TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Bagaimana Menjauhkan si Buah Hati dari Pelecehan Seksual?

Bacaan 4 menit
Bagaimana Menjauhkan si Buah Hati dari Pelecehan Seksual?

Kasus pelecehan seksual pada anak kembali terjadi, apa yang perlu dilakukan orangtua untuk mencegah hal ini terjadi?

Setelah serangkaian kasus pelecehan seksual di salah satu sekolah berstandar internasional di Jakarta, masih ada lagi ratusan anak di salah satu tempat wisata di Jawa Barat, satu anak pre-school di kelas tari salah satu sekolah ternama dan banyak sederet kasus lainnya.

Kasus pelecehan seksual pada anak umumnya terjadi karena pelaku memiliki kesempatan bersama dengan korban seorang diri. Di beberapa negara maju, kelas privat musik dan tari adalah lokasi paling rawan akan terjadinya pelecehan seksual pada anak.

Pelecehan seksual

Pelecehan seksual anak di kelas pribadi – Parents perlu lebih berhati-hati

Bukannya ingin mencegah anak ikut les privat musik, namun banyak hal yang harus diwaspadai oleh orang tua yang ingin anaknya tetap berprestasi di bidang seni musik.

Anda mungkin berpikir bahwa mana mungkin guru privat kelas musik akan melakukan hal sekeji itu. Bukan berarti pula guru privat kelas musik memiliki kelainan seksual.

Namun pada kenyataannya, di beberapa negara maju, guru privat kelas musik adalah tersangka utama dalam beberapa kasus pelecehan seksual pada anak. Hal ini terjadi pada kelas privat bagi mereka yang telah lulus dari pemula. Lalu, bagaimana kita, sebagai orang tua, untuk menghindari pelecehan seksual tersebut?

Kasus Pelecehan Seksual Selalu Meningkat Tiap Tahun!

Bagaimana Menjauhkan si Buah Hati dari Pelecehan Seksual?

Di Amerika Serikat, tercatat kasus pedofilia banyak terjadi di kelas musik di beberapa universitas di negara tersebut. Di beberapa negara Barat lainnya, kasus serupa terjadi secara beruntun, kendati hukuman yang diberikan cukup membuat jera para pelakunya. Mulai diberi gelang kaki dengan jati diri hingga dikebiri secara kimiawi.

Nah, bagaimana dengan pelaku pedofilia di Indonesia? Banyak orang tua justru enggan melaporkan hal ini kepada yang berwajib karena malu atau khawatir akan adanya ketidakjelasan dalam proses pengusutan kasus.

Mengapa Murid Kelas Musik?

Tidak heran jika Anda mempertanyakan hal ini. Mengapa kecenderungan terjadinya kekerasan seksual pada anak atau remaja banyak terjadi pada les privat musik. Simak beberapa penyebabnya:

1. Seorang anak yang telah mendalami kursus musik sejak dini akan mendedikasikan hidupnya untuk dapat berprestasi lebih tinggi. Dari banyak kasus yang terjadi, guru les privat musik kerap memaksa si murid untuk menuruti keinginan seksualnya.

Tentu saja, si guru melakukannya dengan ancaman tidak akan memberikan teknik-teknik penting yang diperlukan murid untuk meningkatkan kemampuan bermusiknya.

2. Kegiatan belajar dan mengajar musik secara privat sering dilakukan berdua saja, entah itu di sekolah atau di rumah. Dengan beralasan takut konsentrasi si murid terganggu, predator seksual berkedok guru les musik privat melancarkan aksinya dengan memberi les privat piano atau biola karena mereka akan memiliki kesempatan berdua saja dengan peserta les musik, saat harus menjalani audisi di luar kota.

3. Bepergian ke luar kota untuk melakoni tur musik atau audisi sangat dinanti oleh si predator seksual. Tanpa pengawasan orang tua si murid, guru privat musik tersebut bisa saja menyewa satu kamar saja—bahkan dengan satu tempat tidur (single bed)

Simak bagaimana pihak sekolah mencegah pelecehan seksual pada kelas seni

Pelecehan seksual

Langkah Penting Pencegahan Pelecehan Seksual di Sekolah

Di negara-negara maju, pencegahan kekerasan seksual dilakukan sejak dini. Bahkan meski tidak pernah ada kasus semacam tersebut di sekolah mereka.

Beberapa langkah penting tersebut adalah tidak adanya tirai tebal di jendela kelas, pintu kelas yang tidak boleh terkunci selama ada pelajaran berlangsung, pemasangan kamera CCTV di setiap kelas dan banyak lagi. Khusus untuk kelas privat musik, para siswa kursus tersebut diberikan kesempatan untuk berlatih dengan dua atau tiga orang lainnya.

Tidak adanya toleransi untuk pelaku kejahatan seksual adalah langkah utama dari beberapa negara maju. Setiap sekolah menyediakan situs dan layanan telepon selama 24 jam tujuh hari untuk laporan adanya kasus kekerasan seksual yang dialami oleh siswa. Layanan ini bersifat sangat melindungi korban dari ancaman pelaku ataupun hinaan dari rekan sebaya.

Tentu saja, kita semua mengharapkan adanya langkah konkret dari sekolah untuk memberikan pengawasan ketat kepada para pengajar, staf dan karyawan sekolah. Jaminan keamanan di sekolah dari predator pelaku pelecehan seksual masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di Indonesia. Bagaimana menurut Anda?

***

Baca juga:

"Bukan, ini bukan salahmu!” Surat terbuka untuk korban pelecehan seksual

Cerita mitra kami
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
8 Eksperimen Sains Sederhana yang Dapat Dilakukan Anak dan Orang Tua di Rumah
8 Eksperimen Sains Sederhana yang Dapat Dilakukan Anak dan Orang Tua di Rumah

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Tri Retnoningrum

  • Halaman Depan
  • /
  • Usia Sekolah
  • /
  • Bagaimana Menjauhkan si Buah Hati dari Pelecehan Seksual?
Bagikan:
  • Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

    Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • 8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

    8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

  • Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

    Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • 8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

    8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti