Waspadai Bahaya Timbal Pada Peralatan Makan Anak Anda

lead image

Tahukah Anda, piring dan mug keramik juga sering mengandung banyak timbal? Cari tahu peralatan makan seperti apa yang sering mengandung banyak timbal.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/02/shutterstock 119918086.jpg Waspadai Bahaya Timbal Pada Peralatan Makan Anak Anda

Waspadai bahaya timbal pada peralatan makan anak Anda.

Apakah Anda merasa aman bila semua makanan anak dimasak sendiri di rumah? Ya, dengan  memasak sendiri kita dapat memilih bahan-bahan yang baik serta kebersihannya lebih terjamin. Namun, apakah Anda tahu bahwa piring, mangkok, mug, serta peralatan makan lainnya mungkin mengandung banyak timbal yang berbahaya bagi anak-anak?

Pengetesan kadar timbal dilakukan oleh WTHR terhadap 316 peralatan makan yang terbuat dari keramik atau porselen di Amerika.  Peralatan makan yang mereka tes adalah piring, mangkok, dan mug yang dibeli dari retailer di sekitarnya, serta beberapa mug yang dipinjam dari karyawan di kantor WTHR tersebut.

Hasilnya, 36% mengandung kadar timbal lebih dari batas yang ditentukan untuk produk anak-anak yaitu 300 ppm. Batasan ini adalah berdasarkan ketentuan CPSC (Consumer Product Safety Commission) Amerika.

Apa bahaya timbal untuk anak-anak? Peralatan makan seperti apa yang seringkali mengandung banyak timbal? Simaklah di halaman berikut ini:

Bahaya timbal

Timbal atau timah hitam disebut juga sebagai Plumbum dengan kode kimia Pb. Logam berat ini sangat berbahaya bagi tubuh kita. Anak-anak lebih rentan terhadap zat ini dan dalam jangka panjang dapat mengakibatkan beberapa masalah misalnya :

  • kesulitan berkonsentrasi
  • kepandaian yang menurun
  • masalah dalam belajar bicara dan bahasa
  • koordinasi otot yang buruk
  • konstipasi
  • masalah tidur
  • tekanan darah tinggi
  • sakit otot dan persendian
  • cacat lahir
  • serta kerusakan ginjal, syaraf dan sistem tubuh

Mengapa timbal digunakan untuk membuat peralatan makan?

Timbal adalah salah satu bahan yang sering digunakan untuk membuat peralatan makan, cat, serta glaze (glasur) yang melapisi keramik. Sandy Spence, juru bicara Society of Glass and Ceramic Decorated Products menyatakan bahwa timbal adalah bahan terbaik yang dapat membuat peralatan makan menjadi kuat dan tahan lama.

Saat ini kita dapat menjumpai peralatan makan yang tidak mengandung timbal atau lead free. Kemajuan teknologi dan kesadaran akan bahaya timbal juga mendorong beberapa pabrik cat terkemuka untuk memproduksi cat bebas logam berat berbahaya ini.

Peralatan makan yang bagaimana yang perlu kita curigai mengandung banyak timbal? Temukan jawabannya di halaman berikut ini:

Seperti bermain tebak-tebakan

Dalam pengetesan 316 sampel, WTHR tidak dapat menyimpulkan adanya kesamaan karakteristik pada peralatan makan yang tidak lolos tes. Sebagian pecah belah tersebut berwarna menyolok, tetapi ada juga yang putih polos tetapi mengandung banyak timbal. Bila dilihat dari negara asalnya, sebagian besar dari Cina tetapi ada juga yang dibuat di Inggris, Jerman, Itali, Jepang, dan Amerika. Sebagian adalah barang baru dan sebagian barang antik.

Karla Johnson, direktur Marion County Health Department’s Lead Safe and Healthy Homes Program mengatakan bahwa hal ini menjadi dilema bagi banyak keluarga karena kita tidak dapat mengetahui banyaknya timbal hanya dengan melihat penampilannya saja. Semua seperti bermain tebak-tebakan.

Bila pembakaran keramik, porselen, atau tembikar kurang sempurna, timbal mudah tercecer dari peralatan makan tersebut. Namun secara kasat mata kita tidak dapat membedakan pecah belah yang dibakar sempurna dengan yang kurang sempurna.

Bagaimana tips untuk meminimalkan resiko kontaminasi zat ini? Temukan di halaman berikut ini:

Tips yang bermanfaat

Walaupun demikian, secara garis besar inilah beberapa tips yang kami rangkum dari berbagai sumber :

1. Hindarilah peralatan makan yang dilapisi glazur (glaze) mengkilat pada bagian dalamnya, karena pada umumnya glazur mengandung timbal.

2. Belilah peralatan makan dari merk / produsen yang terpercaya.

3. Jangan menggunakan piring / mangkuk / mug yang sudah retak.

4. Sebisa mungkin hindarilah warna-warna menyolok.

Sebagai gambaran, lihatlah kendi dan piring yang ada pada gambar di bawah ini. Inilah contoh tampilan peralatan makan yang memiliki glazur pada permukaan dalamnya.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/02/Untitled.jpg Waspadai Bahaya Timbal Pada Peralatan Makan Anak Anda

Kedua peralatan makan ini tidak lolos tes timbal.

Ayo share artikel ini untuk menolong anak-anak terhindar dari resiko kontaminasi timbal.