Hyperdontia, Anak 9 tahun Punya 300 Gigi

Umumnya jumlah gigi normal adalah 32 buah. Tetapi seorang anak 9 tahun mengalami hyperdontia dan memiliki 300 gigi. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Anak ini mengalami hyperdontia

Pada umumnya jumlah gigi yang di miliki setiap orang adalah 20 buah saat masih anak-anak. Sedangkan saat remaja hingga dewasa jumlah gigi yang dimiliki adalah 32 buah, yang terdiri dari 16 gigi di rahang atas dan 16 gigi di rahang bawah.

Tetapi keanehan terjadi pada bocah laki-laki asal Cebu, Filipin yang bernama Johncris Carl Quirante karena memiliki 300 gigi dalam mulutnya.

Kejadian bermula saat berusia 2 tahun bocah ini memiliki 50 buah gigi. Saat itu barulah orang tua JohnCris mengetahui bahwa putranya menderita hyperdontia. Kondisi ekonomi menyebabkan orang tuanya tidak segera memberikan perawatan pada gigi anak laki-lakinya tersebut.

Bocah ini  sampai saat sekarang sudah menjalani operasi untuk mengambil 40 giginya.

Untuk bisa mempunyai jumlah gigi normal setidaknya bocah ini harus menjalani operasi sebanyak 7 kali. Operasi dilakukan bertahap untuk meminimalkan resiko serta trauma operasi yang bisa dialami jika dilakukan pengambilan sekaligus.

Kondisi gigi yang sangat berlebih tersebut tidak membuat Johncris merasa terganggu aktivitas nya. Hal ini terbukti dia tetap bisa bermain dan bersekolah bersama guru dan teman-temannya. Bahkan dia mampu menjadi salah satu siswa unggulan di kelasnya.

Apa itu Hyperdontia

Apa itu Hyperdontia

Hyperdontia adalah kondisi seseorang mempunyai jumlah gigi yang lebih banyak daripada jumlah yang normal. Gigi-gigi tambahan biasa disebut supernumary teeth tersebut bisa muncul di mana saja termasuk di langit-langit mulut.

Para penderita hyperdontia biasanya juga memiliki kondisi lain sepeti bibir sumbing atau Sindrom Gardner . Sindrom Gardner adalah kelainan genetik yang ditandai dengan adanya polip di jaringan lunak seperti mulut dan gusi.

Penyebabkan terjadinya hyperdontia masih belum diketahui secara pasti.  Tetapi faktor genetik diduga menjadi penyebab utamanya.

Biasanya dilakukan operasi pengangkatan gigi sampai mencapai jumlah gigi yang normal. Selanjutnya penderita akan menjalani perawatan orthodonsi untuk mendapatkan bentuk gigi yang pas untung menggigit dan mengunyah.

Parents, semoga informasi di atas menambah pengetahuan kita.

Referensi : http://ph.theasianparent.com