TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Bak Ksatria, Kisah Ibu Tewas Melawan Pelaku Serangan Gereja di Prancis

Bacaan 4 menit
Bak Ksatria, Kisah Ibu Tewas Melawan Pelaku Serangan Gereja di Prancis

"Dia adalah petarung. Dia mati sebagai ksatria," kata seorang pastor yang mengenal korban.

Menjadi seorang pahlawan bagi orang lain memang tak terbatas pada usia maupun status. Seperti halnya yang belum lama ini terjadi, seorang ibu tewas melawan pelaku serangan gereja di Prancis.

Malangnya, ia harus sampai meregang nyawa karena peristiwa tersebut. Dirinya meninggal dunia dengan luka tusukan di sekujur tubuh. Kematiannya dikenang sebagai kematian seorang pahlawan karena ia bahkan masih sempat berlari ke luar gereja untuk memberitahu orang-orang.

Bagaimana cerita lengkapnya? Simak kronologis kejadiannya berikut ini.

Ibu Tewas Melawan Pelaku Serangan Gereja, Masih Sempat Berlari untuk Beritahu Warga

ibu tewas melawan pelaku penyerangan gereja

Simone Barreto Silva (Sumber: The Sun)

Prancis tengah berduka usai adanya serangan terorisme yang dilakukan oleh seorang laki-laki asing. Simone Barreto Silva adalah salah satu korbannya. Ibu tiga anak itu tewas beberapa jam setelah mendapat luka tusukan bertubi-tubi dari pelaku.

Ia ditikam berkali-kali oleh pelaku ketika sedang berdoa di dalam gereja basilika Notre-Dame di Nice, Prancis. Peristiwa yang berlangsung dengan sangat cepat dan tidak terduga itu terjadi pada hari Kamis (29/10/2020).

Sang ibu adalah satu dari tiga korban penusukan, masing-masing yaitu staf laki-laki penjaga kebersihan gereja yang berusia 55 tahun, perempuan paruh baya berusia 60 tahun yang nyaris terpenggal kepalanya, dan Silva yang berusia 44 tahun.

Dalam kondisi terluka parah, Silva ternyata masih bisa keluar menuju kafe yang berada tak jauh dari gereja. Ia berusaha mencari pertolongan sembari memberitahu warga sekitar mengenai peristiwa mengerikan yang baru saja menimpanya.

“Dalam keadaan terluka parah, dia berhasil keluar mencari pertolongan dan memberi tahu apa yang terjadi hingga polisi datang,” kata adik kandungnya, Solange Barreto seperti dikutip dari The Sun, Sabtu (31/10/2020).

Baca juga: Anak-anak yang menjadi Korban Terorisme dan Trauma yang Akan Menghantui Mereka

Sang Ibu Diikenang sebagai Ksatria

ibu tewas melawan pelaku serangan gereja

Solange diam-diam merasa bangga dengan kakaknya yang bisa bersikap seperti seorang ksatria. Andai Silva tak keluar gereja, peristiwa tersebut bisa berubah menjadi lebih buruk. Namun, dirinya berhasil mencegahnya.

“Dengan kebaikan hatinya, dia mencegah sebuah tragedi yang bisa saja berlangsung lebih buruk,” lanjut Solange.

Bukan hanya Solange, seorang pastor yang mengenal keluarga Silva juga menganggap tindakan ibu 3 orang anak itu sebagai tindakan seorang ksatria.

“Dia adalah petarung. Dia mati sebagai ksatria,” kata Anderson Argolo, pastor yang mengenal keluarga Silva seperti dikutip dari surat kabar Folha de Sao Paulo.

Silva tewas setelah berjuang menahan rasa sakit selama 1,5 jam pasca penusukan. Nyawanya tak berhasil diselamatkan meskipun tim medis telah berusaha sekuat tenaga.

Brahim Jelloule, pemilik kafe dekat gereja mengatakan, Silva berlari menyeberang jalan dalam keadaan penuh darah. Pegawai kafe dan saudaranya kemudian menolongnya.

Mereka bahkan sempat mengejar pelaku ke dalam gereja namun terpaksa mundur karena pelaku masih membawa senjata tajam.

“Mereka pergi ke dalam (gereja) tanpa tahu apa pun. Dia kemudian memberi tahu ada pria bersenjata yang berada di dalam gereja,” kata Jelloule.

Baca juga: “Hatiku hancur saat anakku bertanya apa agama pelaku teror,” curahan hati seorang ibu

Teror Serangan di Prancis Buntut dari Pernyataan Presiden Emmanuel Macron?

ibu tewas melawan pelaku serangan gereja

Presiden Emmanuel Macron (Sumber: AP/Eric Gaillard)

Hingga kini, polisi masih belum merilis motif penyerangan yang dilakukan oleh pemuda Tunisia bernama Brahim Aioussaoi itu. Aioussaoi yang masih berusia 21 tahun tiba di Prancis awal Oktober setelah sebelumnya sempat singgah di Italia.

Dikutip dari BBC, menurut jaksa penuntut antiterorisme yakni Jean-François Ricard mengatakan, polisi menemukan 3 buah pisau di dalam tas pelaku. Satu di antaranya berukuran 17 cm yang digunakan untuk menusuk para korban. Sementara, dua lainnya tidak terpakai lantaran polisi segera tiba di lokasi kejadian dan menembak pelaku sebanyak 14 kali.

Sementara itu, meski belum ada penjelasan resmi dari pihak berwajib. Namun, masyarakat menduga bahwa penyerangan tersebut berhubungan dengan pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Marcon.

Sebelumnya, Presiden Macron sempat dinilai mendukung publikasi karikatur kartun Nabi Muhammad SAW. Walikota Nice, Christian Estrosi juga mengatakan bahwa pelaku penyerangan berkali-kali meneriakkan “Allahu Akbar”.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Dikutip dari The New York Times, Macron secara resmi mengatakan bahwa serangan tersebut adalah serangan dari teroris Islam.

“Ini serangan teroris Islam,” ujarnya.

Ia kemudian menaikkan level keamanan di Prancis menjadi waspada teroris dan menurunkan 4000 tentara untuk menjaga sejumlah gereja dan sekolah.

Parents, kita turut berdukacita atas insiden penyerangan yang terjadi di Prancis, ya. Masyarakat berharap agar persoalan ini segera mendapat titik temu dan tidak semakin melebar. Semoga keluarga korban juga diberikan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini.

***

Baca juga:

3 Hal yang Harus diajarkan Orangtua pada Anak Dalam Menghadapi Terorisme

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ruhaeni Intan

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Bak Ksatria, Kisah Ibu Tewas Melawan Pelaku Serangan Gereja di Prancis
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti