Bayi Jatuh Dua Kali dari Ranjang Lalu Meninggal, Peringatan Untuk Para Orangtua

Bayi Jatuh Dua Kali dari Ranjang Lalu Meninggal, Peringatan Untuk Para Orangtua

Jangan anggap sepele bayi jatuh yang tidak menangis. Mengapa demikian?

Bayi jatuh dari tempat tidur mungkin hal biasa bagi sebagian orangtua. Banyak bayi yang tetap baik-baik saja setelah jatuh dari tempat tidur.

Sebaiknya orangtua tetap waspada jangan sampai bayi Anda jatuh. Apalagi jika ia jatuh dua kali dalam sehari seperti kasus yang terjadi di Malaysia berikut ini.

Mulanya Tina Rudaie, sang ibu, sedang berada di toilet sekitar pukul 7 pagi ketika dia mendengar bunyi keras.

Ibu ini bergegas ke kamar dan melihat putra bungsunya yang berumur satu tahun jatuh dari tempat tidur yang tingginya sekitar setengah meter dari lantai, dengan posisi kepala belakang membentur lantai.

Tina tidak begitu khawatir karena anaknya tidak menangis dan tetap tersenyum. Tina mencek kepala Didi dan tak melihat ada luka.

Sekitar tiga jam kemudian, Didi, panggilan kesayangannya, jatuh lagi dari tempat tidur. Kali ini Didi mengalami memar di kening. Sayangnya Tina masih tak begitu khawatir akan keadaan putranya.

Sepanjang hari itu Didi juga tampak normal. Didi makan, tidur dan bermain seperti biasanya.

Namun esok paginya, Muhammad Zafullah Lim, nama lengkap Didi, meninggal di atas tempat tidurnya.

“Saya bangun sekitar pukul 6 dan menemukan dia tak bernapas dan tak bergerak,” kata Tina. “Saya memanggil-manggil membangunkannya, namun tak ada respon.”

Saat itu mata bayi malang ini setengah terbuka, tangannya pucat dan dingin. Tina lantas meminta anak tertuanya untuk memanggil suaminya yang sedang bekerja saat itu.

Mereka juga langsung memanggil ambulan dan membawa bocah itu ke rumah sakit. Dokter berusaha menyelamatkannya, namun sia-sia.

Ayahnya, seorang pekerja lepas pantai, memang tidak berada di rumah beberapa hari. “Saya bahkan tak bisa melihatnya untuk terkahir kali. Saya melihatnya saat sudah di rumah sakit,” kata Lim Phan Jang, sang ayah.

Tinggal kenangan

Orangtua Didi sudah membelikan pakaian baru untuk hari raya saat peristiwa ini terjadi.

Tina mengatakan Didi adalah anak hiperaktif yang suka ‘membenturkan kepalanya ke dinding. Ia juga suka menjahili kakaknya yang berusia 2,5 tahun.

“Setiap malam sebelum tidur saya melihatnya, menciumnya. Kini saya tak bisa melakukannya lagi,” kenang Tina.

Ia juga mengatakan Didi mengalami diare, muntah dan batuk seminggu sebelum kepergiannya. “Saya ingin membawanya ke dokter pagi itu, tapi saya terlambat.”

Bagaimana menjaga bayi agar tidak jatuh?

Sejak lahir hingga minimal satu tahun adalah masa rentan bayi jatuh dari tempat tidur. Orangtua harus ekstra hati-hati menjaga bayi dalam setiap masa perkembangannya.

1. Gunakan box bayi yang aman dan nyaman

Bayi 0-3 bulan  memang belum bisa banyak bergerak. Jika Anda terpaksa harus meninggalkan bayi sebentar, taruh bayi dalam box bayi yang biasanya dikelilingi oleh pagar pelindung.

Pastikan bayi nyaman dan aman dari himpitan bantal atau selimut saat Anda meninggalkannya.

2. Taruh bayi di tengah ranjang

Saat berusia lebih dari tiga bulan, bayi mulai mengeksplor lebih banyak gerakan. Beberapa bayi sudah bisa mengangkat kepala dan mulai memiringkan badannya.

Pada masa ini mungkin Anda mulai jarang menaruhnya di box bayi. Agar aman, selalu taruh bayi Anda di tengah ranjang agar tidak jatuh.

3. Beri pengaman, misalnya dengan bantal

Usia 6 bulan ke atas atau saat bayi sudah mulai tengkurap bolak balik atau bahkan bisa duduk, jangan tinggalkan bayi Anda tanpa pengaman di setiap sisi ranjang meskipun dia sedang terlelap.

Anda tak tahu kapan bayi bangun dan kita tak bisa memprediksi kemampuan bayi mengeksplor lingkungannya.

Bayi bisa saja tiba-tiba bangun tanpa menangis dan mencoba untuk turun dari ranjang. Jika dihalangi bantal, mungkin akan menangis karena kesal. Ini bisa jadi tanda bagi orangtua untuk segera melihat bayinya.

Bisa juga dengan melepas besi ranjang dan membiarkan springbed berada di lantai. Jika bayi Anda sudah bisa merangkak, dia akan lebih mudah belajar naik dan turun kasur.

4. Selalu alas lantai dengan kasur tipis atau karpet tebal

Ini untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Sekalipun bayi jatuh, minimal bayi tidak langsung membentur lantai yang keras atau licin.

Bagaimana jika bayi jatuh dari ranjang?

Pertolongan pertama saat bayi jatuh, dapat Anda lihat di sini. Bayi yang menangis saat jatuh lebih baik daripada yang diam saja. Bayi menangis berarti fungsi saraf bayi masih bekerja.

Jika bayi Anda masih minum ASI, segera berikan ASI untuk menenangkan dan membuatnya nyaman kembali. Segera bawa bayi Anda ke dokter jika terdapat luka, lebam atau memar , terutama di kepala.

Jika tidak terdapat luka, tetap observasi keadaan bayi minimal tiga hari setelah jatuh. Jika bayi demam, terlihat pucat, muntah atau pingsan, segera bawa ke dokter. Jangan sampai Anda terlambat dan menyesal belakangan.

Sumber : Asia One

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner