TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kapan Harus Mulai Mendidik Anak Tentang Sopan Santun?

Bacaan 4 menit
Kapan Harus Mulai Mendidik Anak Tentang Sopan Santun?

Mungkin Anda berpikir mendidik anak tentang sopan santun dapat dilakukan kelak setelah mereka bersekolah. Apakah memang demikian?

Mendidik anak agar sopan perlu dilakukan sejak dini

Semua orang menyukai anak yang sopan santun. Namun bagaimana cara mendidik anak agar sesuai dengan harapan tersebut?

Semua orang menyukai anak yang sopan santun. Namun bagaimana cara mendidik anak agar sesuai dengan harapan tersebut?

“Aku punya tetangga baru dan anak-anak kami hampir sama usianya. Anak perempuan tetanggaku itu namanya Emma, katanya sih umurnya 5 tahun.

Kemarin dia datang ke rumah, mau kenalan sama anakku.’Permisi,’ itu yang dia bilang sebelum masuk ke rumah. Sebelum pulang ia menemui saya dan berkata, ‘Tante, saya mau pulang.’ Wow, anak ini sopan sekali, pikirku,” Itu adalah kisah yang diceritakan seorang rekan kepada saya baru-baru ini.

Kisah di atas sepertinya klise ya. Tapi, coba bandingkanlah dengan cerita saya berikut ini.

Si bungsu saya, Hita, punya teman sekelas yang tinggal satu kompleks dengan kami. Anak saya baru mengenal dia ketika bersekolah di sekolah yang sama, sehingga kami nggak tahu bagaimana  track record si teman ini (sebutlah namanya Didi).

Dia biasanya main ke rumah kami di hari libur, memanggil-manggil anak saya dari luar dan langsung nyelonong masuk begitu anak saya muncul. Saya juga nggak tahu kapan pulangnya si Didi ini karena dia nggak pernah berpamitan pada saya kalau mau pulang.

Pernah suatu kali saya mencoba menasehati dia supaya bilang pada saya kalo dia hendak pulang. Eeeh .. dia malah salah paham dikira saya marah dan sejak itu nggak pernah lagi main ke rumah kami.

Lalu, bagaimana cara mendidik anak agar tahu sopan santun? Kapankah kita harus mulai mendidik anak agar memahami sopan santun?

Memasukkan sopan santun dalam peraturan di rumah

mendidik anak

“Aku jadi penasaran, gimana sih cara mendidik anak agar menjadi seperti si Emma ini,” lanjut rekan saya. “Kami kebetulan sama-sama ikut arisan PKK dan sepulang arisan saya mengobrol dengannya tentang anak-anak.”

“Yenny, nama ibu si Emma ini bilang, ia mengajarkan anak perempuannya untuk menjaga sikap sopan santun sejak ia belum berusia 5 tahun. Dan momen terbaik untuk mengajarkannya adalah di saat makan malam.

Piring makan tak boleh dibawa ke mana pun kecuali sudah kosong isinya. Berbicara dengan mulut penuh makanan atau bersuara waktu makan dilarang keras karena itu tidak sopan.”

Baca juga: Mencari Alternatif Kata “Jangan”

Masih ingat reality show ‘Nanny 911’ yang  pernah tayang di sebuah channel televisi swasta sekitar 2008 lalu?

Dalam reality show ini Nanny (pengasuh) ditugaskan untuk ‘menertibkan’ anak-anak (dan sekaligus orangtuanya) di sebuah keluarga yang selalu chaos (keluarga yang didatanginya berbeda-beda di setiap episode dan permasalahannya berbeda-beda pula) dan penuh dengan keruwetan.

Tindakan yang pertama kali dilakukan sang Nanny adalah mengumumkan berbagai peraturan yang harus dipatuhi semua anggota keluarga, termasuk menjaga sikap sopan santun kepada orangtua, saat di meja makan, dan banyak lagi.

Dalam tayangan itu sang Nanny diceritakan sering mendapat ‘perlawanan’, baik dari anak maupun orangtuanya, karena mereka merasa marah dilarang melakukan atau bersikap sesuka hati mereka.

Tapi, Nanny memberi mereka pengertian bahwa sikap yang tidak sopan akan membuat orang lain merasa tidak senang dan mereka tak mendapat cinta dari orang-orang di sekitarnya.

Bersikap sopan bukan berarti penakut

mendidik anak

Saya dan ibu saya pernah meminta Hita untuk berkata pada si Didi, temannya yang nakal itu, untuk segera pulang karena dia mengantuk dan mau tidur.

Saya waktu itu berencana mengetes sejauh mana Hita bisa mengatur kata-kata untuk ‘mengusir’ temannya pulang secara halus. Tapi, yang terjadi adalah anak saya menolak melakukannya karena ia takut membuat temannya itu tersinggung.

Benar Parents, bahwa sikap sopan santun tetap harus diterapkan bahkan kepada teman-teman sebaya. Anak saya belum memahami bahwa ia boleh bersikap tegas pada seseorang yang mengusiknya, dan itu harus ia lakukan untuk menumbuhkan sikap respect (menghargai) kepada dirinya sendiri.

Saya paham ia membutuhkan proses agar dapat memahami itu. Tapi saya juga tak akan berhenti mengingatkannya untuk menjaga sikap sopan santun, dan bersikap tegas kepada teman-teman yang mem-bully-nya.

Sama seperti pohon mangga, buah dari sikap sopan santun tidak akan tumbuh dan mendadak besar dalam waktu singkat. Kita membutuhkan kesabaran dan konsistensi agar dapat membimbing dan membuat anak mengerti mengapa mereka harus bersikap sopan di mana saja.

Parents, semoga ulasan di atas bermanfaat.

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

jpqosinbo

  • Halaman Depan
  • /
  • Pengasuhan Anak
  • /
  • Kapan Harus Mulai Mendidik Anak Tentang Sopan Santun?
Bagikan:
  • Rumus Luas Permukaan Balok Lengkap dengan Contoh Soal

    Rumus Luas Permukaan Balok Lengkap dengan Contoh Soal

  • Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

    Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

  • 15 Contoh Materi Pembelajaran Anak TK yang Penting Diberikan

    15 Contoh Materi Pembelajaran Anak TK yang Penting Diberikan

  • Rumus Luas Permukaan Balok Lengkap dengan Contoh Soal

    Rumus Luas Permukaan Balok Lengkap dengan Contoh Soal

  • Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

    Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

  • 15 Contoh Materi Pembelajaran Anak TK yang Penting Diberikan

    15 Contoh Materi Pembelajaran Anak TK yang Penting Diberikan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti