TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Semakin Dekat dengan Desa Bone-bone, Desa Bebas Asap Pertama di Dunia!

Bacaan 3 menit
Semakin Dekat dengan Desa Bone-bone, Desa Bebas Asap Pertama di Dunia!

Desa Bone-Bone, penghasil kopi terbaik dan menjadi desa bebas asap rokok pertama di dunia.

Apakah Parents termasuk tim anti rokok? Ya, bukan hanya menghindari merokok, namun juga kepulan asap rokok yang seringkali membuat sesak. Hal seperti itu tidak akan ditemui di Desa Bone-bone, desa bebas asap pertama di dunia. Simak selengkapnya, yuk!

Desa Bebas Asap di Dunia Ini Ada di Sulawesi Selatan

Semakin Dekat dengan Desa Bone-bone, Desa Bebas Asap Pertama di Dunia!

Sumber: Kemenparekraf

Desa Bone-bone merupakan desa bebas asap pertama di dunia, Parents. Desa ini berada di Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Bila Parents masuk ke desa ini, bersiaplah untuk membaca sejumlah papan peringatan tentang larangan merokok!

Ya, aturan ini bukan hanya berlaku untuk warga desa, tetapi juga para pengunjung dan tamu dari desa ini.

Bahkan, status desa bebas asap pertama di dunia ini menjadi salah satu potensi wisata, lo! Anda akan menemukan berbagai plang yang bertuliskan, “Nikmati Indahnya Pemandangan dan Segarnya Udara Desa Kami.”

Salut sekali, bukan?

Artikel Terkait: Intip Keindahan Tanjung Bira di Sulawesi Selatan yang Bikin Liburan Tak Terlupakan

Aturan yang Diterapkan Pun Bertahap

Bukan tanpa perjuangan lo desa ini berhasil menyabet gelar tersebut. Larangan merokok di desa pertama kali muncul pada tahun 2000 oleh kepala desa saat itu, Muhammad Idris.

Sebagai catatan, 50% penduduk desa tersebut adalah pria dan 70% penduduknya merokok, bahkan anak-anak.

Tingginya jumlah perokok ini diperkirakan menjadi salah satu penyebab kemiskinan di desa ini. Hal ini menghambat perkembangan desa dari segi pendidikan.

Aturan pun dibuat bertahap. Mulai dari larangan menjual rokok hingga denda bagi yang kedapatan merokok.

Tantangan Terbesar Justru Datang dari Perantau

desa bebas asap dunia

Sumber: Kompas TV

Aturan ini baru ditetapkan total pada tahun 2005, Parents. Namun mendapatkan tantangan dari para perantau yang pulang kampung.

Hal ini dikarenakan di luar kampung mereka terbiasa merokok sehingga saat kembali pulang pun masih kedapatan merokok.

Kepala Desa dan perangkat desa lain biasanya menegur dan kemudian memberikan sanksi sosial seperti membersihkan masjid, memperbaiki jalanan yang rusak.

Hasilnya pun tentu menakjubkan. 800 jiwa penduduk Desa Bone-bone tidak lagi merokok! Pantas saja disebut desa bebas asap rokok pertama di dunia!

Artikel Terkait: Bukan Hanya Coto Makassar, Ini 11 Makanan Khas Sulawesi yang Bisa Memanjakan Lidah

Mendapatkan Penghargaan Langsung dari WHO

Kegigihan Muhammad Idris untuk menciptakan desa tanpa rokok ini akhirnya mendapatkan banyak penghargaan baik dari pemerintah daerah maupun pusat.

Tidak main-main, Idris bahkan mendapatkan penghargaan dari WHO.

Selain itu ada pula berbagai institusi dari luar negeri seperti Australia dan Jepang yang menjadikan Desa Bone Bone sebagai tempat penelitian.

Keberhasilan Desa Bone Bone ini juga akhirnya diikuti oleh bupati, camat, dan sejumlah kepala desa lainnya.

Desa Bone Bone sendiri rupanya sudah menjadi desa wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun internasional karena menjadi salah satu penghasil biji kopi arabika terbaik di dunia!

Tertarik untuk mengunjungi desa bebas asap rokok pertama di dunia?

***

Cerita mitra kami
5 Restoran di Hong Kong ini Ramah Muslim & Wajib Banget Dicoba!
5 Restoran di Hong Kong ini Ramah Muslim & Wajib Banget Dicoba!
5 Alasan Wisata Royal Caribbean Cruise Terbaik untuk Keluarga Indonesia
5 Alasan Wisata Royal Caribbean Cruise Terbaik untuk Keluarga Indonesia
Meriahkan Nataru Bersama Keluarga, Ini Kegiatan Seru di Kota Kasablanka yang Wajib Dicoba!
Meriahkan Nataru Bersama Keluarga, Ini Kegiatan Seru di Kota Kasablanka yang Wajib Dicoba!
Penting! Ini Faktor yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Mobil Keluarga
Penting! Ini Faktor yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Mobil Keluarga

Baca Juga:

Disebut Raja Ampatnya Sulawesi, Intip Keindahan Pulau Sombori

Pakaian Adat Sulawesi Selatan dari Baju Bodo Sampai Baju Bella

8 Potret Rumah Arie Kriting di Sulawesi Tenggara, Luas dan Asri

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adismara Putri

  • Halaman Depan
  • /
  • Travel
  • /
  • Semakin Dekat dengan Desa Bone-bone, Desa Bebas Asap Pertama di Dunia!
Bagikan:
  • 15 Tempat Wisata di Jakarta yang Lagi Hits, Wajib Dikunjungi!

    15 Tempat Wisata di Jakarta yang Lagi Hits, Wajib Dikunjungi!

  • 30 Oleh-oleh Khas Jakarta yang Legendaris dan Kekinian

    30 Oleh-oleh Khas Jakarta yang Legendaris dan Kekinian

  • 35 Tempat Wisata Anak di Bandung Murah dan Populer

    35 Tempat Wisata Anak di Bandung Murah dan Populer

  • 15 Tempat Wisata di Jakarta yang Lagi Hits, Wajib Dikunjungi!

    15 Tempat Wisata di Jakarta yang Lagi Hits, Wajib Dikunjungi!

  • 30 Oleh-oleh Khas Jakarta yang Legendaris dan Kekinian

    30 Oleh-oleh Khas Jakarta yang Legendaris dan Kekinian

  • 35 Tempat Wisata Anak di Bandung Murah dan Populer

    35 Tempat Wisata Anak di Bandung Murah dan Populer

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti