12 Aktivitas yang Harus Dilakukan Ibu Bersama Putrinya Sebelum Sang Anak Tumbuh Dewasa

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

12 hal berikut ini harus dilakukan ibu bersama putrinya sebelum anak tersebut tumbuh dewasa, dengan cara ini ibu juga memberi didikan pada putrinya.

Carrian Cheney adalah ibu dari dua orang anak perempuan, ia membagikan hal penting yang harus dilakukan ibu bersama putrinya, sebelum sang anak tumbuh dewasa. Selain untuk mengukir kenangan, juga sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai yang baik kepada sang anak.

Artikel Terkait: 10 Cara Mendidik Anak Perempuan Menjadi Pribadi yang Mempesona

Carrian menulis di website familyshare.com, tentang 12 hal sederhana yang bisa dilakukan ibu bersama putrinya, namun berdampak sangat positif bagi masa depan sang anak.

1. Membaca buku untuk anak

Ibuku sering membacakan buku cerita saat aku masih kecil, akupun jadi menyukai buku dan belajar. Bahkan aku juga membaca buku untuk bonekaku.

Membaca buku dengan ibuku membuatku merasa dicintai, dan menjadikanku murid yang lebih baik. Hal ini membuatku ingin menurunkan kebiasaan ini pada anak-anakku. Agar mereka mendapatkan manfaat yang sama.

2. Memasak bersama

Memasak bersama anak, membantu mereka mengerti matematika dan ilmu alam dengan lebih baik. Bahkan hal sederhana seperti menggunakan 1/4 cangkir dua kali untuk mengukur 1/2 cangkir tepung, membantu anak mengerti tentang pecahan.

Lebih dari itu, memasak bersama putrimu membuat dia merasa penting. Memasak mengajarinya cara bagaimana mengendalikan situasi, makanan apa yang masuk ke dalam tubuhnya, dan bagaimana mengatur uang belanja.

Memasak juga membuat ibu dan anak mudah berkomunikasi. Karena suasana santai saat memasak akan membuat anak lebih nyaman bercerita tentang kesehariannya.

Aktivitas ibu bersama putrinya

Memasak bersama juga membantu mengeratkan hubungan ibu dan anak perempuan

3. Menjadikan alam sebagai sahabatnya

Berikan putrimu hadiah berupa udara segar, dan rehat sejenak dari hiruk pikuk kota dengan mengunjungi wisata alam. Perasaan damai yang ia rasakan saat berada di alam bebas, akan terus melekat padanya hingga ia dewasa. Sehingga iapun menjadi pecinta alam, dan terus mencari kedamaian dari alam bebas.

Bawalah putri Anda ke puncak atau ke pantai, agar dia bisa menghargai keindahan alam dari Sang Pencipta. Ini juga membantu Anda memberi didikan keagamaan pada anak.

4. Menikmati seni bersama

Setiap hari natal, ibuku membawaku dan saudari-saudariku untuk melihat pertunjukan balet. Aku suka setiap detik pertunjukan tersebut. Dan aku menurunkan tradisi tersebut kepada kedua putriku. 

Dengan memberikan pengalaman yang menyenangkan pada anak, mereka belajar untuk menghargai proses kreasi dan pengalaman di bidang seni.

5. Menangis bersama

Tangis menunjukkan bahwa seseorang bisa merasakan empati terhadap orang lain. Membiarkan putrimu tahu bahwa ibunya juga bisa menangis adalah hal yang baik. Berbagi momen saat kalian berdua merasa rapuh, akan menciptakan hubungan yang lebih terbuka.

Kalian bahkan tak perlu cerita alasan mengapa kalian menangis, kehadiran satu sama lain sudah cukup menguatkan.

6. Mengunjungi almamater

Pertamakali aku tahu bahwa aku akan kuliah adalah saat orangtuaku membawaku ke almamater mereka. Melihat tempat dimana mereka bertemu, pengalaman yang mereka miliki di kampus.

Aku ingin berbagi hal yang sama dengan putriku. Sehingga dia tahu kehidupan menyenangkan sebagai seorang mahasiswa. 

Bila Anda tidak pernah menjadi mahasiswa, atau tidak memiliki dana untuk mengunjungi almamatermu karena tempatnya terlalu jauh. Bawalah anak Anda ke kampus lokal di dekat rumah.

Di Indonesia, anak perempuan terkadang tidak diijinkan bersekolah hingga ke perguruan tinggi. Terutama jika di keluarganya ada anak lelaki. Sebagai orangtua Anda pasti ingin memastikan anak perempuan memiliki masa depan yang baik, memberinya pendidikan tinggi menjadi salah satu cara untuk mewujudkannya.

Hal ini juga akan mengajari anak perempuan Anda, bahwa dia juga sama berharganya dengan anak lelaki.  Katakan pada mereka bahwa mereka pantas menyandang gelar sarjana dan orangtuanya akan membantu mereka mewujudkannya.

7. Menghabiskan waktu berdua di luar rumah

Salah satu kenangan terbaikku adalah, melewatkan kemah musim panas anak perempuan selama seminggu, dimana ibuku menjadi pemimpinnya. Saat itu aku mempelajari figur ibuku selain sosok ibu rumah tangga.

Hubungan ibu dan anak di rumah biasanya berlangsung secara hirarkis, dimana posisi anak lebih rendah dari orangtua. Dengan menghabiskan waktu berdua saja bersama anak perempuan Anda, kalian bisa memperbarui hubungan dengan posisi sepadan.

Tak perlu pergi ke tempat jauh, cukup dengan menyuruh suami pergi keluar bersama anak lain, bisa memberikan Anda waktu dan situasi yang dibutuhkan untuk melepas sosok ‘ibu rumah tangga’ yang tahu segalanya, menjadi ibu yang mendengarkan setiap keluhan anak sebagai sahabat.

8. Membuat kotak surat

Ketika aku SMA, ibuku memberi surat dengan pernak pernik istimewa sebagai hadiah natal. Di dalam surat tersebut, ibu mengungkapkan perasaan terdalamnya padaku. Aku suka membacanya berulangkali

Pengalaman ini memberiku ide untuk membuat sebuah kotak surat di dalam kamarku dan kamar putriku. Di sana, kami meninggalkan surat-surat kecil berisi permintaan maaf, kalimat penyemangat.

Putriku juga menanyakan hal penting dalam surat, yang tidak berani ia tanyakan langsung, begitu juga meminta saran dan nasihat. Cara ini aman dan menjaga privasi saat membicarakan hal penting dengan anak.

9. Menciptakan tradisi

Tradisi yang dimaksud ialah kebiasaan-kebiasaan baru yang dilakukan anak perempuan bersama orangtuanya. Baik ibu, maupun ayahnya. Seperti memasak sarapan bersama ayah di hari minggu, sementara Bunda duduk santai.

Bunda juga bisa menciptakan tradisi malam curhat setiap malam minggu, untuk mengungkapkan uneg-uneg yang ingin disampaikan. Hal ini akan mengukir kenangan tak terlupakan dalam benak anak.

Tradisi ini membuat anak memiliki waktu khusus bersama orangtua, sehingga mereka merasa dicintai. Ciptakanlah tradisi yang sesuai dengan keluarga Anda, misalnya berkebun setiap hari libur, atau pergi ke taman bermain di dekat rumah setiap jumat sore.

10. Melakukan kegiatan baru bersama-sama

Menjadi seorang ibu bukan berarti berhenti melakukan hal-hal baru dan menantang dalam hidup. Lakukan hal ini bersama putri Anda, sehingga dia tahu bahwa melakukan kegiatan baru yang menantang itu baik dilakukan.

Dengan cara ini, Anda juga bisa mengajarkan pada si buah hati bahwa gagal bukanlah hal buruk, namun sarana untuk terus mencoba hingga sukses.

Artikel Terkait: Anak Perempuan Kuat dan Pemberani Dididik dengan 5 Cara Ini

11. Mengajak anak belajar memberi

Memberi sumbangan, entah kepada pengemis atau kepada anak jalanan adalah hal yang harus dilakukan. Ini akan mengajari putri Anda untuk peduli pada sesamanya, terutama orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Anda juga perlu menekankan bahwa memberi pertolongan tidak harus berbentuk uang, namun juga bisa berupa bantuan. Seperti membantu orang buta atau orang tua menyeberang jalan, menengok teman yang sakit, dan sebagainya.

12. Bekerjasama

Mengajari anak untuk melakukan pekerjaan bersama orang lain akan bermanfaat bagi masa depannya. Anda bisa memulai pelajaran ini sejak dini dengan cara melibatkan anak dalam acara bersih-bersih rumah.

Puji dia jika pekerjaannya selesai, sehingga dia bisa merasakan kebanggaan atas pekerjaan yang diselesaikan. Hal ini akan memudahkan ia untuk melakukan pekerjaan sulit di masa mendatang.

Bekerja bersama-sama juga mengajarkan anak untuk mengatasi masalah bersama, berkomunikasi dengan tim, juga bisa lebih menghargai orang-orang yang ada di sekeliling mereka.

Jangan hanya berfokus pada hasil, yang terpenting adalah anak bisa menikmati setiap proses dalam pekerjaan yang ditekuninya. Anda bisa menanamkan ini dengan cara bernyanyi bersama sembari membersihkan rumah, atau bersenda gurau saat memotong rumput di halaman.

***

Semoga bermanfaat ya, Bunda.

 

 

Baca juga:

Inilah 20 Hal Yang Dibutuhkan Anak Perempuan Dari Ibunya





Better Parenting