Yuk, Ajari Anak Berpuasa

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Mengajar anak berpuasa merupakan kewajiban setiap orangtua. Kapan dan bagaimana mengajari anak berpuasa merupakan hal yang perlu diketahui oleh orangtua.

Mengajar anak berpuasa dapat dilakukan sejak balita.

Mengajar anak berpuasa dapat dilakukan sejak balita.

Mengajari anak berpuasa bukanlah perkara mudah.  Banyak sekali hambatan yang ditemui orangtua ketika mengajari anak berpuasa. Bahkan, tidak jarang hambatan itu berasal dari sikap orangtua yang separuh hati dalam mengajari anak berpuasa.

Agar kita tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengajari anak berpuasa, ada baiknya kita mengetahui alasan pentingnya mengajari anak berpuasa. Berdasarkan penelitian, selain bermanfaat bagi kesehatan secara fisik. Berpuasa juga baik bagi pembentukan mental anak bagi masa depannya.

Mengapa berpuasa baik bagi anak?

Berpuasa hakikatnya adalah menahan diri.  Menahan diri untuk tidak makan dan minum dalam rentang waktu yang ditentukan. Menahan diri ini  merupakan salah satu latihan mental yang penting untuk membentuk anak menjadi pribadi yang tangguh, tidak mudah menyerah dan selalu optimis.

Di akhir tahun 1960-70an seorang pakar psikologi, Walter Mischel, mengadakan sebuah eksperimen terhadap anak anak dengan usia 4-5 tahun. Eksperimen ini dijuluki “The Marshmallow Test“.

Eksperimen itu cukup sederhana, yaitu dengan cara membawa seorang anak ke dalam sebuah ruangan. Anak itu duduk di depan meja, mana terdapat sebuah marshmallow. Namun ia tidak boleh menyentuhnya selama 15 menit.

Bila ia berhasil menahan diri, ia akan mendapatkan sebuah marshmallow lagi sebagai hadiah. Kalau gagal, ia hanya mendapat satu marshmallow itu saja.





Batita Pra Sekolah Praremaja Usia Sekolah