4 Hal yang Harus Dilakukan Jika Anak Suka Berlari Menjauh dari Orangtua

Saat baru belajar jalan, si kecil yang suka kabur dari pandangan mata orang tua adalah hal wajar. Bagaimana agar tetap tenang menghadapi jiwa petualangnya?

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Masa-masa balita adalah saatnya mereka bereksplorasi dengan lingkungannya, terutama jika mereka baru saja bisa jalan. Namun jika anak suka berlari menjauh, Anda bisa jantungan karena tiba-tiba saja ia sudah jauh dari pandangan.

Perlu banyak latihan yang dilakukan untuk mengatasi si kecil yang suka kabur ini. Membentuk kedisiplinan balita untuk tidak selalu lari-larian kemana-mana memang sulit, tapi bukan berarti mustahil untuk dilakukan.

Berikut tips cara mengatasi si kecil yang suka kabur:

1. Bermain, “Ayo sini dek… lari ke bunda/ayah”

Cara ini membutuhkan kerjasama dua orang untuk memulainya. Misalkan, orang pertama adalah bunda, orang kedua adalah ayah.

Saat si kecil mulai menjauh, mama akan memanggil namanya dengan ajakan maupun lewat bahasa tubuh berupa lambaian tangan. Kemudian ayah akan mengiringi balita sambil berkata, “tuh, dipanggil bunda. Yuk ke bunda…”

Praktekkan cara ini setiap hari hingga menjadi kebiasaan baginya untuk tak berlari terlalu jauh dari orang dewasa yang menjaganya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

2. Praktekkan isyarat tangan

Selain membiasakan diri dengan lambaian tangan untuk mencegah si kecil kabur, ia juga perlu belajar untuk selalu memegang erat tangan orang dewasa yang menjaganya ketika di luar rumah.

Selain aman, cara ini juga dapat menambah ikatan antara anak dengan lingkungan sekitarnya. Namun, jangan berjalan dengan menggandeng tangan si kecil sambil mainan ponsel ya Parents…

Jika anak menolak untuk digandeng, secara tidak langsung ia akan belajar konsekuensinya. Misalnya, ketika ia jatuh atau menabrak sesuatu. Namun, sebelum ia jatuh, ada baiknya sejak awal Parents terus memperhatikan langkahnya ya…

3. Menggunakan tali pegangan

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Banyak orang mengkritisi pilihan memasang tali pada punggung balita ini. orang yang mengkritisi itu bilang bahwa orang tua memperlakukan anaknya seperti anjing yang di lehernya ada tali.

Namun, cara ini memang efektif untuk mencegah balita kabur dari tangan orang tuanya saat berada di keramaian. Sehingga tidak ada salahnya untuk mencoba cara ini.

4. Ajari anak tentang keamanan

Ajak balita Anda mengobrol tentang bahayanya berlari menjauh dari orang tua. Ulangi hal tersebut sampai tertanam di pikirannya.

Pada usia balita, anak-anak akan merasa bahwa melawan peraturan itu asik. Karena rasa humornya masih seputar hal-hal yang mengejutkan. Sehingga bicara padanya tentang peraturan kadang memang percuma.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Mengajari si kecil yang suka kabur dengan standar keamanan bisa lewat lagu. Seperti tidak boleh mengikuti ajakan orang asing, menghafalkan alamat dan nomer telepon orang tua, dan berhati-hati di jalan.

Begitulah hal-hal yang dapat dilakukan agar mampu mengatasi si kecil yang suka kabur. Semoga, anak hanya mengajak orangtuanya olahraga kecil selama kabur tersebut sehingga tidak terjadi apa-apa di masa eksplorasinya.

Anak Kabur karena Ia Sedang Eksplorasi

Parents, tak perlu bingung jika anak sering lepas dari genggaman atau pergi menjauh dari Ayah atau Bunda. Ketika anak berusia antara 1 dan 3 tahun, atau ketika mereka mulai bisa berjalan, mereka akan tertarik pada segalanya, terutama jika itu baru atau berbeda.
Dia ingin mengambil bagian dari apa pun yang Parents lakukan. Dia akan mencoba meniru Anda. Dia juga akan bersikeras untuk mencoba melakukan banyak hal sendiri dan menolak bantuan.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Beberapa tindakan umum yang dilakukan anak-anak ketika mengeskplorasi dunia mereka adalah, sebagaimana dilansir Illionis.
1. Memanjat furnitur dan merangkak ke tempat-tempat kecil.
2. Bermain dengan air, di mana pun mereka menemukannya – di bak cuci, toilet, bak mandi, kolam ikan, dan genangan air.
3. Membuka lemari dan laci, mengeluarkan segala isinya.
4. Mengeluarkan isi dompet, tas make-up, dan wadah lainnya.
5. Berlari atau berjalan cepat di toko-toko untuk menyentuh barang-barang di rak.
6. Mendekati anjing, kucing, dan anak-anak lain untuk bermain.

Meskipun perilaku eksploratif adalah normal, Parents harus memberikan pengawasan setiap saat. Anak kecil senang menjelajah, tetapi tidak bisa menilai mana yang aman dan mana yang tidak.

Anak-anak perlu dilindungi dari potensi bahaya. Berhati-hatilah saat mereka berada di sekitar air, memanjat, dan bahkan ketika mereka mendekati hewan peliharaan yang tidak mereka kenal.

Referensi: Kids Activities Blog, Parents, Baby Center.

Baca juga:

Anak Terlambat Jalan Bisa Karena Kesalahan Orangtua

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Penulis

Syahar Banu