TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Bukan wanita karir lagi

Bacaan 3 menit
Bukan wanita karir lagi

Kehamilan merupakan hadiah dari yang Maha Kuasa untuk setiap pasangan disaat waktu yang tepat.

Ya, aku dan suami mengikat janji saat itu di akhir bulan Mei. Suatu ketika selang sebulan, saat aku akan bekerja betapa terkejutnya karena aku melihat darah yang ada dilantai mengikuti langkah ku berjalan. Kebetulan saat itu aku telat sudah seminggu. Alhasil, aku izin dan segera periksa ke rumah sakit. Saat itu masih suasana covid, aku ke IGD dan hanya boleh ada 1 pendamping, ya suamiku seorang. Setelah aku tes urine dan cek kehamilan, bidan menyatakan hasil lab negatif namun aku diminta untuk cek usg. Waktu sudah teramat siang dan di RS tersebut ternyata jadwal usg ada di sore hari dan belum pasti. Maka dari itu, aku dan suami mencoba berkelana mencari klinik atau bidan yang ada usg dan dokter jaganya. Setelah kita muter kesana kesini dan akhirnya kita memutuskan di salah satu bidan yang ada dokter kandunganya. Saat melakukan pengecekkan dokter hanya menginformasikan bahwa rahim masih kosong namun ada pelebaran dinding rahim, maka dari itu untuk aroma dari darah pun berbeda seperti haid. Kami pun pulang dengan membawa hasil usg yang masih belum terisi apapun didalam rahim ini.

Bulan Agustus pun datang, aku ingat sekali saat itu di tanggal belasan. Pagi hari aku coba cek kehamilan dan hasilnya sudah jelas garis II, karena sudah telat juga 2 minggu, ya di tanggal 15 tersebut bertepatan dengan vaksin pertama. Aku yang tadinya ragu karena khawatir sedang hamil pun tetap melaksanakannya karena ingin dapat cuti kerjaan dan aku masih santai juga karena perubahan hormon aku yang belum signifikan.

Sebulan berlalu dan benar saja aku belum haid, aku masih tetap bekerja dan kebetulan selalu WFH. Saat itu, kejadian pun tiba, ketika aku mau buang air kecil selalu ada flek keluar walau tidak banyak tapi selalu ada. Aku pun berniat ketika libur kerja akan cek kehamilan dan benar ternyata kehamilan ku sudah 6 minggu yang terlihat masih kantong dalam usg tersebut. Betapa bahagianya, namun ada kekhawatiran didalamnya karena dokter menginfokan ini hasilnya belum tentu berhasil bisa juga tidak berkembang. Jadi, bulan depan kita diminta untuk kontrol kembali.

Aku pun menginformasikan kepada dokter bahwa saat buang air kecil ada flek keluar dan alhasil aku diberikan obat penguat janin dan tidak boleh terlalu lelah beraktivitas.

Beberapa hari kemudian dengan intensitas pekerjaan aku yang tidak memungkinkan untuk beranjak dari tempat duduk, karena pekerjaan aku yang mengharuskan selalu depan laptop, ini membuat pergerakan tubuh semakin sedikit karena duduk dalam waktu yang cukup lama.

Masih kuat tubuh ini bertahan dan saat itu merupakan puncak dari pertahanan. Kondisi sudah tidak memungkinkan untuk bekerja, ditambah tingkat stress dari pekerjaan yang juga mendukung hormon dari ibu hamil muda ini tidak terkontrol. Mual yang mengharuskan aku bulak balik ke kamar mandi, tapi ini pun sebenarnya tidak diperbolehkan dalam pekerjaan aku. Akhirnya aku menyiapkan kantong plastik untuk persiapan ketika merasa mual.

Setelah berjalan 2 atau 3 minggu ini, sudah tidak ada daya dan upaya yang aku rasakan, dengan banyak pertimbangan dan izin dari suami serta keluarga saat itu juga aku mengundurkan diri dari pekerjaanku secara mendadak, dan sebenarnya pun aku sudah disarankan untuk bedrest oleh dokter.

Aku berharap ini merupakan keputusan yang tepat, walau bagaimana pun anak adalah suatu titipan dan anugrah. Bekerja atau tidak, aku selalu percaya Allah sudah menyiapkan rezeki untuk sang anak kelak dengan cara apapun dan bagaimanapun. Berat rasanya meninggalkan rutinitas ini, namun aku yakin dengan kehidupan baru yang sudah didepan mata, harus siap diajalani dan disyukuri dengan doa, semoga selalu dipermudah dan diperlancar semuanya. Amiiiiin.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

nur farida

  • Halaman Depan
  • /
  • Kisah Nyata Kehamilan
  • /
  • Bukan wanita karir lagi
Bagikan:
  • Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

    Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

  • Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

    Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

  • Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

    Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

  • Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

    Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

  • Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

    Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

  • Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

    Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti