TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

7 Cara Mengasuh Anak yang Memicu Perdebatan

16 Dec, 2015

Orangtua memiliki cara mengasuh anak yang berbeda satu sama lain. Inilah 7 cara mengasuh anak yang paling sering memicu perdebatan.

Pilah-pilih cara mengasuh anak terbaik dan efektif

Pilah-pilih cara mengasuh anak terbaik dan efektif

Semua orangtua memiliki cara mengasuh anak yang berbeda. Ini bukanlah hal yang aneh karena setiap orangtua dilahirkan dan dibesarkan oleh keluarga dengan kondisi yang berbeda-beda pula. Apapun perbedaan itu musti kita sikapi dengan saling menghargai, namun Anda tidak harus mengikuti cara itu jika Anda tidak setuju.

Silakan klik start gallery untuk mengungkap ke-7 cara mengasuh anak yang sering memicu perdebatan.

1.Membiarkan bayi menangis sampai ia kelelahan

1.Membiarkan bayi menangis sampai ia kelelahan

Seorang pengarang bernama Dr Richard Feber menganjurkan agar orangtua membiarkan bayi menangis saat ia terbangun di malam hari. Metode ini mendapat kritik keras dari banyak kalangan karena dinilai terlalu kejam.

Membiarkan bayi menangis juga berakibat buruk bagi perkembangan emosionalnya karena ia merasa diacuhkan dan ditolak. Meski demikian, metode ini masih diterapkan oleh sebagian orangtua yang merasa kurang istirahat sejak punya bayi.

2. Memukul anak sebagai hukuman

2. Memukul anak sebagai hukuman

Waktu terus berlalu. Apa yang dulu menjadi cara mengasuh anak terbaik mungkin sudah out of date dan tak cocok diterapkan saat ini.

Di masa lalu memukul anak saat ia melanggar peraturan atau berbuat nakal biasa dilakukan orangtua dan guru. Jika Anda dibesarkan dengan cara itu, bukan berarti Anda juga harus menerapkannya pada anak. Anak yang sering dipukul orangtuanya beresiko mengalami gangguan psikologis. Ia juga akan tumbuh dengan pemahaman kekerasan adalah cara menyelesaikan masalah.

3. MPASI WHO vs MPASI Food combining

3. MPASI WHO vs MPASI Food combining

World Health Organization (WHO) telah menetapkan aturan makanan pendamping ASI (MPASI) yang tepat untuk semua bayi, apapun etnisitas mereka. Menurut WHO, pada usia 6-7 bulan bayi boleh mendapat MPASI yang merupakan perpaduan dari karbohidrat, sayuran dan protein hewani atau nabati. Buah-buahan diberikan setelah usia bayi menginjak 8 bulan.

Selain metode WHO, ada juga pemberian MPASI dengan metode food combining. Metode ini merekomendasikan aturan yang berkebalikan dengan metode WHO, karena menganjurkan pemberian buah-buahan sebagai MPASI bayi 6-7 bulan. Sedangkan protein hewani dan nabati dianjurkan diberikan saat bayi telah berusia 8 bulan.

Dari kedua metode ini, theAsianParent.com merekomendasikan metode MPASI WHO. Alasannya, metode ini dapat mencegah bayi kerdil/ bayi pendek yang jumlahnya cukup tinggi di Indonesia.

4. Membedong bayi

4. Membedong bayi

Membedong bayi sudah dilakukan para orangtua sejak berabad silam untuk agar bayi baru lahir merasa hangat dan lebih nyenyak tidur. Tidak ada yang salah dengan membedong bayi. Hanya saja teknik membedong yang kurang tepat bisa membuat tulang panggul dan sendi bayi bergeser (hip dysplasia).

Hindari membedong bayi terlalu ketat. Pastikan bayi masih dapat menekuk kaki dan melipat panggulnya saat dibedong.

5. Masa menyusui

5. Masa menyusui

WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan. Sesudah itu pemberian ASI dapat dilanjutkan sampai bayi berusia 2 tahun.

Anjuran menyusui sampai bayi berusia 2 tahun masih menjadi perdebatan karena faktor budaya. Di Indonesia masa menyusui yang umum dikenal masyarakat adalah sampai bayi berusia 12 bulan. Bergabunglah dengan grup-grup diskusi seputar menyusui yang banyak bertebaran di jejaring sosial, agar Anda mendapat banyak masukan untuk memutuskan waktu menyusui yang terbaik.

6. Waktu yang tepat untuk toilet training

6. Waktu yang tepat untuk toilet training

Para orangtua, terutama para ibu, sering sekali mendebatkan waktu yang paling tepat untuk melatih bayi/ balita buang air kecil sendiri (toilet training). Ada yang bilang 2 tahun, ada juga yang yakin usia 3 tahun yang paling tepat untuk toilet training.

Anda bisa mencermati tanda-tanda yang ditampakkan si kecil untuk memutuskan waktu toilet training yang paling tepat. Apakah si kecil sering rewel saat hendak buang air kecil/ besar? Apakah ia tiba-tiba tertarik pada kamar mandi? Itulah beberapa tanda si kecil siap toilet training. Temukan tanda-tanda lainnya di sini .

7. Tidur bersama bayi

7. Tidur bersama bayi

Sejumlah kalangan berpendapat tidur bersama bayi membuat ia sulit untuk tidur sendiri saat sudah besar. Bayi juga terancam mengalami SIDS (Sudden Infant Death Syndrome/ sindrom kematian bayi mendadak) karena tertindih tubuh ibunya.

Bagi kalangan orangtua lainnya, tidur bersama bayi dapat mempererat ikatan antara bayi dan orangtua. Ibu juga akan lebih mudah menyusui bayi jika ia tidur bersama bayinya. Di Indonesia kebiasaan ini lebih populer daripada kebiasaan menidurkan bayi di kamarnya sendiri.

Jika khawatir kemesraan suami istri akan terganggu karena adanya bayi, Anda bisa menempatkan bayi dalam boks bayi yang diletakkan tak jauh dari tempat tidur Anda.

Selanjutnya
img

Penulis

jpqosinbo

  • Halaman Depan
  • /
  • Gaya Hidup
  • /
  • 7 Cara Mengasuh Anak yang Memicu Perdebatan
Bagikan:
  • 30 Film Semi Dewasa Thailand Terpanas Paling Populer dan Sensual!

    30 Film Semi Dewasa Thailand Terpanas Paling Populer dan Sensual!

  • 35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

    35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

  • 15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

    15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

  • 30 Film Semi Dewasa Thailand Terpanas Paling Populer dan Sensual!

    30 Film Semi Dewasa Thailand Terpanas Paling Populer dan Sensual!

  • 35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

    35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

  • 15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

    15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti