TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Tinggal dengan Keluarga Suami, Why Not?

Bacaan 2 menit
Tinggal dengan Keluarga Suami, Why Not?

Pandangan dan informasi yang diceritakan di dalam artikel ini merupakan pendapat penulis dan belum tentu didukung oleh theAsianparent atau afiliasinya. TheAsianparent dan afiliasinya tidak bertanggung jawab atas konten di dalam artikel atau tidak bisa diminta pertanggungjawaban untuk kerusakan langsung atau tidak langsung yang mungkin diakibatkan oleh konten ini.

Sebelum menikah banyak hal yang wajib didiskusikan bersama pasangan. Tidak harus semua hal bersamaan, satu per satu tapi harus, agar tetap sejalan dengan visi misi bersama. Salah satu hal yang menjadi topik diskusi adalah tempat tinggal. Tidak ada yang salah dari hasil diskusi yang telah disepakati berdua, asalkan tetap dikomunikasikan dengan keluarga agar tidak merasa berat sebelah antara pasangan dengan keluarga.

Keputusan kami sebagai pasangan baru adalah memilih untuk tinggal dengan mertua karena suami bekerja di tempat yang jauh dan akses disekitar lingkungan tempat kerja susah, maka kami memutuskan untuk seatap dengan mertua agar saya tidak merasa kesepian dan suami tetap merasa tenang ketika kami harus berjarak sementara karena pekerjaan. Sudah hampir 1 tahun kami tinggal di sini, melakukan aktivitas sehari-hari bersama keluarga suami. Hal yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan dan banyak sekali cerita tidak menenangkan yang pernah kudengar, ternyata sungguh hanyalah bayang-bayang. Tidak semua yang selalu diceritakan akan menjadi sama adanya dengan orang lainnya. Sungguh suatu anugerah dari Tuhan bisa mendapatkan keluarga baru yang sangat menyayangi kami.

Tinggal dengan Keluarga Suami, Why Not?

Setelah sekian hari kami jalani, ternyata ada aktivitas baru dan seru selama tinggal di sini yang tidak pernah saya rasakan di keluarga asal, yaitu Cooking Day pada saat Weekend. Yap, seperti namanya, pada saat hari libur kami akan menghabiskan bisa hampir seharian di dapur. Mencoba menu baru atau membuat kreasi sendiri dengan diselingi sharing pengalamaan bahkan curhatan. Tanpa disadari bahwa aktivitas rutin ini ternyata yang membuat keluarga baru kami ini saling terbuka, karena pada momen ini kami akan menyampaikan uneg-uneg atau saran kepada satu sama lain secara langsung dan tanpa menyinggung. Sungguh aktivitas keluarga yang luar biasa; produktif, kreatif dan inspiratif!

Saya sangat bersyukur bisa berada dan akan selalu tumbuh di dalam keluarga ini. Suatu anugerah dari Tuhan yang telah disiapkan disaat saya dan suami harus berjauhan karena pekerjaan. Semoga keluarga kami dan keluarga pembaca semuanya selalu diberi kesehatan, perlindungan dan ketenteraman.

***

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

fitri putri

  • Halaman Depan
  • /
  • Kisah Nyata Seputar Gaya Hidup
  • /
  • Tinggal dengan Keluarga Suami, Why Not?
Bagikan:
  • "Aku dan Suami Sibuk Kerja, Kehilangan Masa Emas Anak, Kuputuskan jadi Ibu Rumah Tangga"

    "Aku dan Suami Sibuk Kerja, Kehilangan Masa Emas Anak, Kuputuskan jadi Ibu Rumah Tangga"

  • Mendahulukan Diri Sendiri sebelum Anak dan Suami Bukanlah Egois

    Mendahulukan Diri Sendiri sebelum Anak dan Suami Bukanlah Egois

  • "Suami Selingkuh saat Aku Hamil, Hampir Bunuh Diri, Tetap Hidup demi Anak"

    "Suami Selingkuh saat Aku Hamil, Hampir Bunuh Diri, Tetap Hidup demi Anak"

  • "Aku dan Suami Sibuk Kerja, Kehilangan Masa Emas Anak, Kuputuskan jadi Ibu Rumah Tangga"

    "Aku dan Suami Sibuk Kerja, Kehilangan Masa Emas Anak, Kuputuskan jadi Ibu Rumah Tangga"

  • Mendahulukan Diri Sendiri sebelum Anak dan Suami Bukanlah Egois

    Mendahulukan Diri Sendiri sebelum Anak dan Suami Bukanlah Egois

  • "Suami Selingkuh saat Aku Hamil, Hampir Bunuh Diri, Tetap Hidup demi Anak"

    "Suami Selingkuh saat Aku Hamil, Hampir Bunuh Diri, Tetap Hidup demi Anak"

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti