maupun sex. Dari sana, mulailah percaya bahwa kita bertanggung jawab terhadap nilai-nilai yang kita pilih. Bukan hidup di bawah ekspektasi orang lain.

Jika Anda adalah tipe lelaki yang baik, maka cobalah untuk menjadi lelaki yang bahagia sekaligus. Identifikasi lagi potensi terdalam diri anda agar anda dapat mencintai dan menghargai diri sendiri lagi. Hal itu penting untuk meraih kembali kepercayaan diri yang runtuh.

Ingat satu hal penting, Anda tidak mungkin membahagiakan pasangan jika Anda tidak dapat membahagiakan diri sendiri dahulu.

Oleh karena itu, kebaikan dan kebahagiaan harus bisa jalan beriringan, dengan begitu Anda bisa membahagiakan pasangan dan juga diri sendiri. Jangan sampai kebahagiaan diri sendiri terlupakan atau terabaikan, ya!

Baca juga :

Untuk Para Ayah, inilah 5 Hal Utama yang Istri Inginkan dari Suami

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Syahar Banu

  • Halaman Depan
  • /
  • Pernikahan
  • /
  • Mengapa Lelaki yang Baik Sulit Menjadi Suami yang Bahagia?
Bagikan:
  • Doa untuk Melembutkan Hati Suami, Amalkan Setiap Hari, Bun!

    Doa untuk Melembutkan Hati Suami, Amalkan Setiap Hari, Bun!

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • 50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

    50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

  • Doa untuk Melembutkan Hati Suami, Amalkan Setiap Hari, Bun!

    Doa untuk Melembutkan Hati Suami, Amalkan Setiap Hari, Bun!

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • 50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

    50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti