TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Ikhlas untuk Caesar

Bacaan 3 menit
Ikhlas untuk Caesar

Assalamu'alaikum…

Aku adalah seorang ibu baru. Iya benar aku baru menjadi ibu selama 21bulan.

Banyak sekali pembelajaran yag aku terima setiap harinya. Hamil mengandung melahirkan menyusui memberi makan mengasuh merawat serta menemani bayiku bertumbuh kembang.

Fase ini adalah tahap awal kami (aku dan suami) manjadi orang tua. Meskipun kami sudah sering merawat bayi balita bahkan lansia karena memang kami seorang tenaga kesehatan, tetapi kali ini berbeda. Kami akan mulai berstatus sebagai orang tua dari buah hati kami sendiri. Melahirkan, merawat, mengasuh, mendidik serta membersamainya hingga tumbuh dewasa kelak.

Pagi itu Selasa 03 November 2020 aku mulai merasakan ketidak nyamanan pada perutku dan mulai muncul bercak lencir bercampur darah saat aku buang air kecil. Aku memang sedang mengandung dan besok Rabu 04 November 2020 adalah hari perkiraan kelahiran bayi kami. Aku pun selalu berkomunikasi dengan Bidan pribadiku.

Aku merasa sudah siap karena insyaallah semua telah aku persiapkan, baik secara mental fisik dan semua kebutuhan untuk persalinan. Suamiku yang masih harus pergi bekerja pun sudah memberikan pesan apabila sudah ada "tanda" segera menghubunginya.

Hingga saat itu pun tiba.

Air ketubanku pecah usai adzan Maghrib berkumandang, bukan sebuah rembesan air namun kali ini benar-benar seperti air deras yang keluar dari tubuhku hingga membanjiri lantai. Saat itu aku sendiri dirumah suamiku masih dikantor, ketika aku mencoba menghubungi ternyata nomor teleponnya tidak aktif.

Aku berjalan perlahan ke kamar mengambil tas persalinanku yang memang sudah aku persiapkan. Kemudian aku berjalan lagi ke arah luar sembari memanggil tetangga disamping rumah. Aku diantar menuju klinik Bidanku, setibanya disana Bidan langsung memeriksa. Saat itu pula air ketuban terus deras keluar, membasahi seprei tempat tidur dikamar rawatku.

Pukul 19:00 baru pembukaan dua dan masih retro, sehingga Bidan memutuskan agar diberikan terapi induksi untuk merangsang kontraksi rahim guna mempercepat proses persalinan. Setiap 15menit sekali Bidan selalu memeriksa serta mengobservasi kondisiku serta janin dalam kandunganku.

Sesaat kemudian suamiku tiba dan segera berdiskusi dengan Bidan serta Dokter spesialis kandungan.

Pukul 21:00 ketika dilakukan pemeriksaan DJJ serta gerak janin, ternyata pergerakan janinku melemah, saat itu juga suamiku memutuskan agar segera dibawa ke Rumah sakit.

Kami Tiba di rumah sakit.

Kami (aku dan suami) hanya berdua ditemani oleh Bidanku karena memang kami tinggal jauh dari keluarga besar. Jantungku berdegup begitu kencang, sekujur tubuh serasa membeku, perasaan takut, sedih, bersalah sekaligus bahagia samar-samar.

Padahal sebelumnya dalam benakku hanya tertanam jika aku harus bisa melahirkan secara normal, membayangkan semua persiapan yang telah aku lakukan dan sudah aku siapkan tubuhku ini, namun aku harus ikhlas untuk Caesar.

Aku harus ikhlas untuk Caesar, demi keselamatan bayiku dan diriku.

Pukul 00:20 Rabu 04 November 2020 tangis itu pecah didalam kamar operasi yang sangat dingin.

Bayi laki-laki dengan BB 3150 gram serta panjang badan 49cm itu lahir.

Mulut serta hatiku tidak berhenti mengucapkan rasa bersyukur.

Bayi itu adalah buah hati kami yang sudah mau ikut berjuang bersama kami.

Rasa ingin segera memeluk mencium harum bayiku bergaduhan dalam benak. Namun apa daya aku harus terpisah sementara dari bayi ku, karena dokter menganjurkan agar aku beristirahat usai persalinan.

Barulah keesokan paginya bayi kami di antar oleh erawat.

Iya memang benar proses persalinanku secara Caesar, tapi aku dan suamiku tetap menjadi orang tua. Persalinan Caesar bukan sebuah kegagalan, bukan pula kesalahan, bukan juga sebuah Lebel yang membuatku tidak menjadi seorang ibu.

Kejadian ini adalah kehendak Allah untuk aku dan suamiku. Ini hanya tahap awal untuk aku dan suamiku, karena masih ada serangkaian tugas besar yang akan berdatangan menyambut kami sebagai orang tua.

Untuk kalian calon ibu teruslah belajar dan berkembang karena Bagaimana pun proses persalinan yang kamu jalani, kamu tetap sudah berusaha sebaik mungkin untuk menjadi seorang ibu.

Salam kasih untuk semua ibu…

Wassalamu'alaikum…

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

annisa puspa melati

  • Halaman Depan
  • /
  • Kisah Nyata Kehamilan
  • /
  • Ikhlas untuk Caesar
Bagikan:
  • Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

    Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

  • Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

    Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

  • Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

    Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

  • Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

    Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

  • Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

    Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

  • Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

    Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti