TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Etnosentrisme Trending di Google, Inilah Penjelasan Lengkapnya

Bacaan 4 menit
Etnosentrisme Trending di Google, Inilah Penjelasan Lengkapnya

Akhir-akhir ini istilah etnosentrisme menjadi tren di Google. Simak penjelasan mengenai definisi, dampak, dan penyebabnya!

Akhir-akhir ini, istilah etnosentrismen menjadi tren pencarian di Google. Secara umum, istilah ini memang bisa dibilang cukup asing. Namun, di bidang sosial dna humaniora, etnosentrisme sering kali menjadi istilah yang sering digunakan. Kali ini, kami akan membahas mengenai etnosentrisme, meliputi definisi, dampak, dan penyebabnya.

Artikel terkait: Penyebab dan Dampak Anak Kecanduan Media Sosial, Parents Jangan Abai!

Apa itu Etnosentrisme?

etnosentrisme

Pada dasarnya, etnosentrisme bisa diartikan sebagai kecenderungan terhadap kepercayaan bahwa budaya, kelompok etnis, ras tertentu lebih unggul daripada yang lain. Keyakinan seperti itu berkembang dari sosialisasi dan pengetahuan yang dimiliki seseorang. Hal inilah yang menjadikan dirinya sendiri sebagai standar apa yang benar dan apa yang salah.

Kepercayaan ini sering kali dapat menyebabkan seseorang memberikan penilaian berdasarkan budayanya sendiri. Hal ini disebabkan, ia cenderung percaya bahwa apa yang dipraktikkan dalam budayanya merupakan sebuah kebenaran mutlak dan menganggap hal di luar kebudayaannya sebagai sesuatu yang salah. 

Etnosentrisme biasanya dipelajari dan tumbuh ketika seseorang tumbuh dewasa. Di masa ini, biasanya banyak orang mulai membandingkan budaya yang dimilikinya dengan budaya orang lain yang mungkin berbeda. Relativisme budaya gagal dilihat dalam proses ini karena ia hanya percaya dengan budayanya sendiri. Kepercayaan ini pun akhirnya menjadi praktik yang dinormalisasi.

Sebagai contoh, di beberapa negara Barat, anak perempuan biasa mengenakan gaun pendek, rok, atau baju tanpa lengan. Namun, ketika berada di beberapa negara Muslim, hal ini dianggap kurang lumrah. Menurut budaya di beberapa negara Muslim, hal ini tidaklah pantas karena perempuan seharusnya mengenakan pakaian yang tertutup.

Pakaian yang tertutup dianggap sebagai sesuatu yang ideal. Dengan demikian, anak-anak perempuan yang tumbuh di negara Muslim, tidak diperbolehkan untuk meniru gaya pakaian anak perempuan Barat. Selain itu, dalam hal makan, di Barat biasanya beberapa peralatan makan yang digunakan adalah pisau, garpu, dan sendok.

Akan tetapi, kebiasaan ini mungkin berbeda dengan kebiasaan makan di India yang mungkin memilih makan menggunakan tangan. Dari dua contoh tersebut dapat dilihat bahwa etnosentrisme menyebabkan pembedaan antara “aku” dan “mereka”. Proses peliyanan ini dapat menyebabkan terciptanya pilih kasih dan bias kelompok karena hanya terbuka dengan budaya yang dianut saja.

Artikel terkait: Mengapa Remaja Sering Curhat di Media Sosial? Ini Penjelasannya Menurut Psikolog

Dampak dari Kepercayaan Etnosentrisme

etnosentrisme

Dampak dari etnosentris sebenernya tidak bisa dilihat secara parsial saja. Namun, perlu diakui bahwa dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat ada positif dan negatifnya. Berikut ini penjelasan mengenai kemungkinan dampak dari adanya kepercayaan ini.

Dampak Positif

Melansir dari Study Lecture Notes, kepercayaan ini dapat mendorong solidaritas sosial dalam kelompok dan masyarakat dan menyebabkan kekuatan kerja sama mereka menjadi lebih kuat. Selain itu, kepercayaan ini juga dapat memberikan perlindungan kepada anggota kelompok dengan menciptakan rasa memiliki di antara mereka.

