TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kisah Nyata:"Berjuang di Meja Operasi Antara Hidup dan Mati Demi Bayiku"

Bacaan 3 menit
Kisah Nyata:"Berjuang di Meja Operasi Antara Hidup dan Mati Demi Bayiku"

Pandangan dan informasi yang diceritakan di dalam artikel ini merupakan pendapat penulis dan belum tentu didukung oleh theAsianparent atau afiliasinya. TheAsianparent dan afiliasinya tidak bertanggung jawab atas konten di dalam artikel atau tidak bisa diminta pertanggungjawaban untuk kerusakan langsung atau tidak langsung yang mungkin diakibatkan oleh konten ini.

Kehamilan pertama merupakan pengalaman pertama seorang ibu, dari mulai menjalani kehamilannya selama sembilan bulan hingga menyambut sang buah hati. Begitu pula dengan kami pasangan muda yang menantikan kehadiran anak pertama kami meski harus berjuang di meja operasi antara hidup dan mati.

Dari awal pemeriksaan kehamilan tidak ada ada yamg perlu dikhawatirkan, hanya memang bayi kami pernah dengan posisi sungsang saat usia kandungan 32 minggu. Pada saat menginjak usia 36 minggu bayi kami sudah kembali normal yaitu kepala berada dibawah, namun belum masuk ke panggul.

Kisah Nyata:Berjuang di Meja Operasi Antara Hidup dan Mati Demi Bayiku

Saya rutin melakukan senam hamil dan aktivitas-aktivitas yang disarankan untuk mempercepat persalinan. Namun kami menunggu hingga usia kehamilan 41 minggu belum ada tanda-tanda persalinan. Lalu kontrol yang terakhir dokter memutuskan untuk dilakukan operasi caesar saja.

Tanpa berpikir panjang lagi kami langsung approve saran dokter tersebut. Dan kami langsung mengurus persyaratan rawat inap saat itu juga.

Kisah Nyata:Berjuang di Meja Operasi Antara Hidup dan Mati Demi Bayiku

Pada akhirnya jam 21.00 saya dibawa ke ruang bersalin untuk menjalani beberapa pemeriksaan sebagai persiapan operasi esok hari. Karena se dari sore saya belum makan, maka diruang bersalin saya menyempatkan untuk makan terlebih dahulu.

Setelah pemeriksaan CTG, hasilnya detak jantung bayi kami sudah melemah, maka dokter memutuskan untuk dilakukan operasi malam itu juga. Kaget bukan main, perasaan bercampur aduk sampai saya mengalami sesak nafas dan harus memakai oksigen.

Saya Siap Berjuang di meja operasi

Kisah Nyata:Berjuang di Meja Operasi Antara Hidup dan Mati Demi Bayiku

Setelah semua sudah disiapkan lalu saya dibawa ke ruang persiapan operasi, disana saya dan suami saya dipertemukan dengan dokter anestesi yang akan mendampingi saya saat operasi nanti.

Dokter menjelaskan beberapa resiko yang dapat terjadi pada operasi emergency ini (saya tidak melakukan puasa, bahkan baru selesai makan) dengan resiko terburuk adalah nyawa saya dan bayi kami.

Sudah tidak bisa digambarkan lagi bagaimana perasaan saya waktu itu, namun suami saya mencoba menenangkan saya lalu kami berdua berserah kepada Tuhan dan meminta yang terbaik untuk kami.

Tak lama setelah itu saya langsung dibawa ke meja operasi, lalu dilakukan pembiusan melalui tulang belakang dan persiapan lainnya.

Kisah Nyata:Berjuang di Meja Operasi Antara Hidup dan Mati Demi Bayiku

Setelah dokter kandungan datang operasi segera dilakukan. Karena tidak didampingi suami saya memang agak panik, sampai saya mengalami mual dan sesak nafas saat operasi berlangsung. Saya hanya berdoa dalam hati supaya kami berdua bisa berjuang bersama dan sehat selamat.

Akhirnya setelah perjuangan panjang pukul 23.00 putri pertama kami lahir dengan selamat dan sempurna tanpa ada kekurangan apa pun. Saya sangat amat lega dan lebih tenang saat menyelesaikan operasi ini.

Ini adalah pengalaman berjuang di meja operasi yang tak terlupakan bagi kami, dimana kami masih ditolong dan diselamatkan oleh Tuhan melalui tangan-tangan para tenaga medis.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

cicilia gita

  • Halaman Depan
  • /
  • Kisah Nyata Kehamilan
  • /
  • Kisah Nyata:"Berjuang di Meja Operasi Antara Hidup dan Mati Demi Bayiku"
Bagikan:
  • Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

    Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

  • Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

    Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

  • Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

    Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

  • Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

    Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

  • Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

    Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

  • Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

    Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti