TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Anak Palestina Jadi Korban Perang, Menteri Pendidikan Gaza Akhiri Tahun Ajaran

Bacaan 4 menit
Anak Palestina Jadi Korban Perang, Menteri Pendidikan Gaza Akhiri Tahun Ajaran

Menteri Pendidikan membuat kebijakan yang memilukan.

Eskalasi konflik yang terus memanas antara Israel dan Palestina mengakibatkan korban sipil terus berjatuhan. Mirisnya, perempuan dan anak menjadi target empuk milisi Israel. Kondisi anak Palestina korban perang sungguh memprihatinkan.

Hal ini bahkan membuat Menteri Pendidikan Palestina membuat kebijakan baru yang memilukan. Ia memutuskan menutup tahun ajaran terbaru tahun ini.

Anak Palestina Korban Perang

Anak Palestina Korban Perang

RAFAH, GAZA – OCTOBER 22: Relatives of the Palestinians who lost their lives mourn as the bodies are carried for burial from the En-Neccar Hospital morgue in Rafah, Gaza on October 22, 2023. (Photo by Abed Rahim Khatib/Anadolu via Getty Images)

Jumlah korban meninggal dunia akibat perang antara milisi Hamas Palestina dengan Israel meningkat menjadi lebih dari 8.700 orang sejak konflik pecah 7 Oktober lalu.

Jumat (27/10), Juru Bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf al-Qedra melaporkan, warga Palestina yang meninggal dunia imbas perang mencapai 7.326 jiwa. Dari total tersebut, sebanyak 3.038 di antaranya adalah anak-anak.

“Jumlah korban akibat agresi Israel di Jalur Gaza telah mencapai 7.326 orang. Termasuk 3.038 anak-anak, 1.726 perempuan, dan 414 orang lanjut usia,” demikian data mengutip Anadolu Ajansi, Jumat (27/10). Sementara itu, sebanyak 18.484 warga Gaza mengalami luka-luka akibat perang.

Akibat 41 pembantaian dalam beberapa jam terakhir mengakibatkan 298 orang meninggal.

“Sebagian besar dari mereka mengungsi ke Jalur Gaza selatan, yang menurut Israel aman,” ucapnya.

Lebih lanjut, Al-Qedra juga mengaku menerima laporan 1.700 orang hilang, 940 anak-anak masih tertimbun reruntuhan, 104 petugas medis gugur. Bahkan, 25 ambulans tak lagi berfungsi karena serangan Israel.

“Pendudukan Israel dengan sengaja menargetkan 57 institusi kesehatan, 12 rumah sakit serta 32 pusat perawatan primer tidak berfungsi sebagai akibat dari penargetan maupun kegagalan dalam mendatangkan [bantuan] bahan bakar,” kata al-Qedra.

Sejak konflik memanas, anak memang menjadi korban perang paling masif. Salah satu lembaga swadaya masyarakat yang fokus isu anak-anak, Defense for Children International-Palestine (DCIP), menyatakan setiap 15 menit satu anak meninggal imbas gempuran Israel di Gaza.

“Kami menyaksikan genosida setiap waktu,” kata juru bicara DCIP, dikutip dari Al Jazeera. Banyaknya korban dari anak-anak Palestina membuat Menteri Pendidikan Gaza mengumumkan tahun pelajaran 2023/2024 telah berakhir karena seluruh siswa telah terbunuh.

Artikel terkait: Cerita Bella Hadid Dijauhi Temannya karena Vokal Dukung Palestina

Anak Palestina Dipasangkan Gelang Agar Mudah Dikenali

Anak Palestina Korban Perang

Banyaknya korban membuat pemakaman massal menjadi hal lumrah di Palestina. Agar mudah mengenali anggota keluarga yang meninggal atau hilang, banyak keluarga membuat gelang khusus.

Salah satunya keluarga El-Daba mengurangi risiko terkena serangan Israel selama pemboman terberat yang pernah terjadi di Gaza.

Tak hanya gelang, anak-anak Palestina berinisiatif menulis namanya di tangan dan kaki untuk tujuan yang sama. Agar mudah dikenali jika terbunuh dalam serangan rudal yang dilancarkan Israel.

Israel melancarkan serangan udara setelah militan Hamas menyerang kota-kota Israel pada 7 Oktober dalam serangan yang menewaskan 1.400 orang dan menyandera. Ali El-Daba (40) mengatakan dia melihat banyak jenazah yang tidak dapat dikenali.

Ali memutuskan membagi dua“ keluarganya untuk meminimalisir mereka semua gugur dalam satu waktu yang sama. Istrinya Lina (42) menjaga dua putra dan dua putri mereka di Kota Gaza di utara, dia pindah ke Khan Younis di selatan bersama tiga anak lainnya.

El-Daba mengatakan dia siap menghadapi kemungkinan terburuk. Dia membeli gelang tali berwarna biru untuk anggota keluarganya dan mengikatnya di kedua pergelangan tangan.

“Jika terjadi sesuatu, dengan cara ini saya akan mengenali mereka.”

Keluarga Palestina lainnya juga membeli atau membuat gelang untuk anak-anak mereka atau menuliskan nama mereka di lengan mereka.

Pemakaman massal telah diizinkan oleh ulama Muslim setempat. Sebelum dimakamkan, petugas medis menyimpan gambar dan sampel darah jenazah lalu memberikan nomor.

Tidak ada yang diuntungkan dari perang, semoga konflik ini lekas usai.

Baca juga: 

Berdarah Palestina, Inilah 3 Fakta Silsilah Keluarga Bella Hadid

7 Artis Keturunan Palestina yang Kariernya Mendunia

Beri Donasi Palestina 1 Miliar, Ini 5 Fakta Pernikahan Ameer Azzikra Adik Alvin Faiz

 

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

 

 

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Anak Palestina Jadi Korban Perang, Menteri Pendidikan Gaza Akhiri Tahun Ajaran
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti