Ingin pakai jasa fotografer melahirkan? Ini 5 hal yang harus Parents perhatikan

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Pertimbangkan matang-matang sebelum menyewa jasa fotografer melahirkan profesional ya, Parents...

Di Indonesia, jasa fotografer melahirkan mulai dilirik banyak orangtua di Indonesia. Seperti halnya pesta pernikahan, momen melahirkan adalah sebuah peristiwa yang setiap detiknya tak dapat terulang lagi.

Jika Parents ingin mengabadikan detik-detik melahirkan, ini beberapa poin yang harus Anda perhatikan:

1. Tak semua fotografer profesional bisa jadi seorang fotografer melahirkan

Mengontak fotografer profesional yang hasil fotonya bagus saat memotret pernikahan belum tentu pilihan yang tepat untuk menjadikan ia sebagai fotografer melahirkan Anda. Cara kerja fotografer pernikahan berbeda dengan fotografer melahirkan.

“Persalinan tidak memiliki waktu yang pasti, ini menjadi tantangan untuk fotografer, apalagi kondisi jalanan yang cukup padat. Sebagai fotografer melahirkan, aku ikut nungguin dari awal sampai akhir,” ujar Stefany Putri, fotografer melahirkan dari @bukaan.moment.

Artikel terkait: Foto melahirkan ditemani suami dan kisah haru di baliknya.

Ia bercerita bahwa biasanya saat klien akan berangkat ke RS karena kontraksi sudah mulai intens, ia juga segera berangkat.

“Makanya, jodoh-jodohan. Ada yang pernah ditungguin udah pakai nginep, eh belum lahiran juga haha…” tambah fotografer yang akrab dipanggil Puput ini.

2. Konsultasikan ke dokter kandungan

Sebelum menyewa jasa fotografer melahirkan, sebaiknya konsultasikan ke dokter kandungan apakah diperbolehkan atau tidak. Kebanyakan rumah sakit menyerahkan otoritas ini kepada dokter masing-masing.

“Di satu rumah sakit, kebijakannya bisa beda-beda tergantung siapa dokternya. Kadang boleh kadang tidak boleh,” beber pemilik akun Instagram @putciput ini.

So far, Rumah Sakit (RS) yang memperbolehkan hadirnya fotografer melahirkan yang aku tahu ya YPK Mandiri, Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), RSIA Tambak, RS Pondok Indah, Kemang Medical Care (KMC), Bintaro Women Children Clinic (BWCC). Tapi ya balik lagi ke dokternya sih…”

3. Ketahui pentingnya menggunakan jasa fotografer melahirkan

Sebelum jasa fotografer melahirkan banyak diminati masyarakat, biasanya yang memotret momennya adalah sang ayah sendiri. Selain lebih murah, cara ini dipakai karena kebanyakan ibu melahirkan malu dilihat anggota tubuhnya oleh orang lain.

Namun, kenyataannya tak seindah rencana. Terkadang, si ayah malah sibuk gemetaran ketika melihat ada banyak darah yang keluar dari rahim istri.

Skin-to-skin, also called Kangaroo Care or Kangaroo Mother Care (KMC), is holding a baby bare chest to bare chest. It helps newborns adjust to being outside the womb. It is ideally done immediately after the birth and as much as you can during the first few days of life. . Di Indonesia, kita mengenalnya sebagai Inisiasi Menyusui Dini. Dalam proses IMD, ada gerakan bayi menjejak dan mencari puting Ibu. Proses inilah yang menjadi bagian penting bagi bayi karena ada peluang si bayi menelan bakteri baik (non pathogen) dari kulit ibu untuk membentuk koloni di kulit dan usus bayi sebagai perlindungan diri sejak dini. Kontak kulit yang terjadi juga meningkatkan rasa tenang pada ibu dan bayi. Tak hanya rasa tenang yang ditimbulkan, ikatan kasih sayang ibu dan anak tentunya akan bertambah kuat. Sumber : tirto.id . . #ceritabukaan #inisiasimenyusuidini #IMD #skintoskin #motherhood #motherdaughter #kangaroomothercare #fotopersalinan #ceritalahiran #fotolahiran birthphotography #newbornphotography #birthphotographer #birthphotographerjakarta #fotolahiran #momenpertama

Sebuah kiriman dibagikan oleh Birth Photography (@bukaan.moment) pada

Meminta ayah memotret dan merekam video sendiri juga membuat kurangnya dukungan yang dirasakan oleh Bunda saat persalinan. Karena sang ibu pun sebenarnya ingin dipegang tangannya oleh suami.

Maka dari itu, pentingnya menyewa jasa profesional agar si ayah juga dapat mendukung Bunda sepenuhnya saat proses melahirkan. Kelak, si anak tak protes karena sejak ia dilahirkan, ayahnya sudah sibuk dengan gadget. Setuju?

4. Fotografer melahirkan profesional tahu yang terbaik untuk Bunda

Kebanyakan, dokumentasi pertama bayi adalah lewat tangkapan ponsel yang memotret seluruh tubuh bayi begitu saja. Padahal, ada banyak detail yang tak boleh terlewat.

Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil sewaktu pertama kalinya mengabadikan momen lahiran ini. Ya, ini pertama kalinya saya melihat proses lengkap dari bukaan 3 sampai bukaan lengkap dan tiba saatnya untuk lahir. . Perasaan senang, cemas, bahagia, lega bercampur semua dalam satu ruangan ini. . Dan pada akhirnya, semua menjadi sesuatu yang sangat indah dalam proses persalinan ini saat sang bayi menangis untuk pertama kalinya. . Yes, i’m speechless. Melihat perjuangan dan kegigihan seorang Ibu. . Love you ladies wherever you are, you are strong enough ❤. . Sekali lagi, terima kasih @ayudhiyanti mempercayakan aku untuk ambil bagian di dalam momen tak terlupakan ini. . #birthphotography #birthphotographer #bukaanmoment #ceritalahiran #ceritabukaan #babyborn #givingbirth #pregnant #laboranddelivery

Sebuah kiriman dibagikan oleh Birth Photography (@bukaan.moment) pada

Misalnya foto kaki mungilnya, foto gelang identitasnya, saat pertama kali skin to skin dengan ibu, dan momen serba pertama lain. Tak hanya memotret bayinya, fotografer juga akan merekam perjuangan Bunda dalam melahirkan buah hati dan kesetiaan ayah dalam memberikan dukungan pada ibu.

5. Sepakati segalanya di awal

Sekalipun fotografer sudah punya kode etik yang dipegang, Parents juga harus memastikan bahwa terjadi kesamaan persepsi tentang segala hal yang terkait dengan file dokumentasi dan apa saja yang tidak boleh dipotret.

Misalnya, Bunda harus mengatakan pada si fotografer tentang foto mana saja yang boleh diunggah di media sosialnya. Foto mana yang boleh dilihat orang lain dan mana yang tak boleh.

Kemudian, sepakati juga apakah Bunda terganggu jika fotografer menyorot jalan lahir Anda. Ajukan keberatan di awal apabila Bunda merasa risih jika ia memotret anggota tubuh lain yang tersingkap saat persalinan terjadi.

Kini keputusan terakhir ada di tangan Parents. Memakai jasa fotografer melahirkan, yay or nay?

 

Baca juga:

12 Foto Melahirkan Terindah Sepanjang Tahun 2016

 





Melahirkan