Hindari Kebakaran,Tiga Bayi Dilempar Dari Gedung Bertingkat

Hindari Kebakaran,Tiga Bayi Dilempar Dari Gedung Bertingkat

Tindakan sigap dan berisiko seringkali harus ditempuh untuk selamatkan nyawa manusia dari bencana.

Video ini direkam saat terjadi bencana kebakaran di Pangkalan Udara Osan, Korea.

Seorang penerbang, Daniel Raimondo, berusaha menolong 3 ibu dan bayi mereka dari sebuah gedung yang sedang terbakar. Raimondo meminta orang-orang di jalan membantunya memegang selimut di bawah jendela. Sementara ia berusaha meyakinkan tiga ibu itu untuk melemparkan bayi mereka ke arah selimut, lalu menerjunkan diri mereka sendiri ke bawah secara bergantian.

Berhasilkah mereka? Mari saksikan video menegangkan ini.

 

baca juga: 

Bayi baru lahir kritis setelah terlempar dari lantai 2 sebuah bangunan

Terjadinya sebuah bencana seringkali tidak dapat dihindari. Contoh bencana tersebut antara lain adalah bencana banjir, tanah longsor, gedung yang ambruk, bahkan hingga gedung yang terbakar. Menanggapi hal tersebut, tak hanya orang dewasa saja bahkan anak kecil juga harus diajarkan tentang cara menghadapinya. Tentunya hal tersebut demi menjaga keselamatan jiwa yang dimiliki. Berikut ini simak mengenai salah satu bencana kebakaran di Korea yang telah terjadi.

Sebuah Bencana Berupa Gedung Terbakar di Korea

Dalam sebuah tayangan video, tampak sebuah gedung bertingkat terbakar. Gedung bertingkat tersebut juga mengeluarkan asap yang mengepul saat terjadinya insiden itu. Sebenarnya banyak hal yang bisa menyebabkan suatu bencana seperti itu terjadi. Misalnya adalah adanya percikan api di rumah yang menyulut perabot lain. Juga bisa disebabkan akibat adanya korsleting listrik pada peralatan elektronik di rumah sehingga menyebabkan munculnya api.

kebakaran bayi di lempar

Oleh karena itu, sebelum meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, perlu melakukan beberapa hal untuk mencegah terjadinya hal hal yang tidak diinginkan. Misalnya adalah melihat saluran listrik maupun api yang masih menyala di dalam rumah. Hal ini tentunya dapat dijadikan sebagai kebiasaan sebelum meninggalkan rumah sehingga dapat meminimalisir terjadinya resiko yang ada. Anak anak juga bisa diajarkan hal hal ini sejak mereka berusia dini.

Aksi Penyelamatan oleh Seorang Penerbang

Seorang penerbang yang diketahui bernama Daniel Raimondo telah melakukan aksi heroik saat insiden tersebut terjadi. Saat bencana di pangkalan udara Osan terjadi, dengan sigap ia langsung melakukan aksi penyelamatan. Dalam gedung yang terbakar diketahui terdapat 3 orang ibu dan bayinya. Mereka semua diketahui terperangkap di lantai atas sebuah gedung yang tampak sudah mengepul penuh asap akibat api yang berkobar di dalamnya.

Di tengah tengah teriakan histeris dari warga yang berkumpul di sekeliling gedung, si pahlawan bernama Raimondo terlihat sigap melakukan aksi penyelamatannya. Ia mempertaruhkan nyawanya sendiri demi menyelamatkan nyawa orang lain. Hal ini merupakan hal yang harus diapresiasi dan diacungi jempol atas semua yang telah ia lakukan. Tindakan heroik itu telah menyelamatkan nyawanya sendiri juga berhasil menyelamatkan nyawa orang lain.

kebakaran di lempar ke bawah

Bayi Diselamatkan dengan Cara Dilempar dari Gedung

Saat insiden tersebut terjadi, Raimondo melakukan penyelamatan dengan cara yang heroik. Ia melemparkan ketiga bayi yang terjebak ke arah orang orang yang berkerumun di bawah. Orang yang berada di bawah juga telah bersiap dengan selimut dan kain untuk menangkap tubuh si bocah. Raimondo juga harus meyakinkan ketiga ibu bayi saat hendak melemparkan bayi mereka. Ia juga memilih melemparkansi si bocah demi keselamatannya mereka semua.

Orang orang yang berkerumun di bawah juga tampak ikut meyakinkan ibu si bayi. Mereka terdiri dari warga sipil dan petugas yang berwenang. Setelah semua bayi selamat, Raimondo juga menyelamatkan dirinya sendiri dengan cara yang sama. Dalam keadaan genting seperti itu, maka tindakan yang dilakukan harus tepat. Tanpa tindakan yang tepat maka nyawa manusia menjadi taruhannya.

Tanggap Darurat saat Bencana Terjadi

Tinggal di lingkungan yang sering terjadi bencana atau insiden, seperti kebakaran, longsor, banjir, gempa bumi dan lainnya, tentu memerlukan persiapan tersendiri. Persiapan tersebut tentunya berupa pengetahuan dasar mengenai cara menghadapi bahaya dan bencana yang terjadi. Pengetahuan tersebut biasanya juga telah diajarkan pada anak yang masih berusia belia. Hal tersebut untuk meminimalisir resiko dari kejadian yang ada.

kebakaran gedung besar

Flames leap from a tower block severly damaged by a serious fire, in north Kensington, West London, Britain June 14, 2017. REUTERS/Neil Hall

Misalnya terdapat suatu gedung yang terbakar, maka dibutuhkan tindakan yang harus segera dilakukan sebelum adanya nyawa yang melayang. Contoh aksi yang dilakukan oleh penerbang bernama Raimondo tersebut merupakan tindakan yang bisa dilakukan saat tak ada pilihan lain. Ia bekerjasama dengan warga di luar gedung untuk menyelamatkan nyawa ketiga orang ibu dan anak anak mereka.

Kejadian bencana yang menimpa merupakan hal yang tidak dapat diprediksi sebelumnya. Contoh bencana tersebut dapat berupa gedung yang ambruk, terbakar, badai, longsor dan lain sebagianya. Melihat hal tersebut, sangat penting untuk mengetahui tindakan pertama yang harus dilakukan. Pengetahuan mengenai penanganan bencana biasanya juga telah diajarkan sejak anak berusia dini. Diharapkan dengan pengetahuan tersebut ia akan mampu menyelamatkan diri.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner