TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

7 Fakta Menarik dan Sejarah Jam Gadang

Bacaan 6 menit
7 Fakta Menarik dan Sejarah Jam Gadang

KerapJadi ikon Kota Bukittinggi, berikut fakta dan sejarah Jam Gadang. Yuk Intip

Liburan ke Bukittinggi, Sumatera Barat,  tak lengkap rasanya bila belum mengunjungi jam ikonik kota tersebut yaitu Jam Gadang. Tak hanya menarik untuk dikunjungi, para wisatwan juga bisa menambah pengetahuan lewat fakta dan sejarah Jam Gadang yang sayang untuk dilewatkan.

Fakta dan Sejarah Jam Gadang

Memiliki nilai historis masa lalu yang kuat, membuat menara jam besar ini banyak menarik minat pengunjung dalam negri hingga mancanegara.

Lewat arsitektur dan kemegahan serta sejarah masa lalunya, pengunjung bisa menikmati pemadangan kota Bukittinggi yang masih asri sekaligus memukau.

fakta dan sejarah jam gadang

Tak hanya itu, menyimak beberapa fakta di balik berdirinya salah satu monumen besar ini juga tak kalah menarik dan membuat pengetahuan para wisatawan kian bertambah.

Dengan mengunjungi Jam Gadang, para wisatawan bisa berwisata sekaligus menambah wawasan dalam satu waktu.

Untuk itu, yuk simak fakta dan sejarah Jam gadang yang wajib kamu ketahui bila sedang dan hendak mengunjungi jam ikonik bagi warga Bukittinggi ini.

Sejarah Jam Gadang

Jam Gadang merupakan ikon Kota Bukittinggi yang dibangun pada 1892. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kala itu kepada sekretaris Fort de Kock atau Kota Bukittinggi yaitu Rook Maker. 

Jam dengan ukuran besar di empat sisinya ini diarsiteki oleh Yazid Rajo Mangkuto.

Pemberian nama Jam Gadang sendiri merujuk pada ukuran besar yang dalam bahasa Minangkabau disebut Gadang.

fakta dan sejarah jam gadang

Tak hanya terdapat menara jam besar, di sekitar keberadaan jam ini juga terdapat taman yang oleh pemerintah kota setempat terus diperluas dan dijadikan sebagai objek wisata andalan kota Bukittinggi. 

Tapi di  taman kota di Jam Gadang ini juga seolah menjadi ruang interaksi masyarakat Bukittinggi baik pada hari kerja maupun pada hari libur. Bahkan acara acara besar yang sifatnya umum sering diselenggarakan disini.

Pembangunan jam Gadang dilakukan atas inisiatif Hendrik Roelof Rookmaaker. Seorang sekretaris kota atau controleur Fort de Kock  yang sekarang kita kenal dengan sebutan Kota Bukittinggi dengan menelan biaya sekitar 3.000 Gulden, yang pada saat itu tergolong fantastis.

Sementara itu Haji Moran dengan mandornya St. Gigi Ameh ditunjuk sebagai pelaksana pembangunan Jam Gadang.

Untuk Peletakan batu pertama dalam pembangunan monumen ini, putra pertama Rookmaker yang pada saat itu masih berusia 6 tahun diberi kesempatan melakukan hal tersebut.

fakta dan sejarah jam gadang

Menurut salah satu sebuah Jam Gadang selesai dibangun pada 1932 dan mengalami tiga kali perubahan pada bentuk atapnya sejak didirikan. Pada masa awal pembangunannnya sendiri, Jam Gadang berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap ke arah timur di atasnya.

Desain Jam Gadang yang seperti itu dimaksudkan agar  orang Kurai, Banuhampu, sampai Sarik Sungai Puar  yaitu bangun pagi apabila ayam sudah berkokok.

Selanjutnya memasuki masa pendudukan Jepang, atap Jam Gadang diubah menjadi bentuk pagoda yang kemudian diubah lagi  saat setelah Indonesia merdeka yaitu menjadi bentuk gonjong atau atap pada rumah adat Minangkabau, seperti yang kita sering lihat saat ini.

Tak hanya sebagai monumen bagi Masyarakat Bukittinggi, nyatanya Jam Gadang pernah menjadi tempat bersejarah pengibaran bendera merah putih pada puncaknya saat berita proklamasi kemerdekaan Indonesia pertama kali diumumkan di Bukittinggi.7 Fakta Menarik dan Sejarah Jam Gadang

Mesikupun kerap ramai dikunjungi sejak dibangun hingga saat ini, nyatanya  Jam Gadang pernah ditutup untuk publik tepatnya pada malam pergantian tahun baru 2008 dan 2009, tepatnya oleh Wali Kota Bukittinggi Djufri dengan dibalut kain marawa.

Alasan tersebut berkenaan dengan perayaan Tahun Baru yang dianggap berpotensi menimbukan kerumunan  pengunjung hingga memperbesar risiko terjadinya tindak kriminal dan korban jiwa. 

Hal yang sama kembali terjadi pada malam tahun baru pada 2021, pemerintah kota setempat sepakat menutup Jam Gadang demi mencegah kerumunan masa untuk menghindari penyebaran virus Corona.

Sementara itu, jam gadang mengalami revitalisasi terakhir oleh Pemerintah tepatnya pada Juli 2018 dan rampung pada Februati 2019 dengan menelan biaya hingga Rp18 miliar.

Cerita mitra kami
5 Restoran di Hong Kong ini Ramah Muslim & Wajib Banget Dicoba!
5 Restoran di Hong Kong ini Ramah Muslim & Wajib Banget Dicoba!
5 Alasan Wisata Royal Caribbean Cruise Terbaik untuk Keluarga Indonesia
5 Alasan Wisata Royal Caribbean Cruise Terbaik untuk Keluarga Indonesia
Meriahkan Nataru Bersama Keluarga, Ini Kegiatan Seru di Kota Kasablanka yang Wajib Dicoba!
Meriahkan Nataru Bersama Keluarga, Ini Kegiatan Seru di Kota Kasablanka yang Wajib Dicoba!
Penting! Ini Faktor yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Mobil Keluarga
Penting! Ini Faktor yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Mobil Keluarga

Fakta Menarik Seputar Jam Gadang

Selain sejarah Jam Gadang yang sangat menarik untuk disimak, adapula deretan fakta menarik seputar Jam Gadang yang bisa menambah wawasan para wisatawan. Yuk simak

1. Hadiah dari Ratu Wilhemina

fakta dan sejarah jam gadang

wikipedia

Jam Gadang merupakan hadiah dari Ratu Belanda yang bernama Wilhemina kepada Rook Maker, Sekretaris Kota Bukittinggi atau disebut controleurFort de Kock pada masa itu, seperti dikutip dari web bukittinggikota.go.id

Ratu Wihemina sendiri merupakan Ratu Belanda periode 1890 – 1948. Ia memimpin Belanda selama lebih dari 50 tahun.

Selain Jam Gadang, Ratu Wilhemina juga juga membangun Jembatan Ogan Kertapati sebagai sarana untuk menghubungkan daerah Indralaya dan Kertapati agar mempercepat perjalanan penjajah Belanda menguasai Kota Palembang.

2. Salah Satu Ikon Kota Bukit Tinggi

7 Fakta Menarik dan Sejarah Jam Gadang

Menghabiskan biaya fantastis sebesar 3000 Gulden membuat Jam Gadang sudah menjadi pusat perhatian bahkan sejak dibangun. 

Tak heran sejak diresmikan Jam Gadang kemudian dijadikan Ikon Kota  Bukittinggi sekaligus menjadi markah tanah dan juga titik nol Kota Bukittinggi.

Saat ini Jam Gadang juga kerap dijadikan spot menarik bagi wisatawan lokal setempat maupun mancanegara.

3. Atap  Jam Gadang Sudah Mengalami Tiga Kali Revitaliasi

7 Fakta Menarik dan Sejarah Jam Gadang

daerahkita.com

Atap jam Gadang sudah mengalami 3 kali perubahan sejak dibangun pertama kali. Awal didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda, atap pada Jam Gadang masih berbentuk bulat disertai dengan patung ayam jantan menghadap ke arah timur berada di bagian atasnya.

Perubahan kedua dilakukan pada masa pendudukan Jepang di tanah air, Jam Gadang diubah menjadi bentuk pagoda.

Perubahan ketiga dilakukan setelah Indonesia merdeka, yang juga merupakan perubahan terakhir pada atap Jam Gadang.

Perubahan ini menjadikan atap atap jam Gadang berbentuk gonjong yang merupakan atap pada rumah adat Minangkabau atau kerap disebut Rumah Gadang.

4. Penulisan Angka 4 Romawi

7 Fakta Menarik dan Sejarah Jam Gadang

pixabay

Bila meneliti lebih lanjut, angka 4 pada jarum Jam Gadang menunjukkan angka romawi IIII bukan IV. hal ini menjadi keuanikan tersendiri dari Jam Gadang.

Penulisan angka romawi IIII yang tak biasa ini dipercaya masyarakat sekitar sebagai cara untuk mengenang empat orang pekerja yang meninggal karena kecelakaan kerja selama pembangunan monumen ini.

Ada juga versin lain dari penulisan angka 4, yang ditulis IIII bukannya IV, karena ada yang beranggapan IV merupakan singkatan I Victory yang artinya “aku menang”. 

Arti angka IV ini dikhawatirkan bisa memicu pemberontakan untuk menentang penjajah. Oleh sebab itu, penulisan angka 4 kemudian ditulis sebagai IIII.

Tak hanya itu, ada beberapa ahli yang menyatakan pendapat yang berbeda. Penulisan angka 4 dalam huruf romawi dulunya saat Jam Gadang masih proses pembangunan memang tertulis IIII bukan IV.

Hal ini terjadi jauh sebelum pemerintahan Louis XIV. Kemudian terjadi perubahan menjadi IV.

Kendati demikian, keuninkan ini masih menjadi misteri tersendiri dan pendapat mana yang paling benar masih menjadi teka-teki hingga saat ini. 

5. Sering Disandingkan dengan Big Ben, Ikon Kota London

7 Fakta Menarik dan Sejarah Jam Gadang

pexels

Sejak dibangun, Jam Gadang sudah berusia lebih dari 100 tahun, tak heran banyak yang mengaitkan jam Gadang dengan jenis monumen serupa yang menjadi Ikon Kota London yaitu Big Ben.

Hal ini tak lepas dari status keduanya yang sama sama menjadi landmark dari masing-masing kota. Tak hanya itu, mesin yang digunakan untuk menggerakkan jam raksasa ini hanya diproduksi 2 di dunia dan digunakan oleh  Big Ben dan Jam Gadang.

Selain mengenai mesin, desain Big Ben dan Jam gadang juga tampak serupa dengan bentuk berupa 4 sisi (segi empat).

7 Fakta Menarik dan Sejarah Jam Gadang

pexels

Namun demikian, Big Ben dan Jam Gadang memiliki beberapa perbedaan yang di antaranya, Jam Gadang memiliki tinggi 26 meter dan dibuat bergaya modern dengan menara berbentuk rumah adat Minangkabau.

Sementara Big Ben memiliki desain bergaya Gothik Victoria dengan tinggi mencapai 96 meter dan bagian puncak menara berbentuk runcing.

Itulah deretan fakta dan sejarah mengenai Jam Gadang, ikon Bukittinggi yang sudah melegenda dan menjadi tujuan wisata banyak pelancong bila mengunjungi Sumatera Barat.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yesica Tria

  • Halaman Depan
  • /
  • Travel
  • /
  • 7 Fakta Menarik dan Sejarah Jam Gadang
Bagikan:
  • 15 Tempat Wisata di Jakarta yang Lagi Hits, Wajib Dikunjungi!

    15 Tempat Wisata di Jakarta yang Lagi Hits, Wajib Dikunjungi!

  • 30 Oleh-oleh Khas Jakarta yang Legendaris dan Kekinian

    30 Oleh-oleh Khas Jakarta yang Legendaris dan Kekinian

  • 35 Tempat Wisata Anak di Bandung Murah dan Populer

    35 Tempat Wisata Anak di Bandung Murah dan Populer

  • 15 Tempat Wisata di Jakarta yang Lagi Hits, Wajib Dikunjungi!

    15 Tempat Wisata di Jakarta yang Lagi Hits, Wajib Dikunjungi!

  • 30 Oleh-oleh Khas Jakarta yang Legendaris dan Kekinian

    30 Oleh-oleh Khas Jakarta yang Legendaris dan Kekinian

  • 35 Tempat Wisata Anak di Bandung Murah dan Populer

    35 Tempat Wisata Anak di Bandung Murah dan Populer

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti