Pasca Operasi Usus Buntu: Apa yang Perlu Diwaspadai?

Pasca operasi usus buntu, perhatikan apakah muncul gejala-gejala berikut.

Apa yang perlu diwaspadai pasca operasi usus buntu? Apa yang perlu diwaspadai pasca operasi usus buntu?

Operasi usus buntu merupakan salah satu tindakan untuk mengatasi radang usus buntu. Namun,  waspadai pasca usus buntu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sejauh ini, operasi merupakan satu-satunya tindakan yang dilakukan untuk menyembuhkan penderita radang usus buntu. Biasanya operasi yang dilakukan mengakhiri rasa nyeri yang diidap penderita usus buntu. Sekaligus meminimalisir kemungkinan buruk yang bisa terjadi, yaitu kematian.

Namun, beberapa waktu lalu saya dikejutkan oleh peristiwa yang menimpa seorang siswa di sekolah menengah pertama. Ia meninggal tak lama setelah operasi usus buntu dilakukan.

Hal ini tentu saja menuntut kewaspadaan kita, yaitu orangtua yang memiliki anak yang baru menjalani operasi usus buntu, untuk tetap mengawasi hasil operasi.

Keluhan nyeri yang muncul pasca operasi tetap harus mendapat perhatian serius. Karena ada beberapa kemungkinan yang membuat bahaya pasca operasi usus buntu tak sepenuhnya hilang.

Bagaimana bila gejala muncul kembali setelah operasi usus buntu?

Beberapa hal yang memungkinkan nyeri di perut kanan bawah muncul kembali adalah :

1.Dalam proses operasi, usus yang diangkat/dibuang tidak sampai pangkal.

2.Adanya asbes atau nanah di tempat operasi dilakukan.

3.Kondisi usus di sekitar usus buntu rapuh, meradang dan melengket akibat proses infeksi sebelumnya.

Bila rasa nyeri yang diakibatkan oleh hal-hal tersebut di atas, maka harus dilakukan tindak operasi kembali.

Selain sebab-sebab di atas, kita pun pun harus mewaspadai efek samping pasca operasi.

Berikut beberapa efek samping dari operasi usus buntu :

1. Psikosomatis

Yaitu munculnya keluhan-keluhan fisik akibat gangguan psikologis

2. Radang selaput perut (Peritonitis)

Merupakan salah satu infeksi yang terjadi dalam rongga perut, akibat usus buntu yang pecah serta mengalami kebocoran di dalam perut. Kondisi ini sering dialami anak-anak dan wanita hamil.

3. Luka infeksi

Usus buntu yang pecah sangat memungkinkan terjadinya luka infeksi. Gejala yang muncul yakni pendarahan, demam, bau busuk pada sayatan, bengkak dan kemerahan.

4. Infeksi pada saluran kemih

Bisa saja terjadi infeksi pada saluran kemih, yang ditandai dengan demam.

5. Rasa terbakar saat buang air kecil

Gejala yang muncul seperti rasa terbakar ketika sedang buang air kecil dan demam.

6. Sembelit

Pasca operasi kondisi usus mengalami trauma, sehingga sering timbul sembelit dan kesulitan buang angin.

7. Rasa nyeri

Rasa nyeri adalah hal yang wajar terjadi akibat luka sayatan yang timbul baik di usus maupun di perut. Dan setiap orang memiliki daya tahan tubuh berbeda-beda.

8.Rasa lelah

Rasa lelah yang timbul juga merupakan hal yang normal pasca operasi pengangkatan usus buntu. Rasa lelah ini juga bisa merupakan dampak dari pemberian obat pereda rasa nyeri.

Namun, bila operasi pengangkatan usus buntu telah dilakukan sesuai prosedur, maka efek samping dari operasi dapat diminimalisir.

Tips untuk mengurangi efek samping dari operasi usus buntu

1. Lakukan pengobatan secara tuntas

2. Menjaga kesehatan fisik dan mental

3. Istirahat yang cukup dan berkualitas

Parents, semoga bermanfaat...

 

Baca juga artikel menarik lainnya :

Sakit Perut pada Anak, Pertanda Apakah?

Waspadai Usus Buntu pada Anak-anak