TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Pengakuan Sedih Seorang Ibu, "Aku Tak Bisa Bertemu Anakku sejak Hari Pertamaku Menjadi Ibu"

Bacaan 2 menit
Pengakuan Sedih Seorang Ibu, "Aku Tak Bisa Bertemu Anakku sejak Hari Pertamaku Menjadi Ibu"

Pandangan dan informasi yang diceritakan di dalam artikel ini merupakan pendapat penulis dan belum tentu didukung oleh theAsianparent atau afiliasinya. TheAsianparent dan afiliasinya tidak bertanggung jawab atas konten di dalam artikel atau tidak bisa diminta pertanggungjawaban untuk kerusakan langsung atau tidak langsung yang mungkin diakibatkan oleh konten ini.

Hari pertama ku menjadi Ibu adalah hari paling membahagiakan dan menyedihkan dalam hidup aku. Kenapa? Karna saat itu aku gak bisa langsung bertemu anak ku, aku melahirkan dengan kondisi positif Covid-19, sepanjang persalinan aku kehabisan tenaga karna sudah satu hari aku diboyong pindah-pindah lokasi melahirkan. Hal itu membuat bayiku terlalu lama di dalam perut dan berakhir dengan dia menelan terlalu banyak air ketuban, anak ku lahir tanpa tangisan, hal yang sempat membuat ku takut setengah mati.

Setelah lahir, anak ku langsung dibawa oleh perawat untuk ditangani karna kondisinya yang kurang baik, sementara aku masih nggak berdaya di meja persalinan. Satu hari setelah melahirkan aku diperbolehkan pulang, sementara anak ku harus tetap tinggal di RS karena kondisinya.

Pengakuan Sedih Seorang Ibu, Aku Tak Bisa Bertemu Anakku sejak Hari Pertamaku Menjadi Ibu

Aku pikir itu akan berakhir dalam 2 atau 3 hari, air susu sudah banyak aku buang. Wah, sedih banget kalo inget momen itu. Momen kami ditelpon jam 3 dini hari, menyatakan kalo anak kami harus pindah rumah sakit lagi karena kadar oksigennya yang lemah, ditambah dia tidak bisa bernapas sendiri (harus dibantu selang yang dimasukan ke mulut) berhari-hari kami menunggu, banyak air mata dan do’a yang terus dipanjatkan, suamiku juga setiap hari pulang pergi untuk mengecek kondisi anak kami. Padahal saat itu masih bulan puasa, dan dia setiap hari mengunjungi anaknya di RS, sampai akhirnya sepuluh hari yang terasa seperti puluhan tahun itu selesai.

Anak ku pulang ke rumah, menemui Ibu dan merasakan ASI untuk pertama kalinya, pertama kali merasakan kulitnya, badannya yang kecil mungil. Aku sampai bisa merasakan benjolan tulang punggungnya, aku terbayang betapa dia pasti ketakutan selama 10 di RS sendirian, bersama orang asing dan tanpa pelukan. Tapi, sekarang anak ku sudah di sini dan perjalanan bergadang pun dimulai, bangun setiap 2 jam sekali untuk memastikan kondisinya baik-baik saja.

Segalanya menjadi sesuatu yang baru dan yang pertama, banyak hal mengejutkan yang terjadi juga. Seperti saat pertama kali gumoh, aku sampai menangis karna takut anak ku kenapa-kenapa lagi. Tapi, ternyata itu hal yang normal katanya. Banyak hal yang harus aku dan suamiku sesuaikan, terutama perubahan mood yang sering aku rasakan, dan anakku keadanya berangsur membaik sampai sekarang usianya sudah 6 bulan, dalam kondisi yang sehat dan aktif.

***

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

johan kimi

  • Halaman Depan
  • /
  • Kisah Nyata Kehamilan
  • /
  • Pengakuan Sedih Seorang Ibu, "Aku Tak Bisa Bertemu Anakku sejak Hari Pertamaku Menjadi Ibu"
Bagikan:
  • Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

    Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

  • Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

    Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

  • Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

    Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

  • Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

    Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

  • Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

    Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

  • Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

    Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti