Rekaman CCTV Tayangkan Perlakuan Kasar Baby Sitter Terhadap Bayi di Surabaya

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Perlakukan kasar baby sitter ini membuat kita jadi lebih berhati-hati memilih pengasuh untuk anak kita? Jessica berbagi pengalaman buruknya pada kita semua.

Jessica tak menyangka bahwa anaknya akan mendapat perlakuan kasar suster atau baby sitter yang ia pekerjaan. Jika tak melihat dengan mata kepala sendiri lewat video rekaman CCTV di rumahnya, mungkin ia tak akan pernah tahu kejadian sebenarnya.

Padahal, ibu asal Surabaya ini sudah merasa sangat cocok dengan baby sitter yang telah bekerja padanya selama 3 bulan ini. Apalagi ia sudah bekerja sejak pertama kali bayinya lahir.

“Saya sudah merasa cocok dan suster kelihatan sayang sama anak saya,” tuturnya kepada penulis theAsianParent.

Namun, saat ia mengecek kamera CCTV kamar bayinya, air matanya tak dapat dibendung lagi. Ia merasa sangat kecewa, marah, dan sedih bahwa anaknya diperlakukan sekasar itu.

Dari tayangan CCTV itu, terlihat bahwa suster tersebut mengguncang-guncangkan tubuh bayinya yang berusia 3 bulan dengan sangat kasar. Padahal, leher bayi usia itu masih rentan terhadap guncangan.

Jessica mengaku lalai karena tidak mengecek CCTV rumahnya selama dua bulan. Pasalnya, saat satu bulan pertama, CCTV memperlihatkan bahwa baby sitter tersebut tampak sangat sayang pada anaknya.

Anaknya sering diajak main, diselimuti, dan diciumi. Apalagi saat itu ada mama Jessica di rumah.

“Tapi saat itu saya merasa bahwa perasaan saya tak enak. Akhirnya saya mengecek CCTV. Dia bawa HPnya di dalam kamar anak. Saya telpon berkali-kali HPnya hanya dilihat saja,” ungkapnya kesal. Ia melanjutkan, “Padahal dia tahu ada CCTV di kamar. Mungkin dia mengira bahwa selama ini ia sudah lolos dari pantauan CCTV sehingga dia pikir saya tidak akan cek CCTVnya.”

Padahal, kepergiannya dari rumah hanya 2 jam saja. Ia pergi pukul 6 sore dan pulang pukul 8 malam. Sedangkan, kejadian berlangsung pada pukul 7 malam.

Selama ini, Jessica menugaskan susternya untuk memandikan anaknya pada pagi dan sore. Sedangkan, urusan menjaga anak sepenuhnya hanya jika ia sedang keluar rumah.

“Saya adalah ibu yang bekerja dari rumah. Biasanya anak kalau tidur siang dan malam selalu sama saya. Tugas suster hanya memandikan saja, tidak capek sama sekali,” jelasnya.

Begitu tahu bahwa suster melakukan hal tersebut, ia langsung mengadukannya kepada agen penyedia jasa suster. Namun, agennya mengatakan bahwa kejadian tersebut tidak bisa dipolisikan.

“Katanya kalau cuma mau nakut-nakuti, susternya bisa dipenjara selama dua hari saja,” ujarnya menirukan perkataan agen.

Saat ia dan suaminya pulang, suami langsung tunjukkan video CCTV tersebut pada susternya. Namun, ia merasakan ada hal aneh yang terjadi.

“Biasanya suami saya nggak seperti ini. Saat itu suami entah kenapa tidak bisa marah. Saya juga malah nangis-nangis. Tidak bisa bentak atau balas kasari susternya. Apa mungkin efek jimatnya saya juga tidak tahu.”

Karena keanehan itulah, ia dan suami tak ingin melakukan upaya hukum pada suster tersebut. Ia takut jika bayinya akan kena ilmu magis tertentu karena susternya berasal dari desa.

Suster tersebut lantas dengan entengnya hanya minta maaf biasa saja, “dia hanya bilang, ‘sorry sorry Ko’, sorry Ci…’

Malam itu juga, suster tersebut meninggalkan rumah mereka.

Peringatan untuk para orangtua

Demi kewaspadaan para orangtua lainnya, ia membagikan rekaman CCTV tersebut kepada lebih dari 10.000 followernya di Instagram @jessicaleelay. Kini, ia jadi lebih selektif dan hati-hati lagi dalam mempercayai orang lain untuk menjaga anaknya.

Jessica juga berbagi tips kepada para orangtua lainnya yang mempekerjakan suster pengasuh anak. Berikut tips darinya:

1. Periksa tas

Periksa tas suster penjaga bayi yang akan bekerja pada kita. Misalnya, adakah obat-obatan di tasnya. Jika suster sakit, sebaiknya kitalah yang sediakan obat untuk suster, sehingga suster tidak mengonsumsi obat yang kita tidak tahu efeknya apa saat sedang menjaga anak kita.

2. Cek CCTV

Rutinlah mengecek CCTV di rumah. Ia mengingatkan pada para orangtua agar tidak mengulangi kesalahannya yang memiliki CCTV di sudut rumah tapi tak pernah mengeceknya.

3. Jangan tinggalkan suster berdua dengan anak

Sekalipun bertugas untuk menjaga anak, kita pun harus tetap menjaga kinerja suster tersebut. Jangan sampai meninggalkan anak berdua saja dengan suster.

Kalau ingin pergi meninggalkan anak untuk dijagai suster, usahakan agar mengantarkan suster ke rumah orangtua/mertua/kerabat kita dulu agar anak tidak mengalami tidak perlu mengalami perlakuan kasar baby sitter.

Sebaik apapun kelihatannya suster di depan kita, hatinya siapa yang tahu. Tidak boleh lengah sama sekali, apalagi bagi ibu yang bekerja.

4. Doa

“Doa, doa, dan doa terus agar Tuhan menjaga anak kita. Tuhan masih baik karna Dialah yang menggerakkan saya saat itu untuk mengecek CCTV,” tutupnya.

Hari ini (02/03/2017), sebagai kehati-hatian, Jessica berniat untuk melakukan USG kepala pada anaknya. Karena tidak ada luka luar apapun yang dapat terlihat.

Peristiwa ini jadi peringatan pada para orangtua untuk tidak mempercayai sepenuhnya suster yang menjaga anak-anak. Jika suster yang dapat diawasi lewat CCTV ini saja bisa melakukan tindakan tersebut, bagaimana dengan yang tanpa diawasi oleh CCTV.

Semoga kita jadi lebih berhati-hati ya, Parents. Jangan sampai peristiwa perlakuan kasar baby sitter ini dialami oleh kita.

 

Baca juga:

Ini Perlunya Kamera CCTV… Bisa Rekam Kelakuan Keji Babysitter

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Berita Video edukatif