Peringatan Dokter: Orang Tua Jangan Naik Perosotan Bareng Anak! Ini Bahayanya

Perosotan adalah salah satu mainan favorit anak, karena meluncur dari atas ke bawah bisa memacu adrenalin mereka. Tapi Parents harus waspada akan bahaya bermain perosotan pada anak.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Papan perosotan anak adalah salah satu permainan yang sangat disukai di arena bermain anak. Jika Anda sekeluarga bermain ke playground yang menyediakan perosotan, pasti anak-anak akan minta main itu. Tetapi, Parents harus tahu bahwa naik perosotan bersama anak bisa membahayakan mereka. Hindari bahaya bermain perosotan dengan cara orangtua tidak ikut main bersama mereka.

Artikel terkait: Anak 3 tahun cedera parah saat bermain trampolin, peringatan keras bagi orangtua

Bahaya naik perosotan bersama anak

Bahaya bermain perosotan lebih tinggi jika anak mengenakan sepatu berbahan karet.

Apabila saat bermain perosotan, anak menggunakan sepatu atau sandal berbahan karet. Risiko cedera semakin tinggi. Karena karet menyebabkan proses meluncur menjadi terhambat, sehingga berisiko membuat anak terjungkal.

Terlebih lagi, jika anak meluncur bersama orangtua di belakangnya. Membuat berat badan orangtua bertumpu pada anak, dan bisa menyebabkan kecelakaan serius.

Dr. Diane Arnaout, seorang dokter anak di Cook Children’s Health Care System mengatakan, “Jika ada bagian sepatu anak yang melekat di papan perosotan, ditambah berat badan orangtua yang menekan ke bawah. Bisa menyebabkan kaki anak terkilir, atau retak bahkan patah tulang kaki.”

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Luka yang kemungkinan dialami anak ialah patah tulang kering, yang umum terjadi. Risiko cedera lebih tinggi jika anak meluncur di perosotan bersama orangtua, dibandingkan sendirian.

Dr. Arnaout merujuk pada sebuah penelitian yang menyebut, 14% cedera tulang kering pada anak disebabkan oleh bermain perosotan bersama orangtua. Studi ini juga mengungkap, anak yang cedera karena bahaya bermain perosotan rata-rata berusia di bawah umur 3 tahun. Dan saat bermain perosotan berada di pangkuan orangtua.

Cara mengobati dan menghindari bahaya bermain perosotan

Bahaya bermain perosotan bisa membuat anak cedera hingga patah kaki.

The New York Times menyebut, cedera tulang kering yang diakibatkan bermain perosotan, seringkali tidak segera disadari oleh orangtua.

Anak mungkin akan mengeluh kesakitan sebelum orangtua mengetahui bahwa si anak mengalami cedera. Retak atau patah tulang kering ini, biasanya dirawat dengan diberikan gips dari mata kaki hingga lutut.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Dalam kebanyakan kasus, operasi tidak diperlukan. Karena biasanya anak akan sembuh setelah 4-6 minggu tanpa efek samping jangka panjang.

Mungkin orangtua akan sulit menghadapi anak yang diharuskan diam selama memakai gips selama sebulan lebih. Apalagi jika dia termasuk anak yang akti.

Biasanya, orangtua ikut bermain perosotan bersama anak karena ingin memastikan anak tidak cedera. Namun, tanpa sadar malah meningkatkan bahaya bermain perosotan itu sendiri.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Orangtua sebaiknya menunggu di bawah saat anak main perosotan

Oleh sebab itu, untuk mencegah dan mengurangi risiko anak terkena patah kaki atau cedera saat bermain perosotan. Sebaiknya orangtua membiarkan anak meluncur sendiri. Dan menunggu di bawah perosotan, untuk menangkap tubuh anak sebelum dia jatuh ke tanah. Atau memegang tubuh anak dari samping, untuk memastikan dia selamat.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Jadi Parents, mulai sekarang hindari bermain perosotan bersama anak. Biarkan dia meluncur sendiri dengan senang. Anda tinggal mengawasinya dari dekat.

Semoga bermanfaat.

 

Baca juga:

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Parents, Waspadai Pintu Putar Otomatis yang Bisa Berbahaya Bagi Anak

Penulis

Fitriyani