Memahami Berbagai Istilah pada Produk Perawatan Kulit Bayi

lead image

Memahami istilah pada produk perawatan kulit bayi akan mempermudah kita untuk menemukan produk paling tepat untuk buah hati kita

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2013/11/bayi mandi.jpg Memahami Berbagai Istilah pada Produk Perawatan Kulit Bayi

Bingung memilih produk perawatan kulit bayi? Pahami dulu label tambahan pada kemasan produknya sebelum memutuskan produk tersebut baik bagi buah hati kita

Saat memilih produk perawatan kulit bayi, tentulah kita sering membaca beberapa istilah seperti 100% aman, dermatologi tested dan masih banyak lagi. Namun pahamkah parents, apa arti dari pelbagai istilah tersebut?

Beberapa istilah memang ditujukan untuk menarik konsumen, namun yang lain memang bertujuan untuk memberikan jaminan atas produknya. Dan berikut adalah beberapa istilah yang banyak dipakai dalam produk perawatan kulit bayi.

1. Baby Organic Product

Pernah mendengar istilah seperti diatas? Yakinkah Parents, bahwa produk tersebut 100% terbuat dari bahan organik?

Produk organik adalah produk yang selama proses penanaman dan pengolahannya bebas dari bahan-bahan kimia. Untuk dapat menggunakan label organik, sebuah produk harus memiliki sertifikat (dan diberikan oleh pihak ketiga) yang menyatakan bahwa produk tersebut paling sedikit mengandung 95% produk organik.

Sisa bahan lain (agar menjadi 100%) yang ditambahkan pun tidak boleh berupa produk  transgenik, mengandung bahan toksik seperti insektisida, pestisida, herbisida; juga aneka bahan lain yang dapat merusak lingkungan.

2. Made with Organic

Istilah ini berbeda dengan istilah pada nomor 1. Made with Organic berarti kandungan bahan organik pada bahan tersebut adalah 70%.

3. Natural

Produk dengan label natural sebetulnya membingungkan. Karena ada beberapa bahan kimia yang digunakan pada produk perawatan kulit bayi juga merupakan turunan dari ekstrak tanaman. Dan sering disebut dengan natural-based atau natural source; namun tidak 100% natural.

Pada kenyataannya, komposisi 100% natural juga belum tentu aman. Sebagai contoh, Aloe Vera gel yang merupakan ekstrak dari lidah buaya, mengandung sejumlah minyak yang dapat mengiritasi kulit.

Namun, Aloe Vera gel yang telah dipurifikasi dan hilang kandungan minyaknya, aman dan sangat baik untuk produk perawatan kulit. Hanya saja, apakah kemudian produk ini dapat disebut 100% natural? Silahkan Parents yang memutuskan.

4. Chemical Free

Sebetulnya istilah ini juga sangat absurd. Hampir seluruh materi di alam ini dapat disebut sebagai bahan kimia. Bukankah garam, gula dan air pun sebetulnya juga bahan kimia, tepatnya kimia organik.

Sepertinya istilah ini banyak di salah gunakan oleh para marketer untuk mengelabui konsumen tentang kandungan produk mereka. Bahan kimia seperti SLS, Formaldehyde, dan DMDM hidantoin merupakan bahan kimia yang dapat menimbulkan iritasi bila terdapat pada produk perawatan kulit bayi.

5. Plant-Based

Plant based adalah produk perawatan yang dibuat menggunakan bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan. Istilah ini kadang juga disama artikan dengan plant-derived.

 

6. Vegan/ animal free

Dari istilahnya kita sudah dapat menduga bahwa produk ini terbuat dari aneka bahan yang benar-benar bebas dari produk hewan, seperti susu (dan turunannya) yang biasa dicampurkan pada aneka produk kosmetik atau perawatan kulit.

Produk semacam ini biasanya juga tidak di uji cobakan pada hewan. Jadi, bagi para pemerhati lingkungan dan hewan, produk seperti ini tentunya juga merupakan daya tarik tersendiri.

7. Fragrance free

Fragrance free artinya bebas dari pengharum buatan jenis apa pun. Seperti kita ketahui, pewangi atau pengharum sangatlah mudah mengiritasi kulit bayi. Pengharum pada aneka kosmetik biasanya berupa produk sintetik yang dapat memicu asma, iritasi kulit dan aneka gangguan kesehatan lain.

8. Preservative free

Produk perawatan kulit bayi dengan label seperti ini bisa jadi malah berbahaya, terlebih bila produk tersebut dibuat dari bahan-bahan esktrak alami. Bahan natural sangat sulit bertahan lama tanpa menggunakan bahan pengawet tambahan. Bakteri, jamur, kapang adalah beberapa mikroorganisme yang dapat dengan mudah tumbuh pada produk-produk tersebut.

Jadi apakah produk natural harus menggunakan preservative? Tentu saja. Namun harus bahan preservative dari alam, contohnya adalah ekstrak citrus dan kimchi.

9. Gluten Free

Gluten banyak ditemukan pada produk-produk yang berasal dari terigu, barley, dan gandum hitam. Gluten dapat memicu reaksi alergi pada beberapa bayi. Aveena Sativa (oat) biasanya telah terkontaminasi dengan gluten.

Jadi, Parents perlu berhati-hati membaca ingridients pada produk perawatan kulit si kecil. Hasil penelitian akhir-akhir ini telah melaporkan bahwa reaksi alergi gluten semakin banyak terjadi pada bayi. Kira-kira 1 dari 3 bayi pada saat ini ditemukan sangat reakti terhadap gluten.

Lalu, produk dari bahan apa yang terbaik untuk bayi?

Adakah produk perawatan kulit bayi yang terbaik?

Pada prinsipnya, bayi tidak membutuhkan aneka kosmetik untuk kulitnya. Bayi terlahir dengan kelembapan kulit yang memadai.

Namun, penggunaan sabun seringkali membuat kulit bayi menjadi sedikit lebih kering, sehingga, lotion atau pelembap lainnya diperlukan untuk mempertahankan kelembaban kulit. Jadi, selama tidak berlebihan penggunaannya, produk perawatan kulit bayi masih boleh digunakan.

Pilihlah dari bahan yang telah teruji kelembutannya secara klinis. Sebisa mungkin pilihlah dari bahan yang tidak akan menimbulkan alergi, dan bebas dari bahan kimia buatan. Perhatikan pula tanggal pembuatan dan kadaluwarsanya. Beberapa produk organik atau natural biasanya mencamtumkan tanggal kadaluarsanya per tanggal produk dibuka.

Baca juga artikel menarik ini :

  1. Perlengkapan Bayi yang Tidak Perlu
  2. Tips Berhemat Belanja Perlengkapan Bayi
  3. Daftar Perlengkapan Bayi Baru Lahir

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.