Anak Dikeluarkan dari Sekolah karena Main Tiktok, Peringatan Bagi Parents!

"Iya saya menyesal dan malu. Saya salah. Mau minta maaf sama pak guru, bu guru," kata salah seorang anak.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Lima orang anak dikeluarkan dari sekolah karena TikTok. Mereka membuat dan menyebarkan video yang berisi penghinaan kepada guru sehingga akhirnya dipanggil pihak sekolah. Bagaimana kronologi permasalahan tersebut? Simak laporan lengkapnya berikut ini.

Anak Dikeluarkan dari Sekolah karena Main TikTok, Bikin Video Injak-injak Rapor

Sumber: Shutterstock

TikTok kini telah menjadi aplikasi yang digandrungi banyak orang. Banyak video-video lucu yang bisa jadi hiburan ketika sedang penat. Namun, di tangan para remaja berikut ini, TikTok justru mendatangkan masalah bagi mereka.

Permasalahan tersebut bermula ketika lima orang siswi di SMPN 1 Suela, Lombok Timur membuat video yang memicu kontroversi. Dalam video tersebut, mereka menginjak-injak rapor yang telah dibuat dengan susah payah oleh guru-guru mereka.

Video tersebut kemudian dibagikan di platform TikTok dan menjadi viral. Guru-guru di SMPN 1 Suela mengetahui adanya video tersebut setelah ada siswa yang melapor. Mereka pun mengaku tidak terima atas tindakan kelima siswi tersebut.

“Mereka itu sungguh keterlaluan, tidak hormat pada kami guru-gurunya, tidak menghargai bagaimana kami mengisi rapor dengan susah payah sampai tengah malam demi mereka agar tidak ada kesalahan, mereka malah injak-injak rapornya di video TikTok,” kata Ahmad Riadi Ahyar, guru Bahasa Inggris SMPN 1 Suela seperti diberitakan oleh Kompas.

Baca juga: Ini 7 foto anak yang sebaiknya tidak Anda pajang di sosial media

Anak Dikeluarkan dari Sekolah karena Bikin Video Injak Rapor, Motif “Hanya Iseng”

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Sumber: TikTok

Pasca insiden tersebut, kelima siswi SMPN 1 Suela itu pun harus mencari sekolah lain. Pihak sekolah langsung memanggil orang tua dan wali mereka masing-masing untuk datang ke sekolah pada hari Senin (21/12/2020).

Pihak sekolah telah memutuskan untuk mengembalikan para siswi tersebut kepada orang tua wali masing-masing. Sebab, tindakan mereka dinilai sudah keterlaluan.

“Kita simpulkan bahwa kelimanya akan kita kembalikan pada orangtua dan diminta mencari sekolah lain, tidak boleh lagi bersekolah di sini. Bukan dipecat, tetapi kita keluarkan, karena identitas sekolah ini sudah diinjak-injak,” lanjut Ahyar.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Sementara itu, satu dari kelima siswi tersebut mengatakan bahwa motif mereka menginjak rapor hanyalah iseng semata. Remaja berinisial BB itu pun tampak menyesal ketika ditemui oleh awak media di kediamannya.

“Iya saya menyesal dan malu. Saya salah. Mau minta maaf sama Pak guru, Bu guru,” kata BB seperti dikutip dari Kompas.

Baca juga: 9 Pelajaran media sosial yang perlu Anda berikan ke anak

Pentingnya Orang Tua Mengawasi Penggunaan Media Sosial pada Anak

Sumber: Shutterstock

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Kejadian tersebut menjadi peringatan keras bagi Parents. Pasalnya, penggunaan media sosial pada anak bisa memberikan dampak buruk apabila tidak diawasi dengan baik. Lalu, bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi penggunaan media sosial pada anak?

Alex Rodrigues adalah salah satu orang tua yang rela menggunakan akun palsu untuk mengawasi media sosial anaknya. Ia melakukan tindakan tersebut karena khawatir sang anak menyalahgunakan media sosial untuk hal-hal yang bertentangan dengan norma.

Kekhawatiran ini pada dasarnya wajar karena remaja memang belum bisa membedakan mana hal yang membawa dampak baik dan mana yang buruk. Justru karena hal inilah, orang tua perlu berperan aktif mengawasi penggunaan media sosial pada anak.

Gail Saltz, seorang profesor psikiater klinis di RS Presbyterian New York mengatakan, wajar apabila orang tua merasa bersalah karena memata-matai media sosial anaknya. Sebab, tindakan tersebut seolah-olah menyerang privasi anak.

“Padahal yang ingin Anda lakukan hanyalah memantau sang anak,” kata Gail seperti dikutip dari Media Indonesia.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Baca juga: Menghadapi bullying di media sosial anak, Nola B3: “Anaknya dulu yang aku kuatin”

Cara Bijak Mengawasi Penggunaan Media Sosial pada Anak

Sumber: Shutterstock

Lisa Strohman, seorang ahli psikologi klinis menyarankan agar orang tua bersikap terbuka kepada anak atas masalah tersebut. Ia menyarankan agar para orang tua berbicara secara terus terang mengenai kekhawatiran mereka terhadap penggunaan media sosial.

“Anda dapat mengatakan ‘Mama senang memberikan kamu smartphone ini, namun tetap ada ketentuan penggunaan dan mama akan melakukan pemantauan untuk memastikan kamu aman’,” kata Lisa.

Selain itu, orang tua juga mesti membuat batasan seberapa jauh ia bisa mengecek media sosial sang anak. Misalnya, ia tak boleh memeriksa percakapan antara anak dengan kawan-kawannya karena hal ini adalah privasi.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

“Anda tidak memiliki hak untuk memeriksa percakapan anak dengan teman mereka,” tambahnya.

Jika orang tua mendapati tanda-tanda bahaya pada media sosial anak, maka perlu ditegaskan bahwa kesepakatan di antara anak dan orang tua akan dibatalkan.

“Jika berpikir anak Anda akan bunuh diri atau melakukan sesuatu yang berbahaya, katakanlah semua yang disepakati akan dibatalkan,” lanjut Lisa.

Semoga peristiwa yang dialami oleh kelima siswi di atas tidak menimpa anak-anak lainnya ya Parents. Media sosial memang bisa jadi hiburan tapi penggunaannya tetap harus diawasi ya!

Baca juga:

Bolehkah Anak SD Punya Akun Media Sosial?

Parents, Beritahu 5 Fakta Ini Sebelum Izinkan Anak Pakai Media Sosial!

6 Kesalahan yang Biasa Dilakukan oleh Pasangan di Media Sosial