Anggota yang lemah, miskin, putus asa, dan tidak berdaya didorong dengan bergabung dan saling bahu-membahu hidup bersama. Dengan demikian, kepercayaan ini dapat memberikan kompensasi kepada orang-orang yang berstatus rendah. Selain itu, kepercayaan ini juga mempromosikan nasionalisme dan patriotisme di antara anggota masyarakat.

Dampak Negatif

Meski demikian, ada beberapa dampak negatif yang muncul dari adanya kepercayaan ini. Etnosentrisme dapat menciptakan segregasi sosial atau batas-batas yang ketat di antara berbagai kelompok sosial. Hubungan antarkelompok terhambat karena prasangka terhadap yang lain. Proses hubungan sosial antarkelompok pun dapat semakin lambat.

Prasangka yang diciptakan olehnya menciptakan konflik dan ketegangan di antara banyak kelompok. Kekuatan sosial kerja sama antarkelompok pun sulit untuk bergerak. Selain itu, kepercayaan ini membatasi individu dalam kelompok sosial kecil tempat ia tinggal karena harus tetap berada dalam batas-batas kelompoknya.

Selain itu, mereka juga tidak boleh terpengaruh oleh perubahan sosial umum yang terjadi di sekitarnya dalam masyarakat. Dia tetap terbelakang karena hanya memiliki pengetahuan sedikit tentang kelompok di luarnya. Pembangunan nasional pun pada umumnya akan melambat ketika etnosentrisme disebarluaskan dalam buku, surat kabar, radio, dan televisi.

Artikel terkait: Mengembangkan Kecakapan Pribadi, Sosial, dan Emosi (PSED) Pada Anak-Anak

Faktor Penyebab

etnosentrisme

Ada beberapa faktor penyebab yang mungkin menjadi pemicu kepercayaan ini. Umumnya, faktor penyebab ini tidak hanya datang dari internal individu, tetapi biasanya datang dari lingkungan sosial tempat seseorang hidup dan berkembang. Beberapa faktor penyebab yang terlihat adalah faktor sejarah, multikulturalisme, dan situasi politik.

Masing-masing faktor tersebut tidak selalu berdiri sendiri. Bisa jadi, faktor tersebut saling tumpang tindih dalam sebuah masyarakat. Faktor sejarah muncul karena adanya peristiwa sejarah di masa lalu yang menyebabkan seseorang tertutup terhadap kebudayaan kelompok lain. Kemudian, untuk faktor multikulturalisme biasanya disebabkan oleh adanya kondisi sosial yang beragam.

Lantaran kondisi yang beragam, seseorang pun akan mengidentifikasikan dirinya berbeda dengan orang lain. Proses peliyanan ini pun dapat menyebabkan konflik. Terakhir, situasi politik yang memanas juga menyebabkan etnosentrisme terjadi karena adanya fanatisme terhadap seseorang atau kelompok orang yang berkuasa.

Demikian penjelasan mengenai kepercayaan atau paham etnosentrisme. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Mengasah Kemampuan Bersosialisasi Si Kecil Sejak Dini

9 Dampak Negatif Media Sosial pada Kesehatan Mental

Riset: Pelecehan di Medsos Sering Dialami Anak Perempuan, Facebook No.1

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Galih Pangestu Jati

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Rangkaian Edukasi
  • /
  • Etnosentrisme Trending di Google, Inilah Penjelasan Lengkapnya
Bagikan:
  • Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

    Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

  • 15 Contoh Materi Pembelajaran Anak TK yang Penting Diberikan

    15 Contoh Materi Pembelajaran Anak TK yang Penting Diberikan

  • 10 Dongeng Si Kancil yang Seru dan Penuh Pesan Moral untuk Anak

    10 Dongeng Si Kancil yang Seru dan Penuh Pesan Moral untuk Anak

  • Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

    Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

  • 15 Contoh Materi Pembelajaran Anak TK yang Penting Diberikan

    15 Contoh Materi Pembelajaran Anak TK yang Penting Diberikan

  • 10 Dongeng Si Kancil yang Seru dan Penuh Pesan Moral untuk Anak

    10 Dongeng Si Kancil yang Seru dan Penuh Pesan Moral untuk Anak

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti