TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Psikolog : "Jangan Lakukan Ini saat Bertengkar dengan Pasangan"

Bacaan 3 menit
Psikolog : "Jangan Lakukan Ini saat Bertengkar dengan Pasangan"

Jangan sampai salah, ternyata inilah contoh komunikasi yang baik untuk mencegah konflik yang berkepanjangan,.

Marah, kesal, kecewa dengan pasangan bahkan sampai berujung dengan pertengkaran? Wajar saja, kok. Hal yang perlu dilakukan adalah mencari tahu bagaimana cara mengomunikasikannya. Dalam hal ini Verauli, selaku psikolog keluarga ‘membocorkan’ contoh komunikasi yang baik saat berselisih paham dengan pasangan.

Hal ini tentu saja penting untuk diketahui untuk mencegah konflik yang terjadi kian memanas. Apalagi, seperti yang dikatakan psikolog anak dan keluarga yang praktik di RS. Pondok Indah, ada beberapa aksi-aksi yang tidak tepat dilakukan bahkan dapat merusak hubungan dengan sangat cepat namun masih sering dilakukan. 

Aksi seperti apa saja? 

Contoh komunikasi yang baik saat bertengkar dengan pasangan

contoh komunikasi yang baik

1. Tidak melakukan silent treatment

“Salah satunya adalah silent treatment, ketika Anda bertengkar dengan pasangan, jangan lakukan aksi ini,” ungkap Verauli.

Yang dimaksud dengan silent treatment adalah aksi mendiamkan pasangan seolah menjadi tembok atau stonewalling. 

Oleh karena itu, seberat apapum konflik yang sedang dihadapi, bicarakanlah secara terbuka sehingga satu sama lain bisa mengetahui harapan dan keinginan masing-masing. Termasuk kesulitan atau hambatan yang sedang dialami.

Psikolog : Jangan Lakukan Ini saat Bertengkar dengan Pasangan

Mendiamkan pasangan, sama artinya membiarkan masalah atau konflik yang sedang dihadapi terjadi berlarut-larut tanpa mengetahui bagaimana jalan keluarnya. Lagi pula, jika tidak dibicarakan secara terbuka bagaimana pasangan bisa mengetahuinya? Ingat, Anda ataupun pasangan tentu saja sama-sama tidak memiliki kemampuan untuk membaca pikiran.

“Membangun tembok pada pasangan adalah aksi yang paling kejam dalam pertengkaran. Jadi pastikan saat bertengkar, Anda tidak menemboki pasangan, ketika bertengkar Anda juga tidak menjadi begitu dzolim padanya,” ungkap Verauli.

2. Tidak menyerang pasangan

contoh komunikasi yang baik

Poin penting lainnya yang diingatkan oleh Verauli adalah usahakan untuk tidak menyerang pasangan saat bertengkar. Tak hanya secara fisik, namun juga secara verbal, lewat ucapan atau kalimat yang dilontarkan.

Menyerang pasangan saat bertengkar menurut Verauli, adalah saat memberikan kritikan yang sangat tajam, menghina, merendahkan, hingga sarkas.

Dikatakan olehnya, mengucapkan pernyataan-pernyataan tersebut sangat buruk, bahkan hal ini termasuk tindakan abusive pada pasangan, karena bisa merusak, melukai atau mencelakai. “Jadi, sebisa mungkin menghindarinya, ucapnya.

Psikolog : Jangan Lakukan Ini saat Bertengkar dengan Pasangan

“Aksi abusive ini tentu saja perlu dihindari karena akan merusak hubungan dalam jangka waktu yang panjang, jadi jangan lakukan hal ini pada pasangan,” terang Verauli.

Faktanya sebanyak 80% laki-laki kerap melakukan tindakan hal ini saat bertengkar. Sehingga tak ada salahnya jika saling mengingatkan untuk tidak melakukannya saat bertengkar.

Sementara dalam laman Psychology Today, Psikolog Nikola Overall dan James McNulty telah mempelajari strategi komunikasi yang digunakan ketika berhadapan dengan konflik, dan mereka juga menindaklanjuti dengan melihat apakah masalah akhirnya dapat diselesaikan atau tidak.

Pendekatan Terbaik untuk Menyelesaikan Konflik

Psikolog : Jangan Lakukan Ini saat Bertengkar dengan Pasangan

Secara keseluruhan dan McNulty berpendapat bahwa pendekatan terbaik untuk digunakan tergantung pada empat faktor.

  • Perlunya perubahan: Masalah yang mengancam kelanjutan hubungan, seperti perselingkuhan atau kurangnya keintiman, perlu didekati dengan sangat berbeda.
  • Kemungkinan perubahan: Tidak ada gunanya mengkonfrontasi pasangan Anda tentang masalah yang di luar kendali mereka. Misalnya, suami Anda benar-benar tidak dapat melakukan apa pun tentang dengkurannya, jadi jangan mengeluh. Lebih baik, sama-sama mencari solusinya, misalnya mencari pengobatan untuknya.
  • Motivasi: Sebelum Anda menyelesaikan masalah dengan pasangan, pertimbangkan baik-baik apa yang membuat Anda benar-benar kesal.
  • Kerentanan pasangan: Ketika kedua pasangan memiliki tekad emosional untuk menyelesaikan masalah, diskusi langsung tentang masalah biasanya merupakan pendekatan terbaik. Namun, jika Anda tahu pasangan Anda cenderung bertindak defensif ketika ditantang, Anda harus menggunakan pendekatan tidak langsung. Demikian juga, jika pasangan Anda mengalami depresi, ia mungkin merasa tidak mampu melakukan perubahan dari sudut pandang Anda, tidak tampak sulit.

Bun, ingat-ingat hal ini selalu ya, agar pertengkaran tidak berlangsung lama.

 

Referensi: Youtube Roslina Verauli, Pysichology Today

 

Baca juga: 

Suami, ternyata ini alasan para istri mudah emosi sepanjang hari

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Afifah

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Pernikahan
  • /
  • Psikolog : "Jangan Lakukan Ini saat Bertengkar dengan Pasangan"
Bagikan:
  • 50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

    50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • 12 Cara 'Memainkan' Miss V dan U-Spot yang Bikin Perempuan Melayang

    12 Cara 'Memainkan' Miss V dan U-Spot yang Bikin Perempuan Melayang

  • 50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

    50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • 12 Cara 'Memainkan' Miss V dan U-Spot yang Bikin Perempuan Melayang

    12 Cara 'Memainkan' Miss V dan U-Spot yang Bikin Perempuan Melayang

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti