Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Blighted Ovum

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Blighted ovum bisa membuat ibu hamil kecewa karena tidak ada janin yang tumbuh dalam rahimnya.

Blighted Ovum, Hamil Tapi “Tidak Hamil”

Anda mungkin sudah membaca pengalaman Anne Marianne dalam artikel Berhasil Punya Bayi Setelah 2 Kali Alami Blighted Ovum yang musti menunggu lama untuk mendapatkan kehadiran anak karena mengalami dua kali blighted ovum.

Menurut Miscarriage Association, blighted ovum atau anembryonic pregnancy sama-sama merujuk pada suatu keadaan di mana sel pembentuk janin berhenti berkembang. Namun pada saat yang sama kantung kehamilan, tempat di mana nantinya janin akan tinggal, terus berkembang.

Apakah blighted ovum dan mengapa bisa terjadi?

Apakah blighted ovum dan mengapa bisa terjadi?

Inilah yang menyebabkan seorang ibu hamil tak menyadari dirinya sedang mengalami blighted ovum, karena perut tetap membesar sebagaimana ibu hamil pada umumnya dan tetap menunjukkan tanda-tanda kehamilan seperti mual, pusing dan morning sickness.

Blighted ovum biasanya terdeteksi pada usia kehamilan ke-8 hingga 13 minggu melalui proses USG, yaitu pada saat seorang ibu hamil mulai mengangankan kehadiran seorang bayi yang mungkin telah lama dinantikan.

Kenyataan bahwa ia mengalami blighted ovum bisa membuat sang ibu merasa terguncang, karena ia tidak punya pilihan lain selain menggugurkan kandungan ataupun mengalami keguguran dengan sendirinya.





Hamil