Waspadai Infeksi Jamur

lead image

Kita kerap memandang sebelah mata pada infeksi jamur. Ternyata infeksi jamur ini bisa mengakibatkan kematian.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2015/02/dreamstime s 33272352 1 small.jpg Waspadai Infeksi Jamur

Infeksi jamur tak kalah bahaya dengan infeksi karena bakteri ataupun virus.

Kita kerap memandang sebelah mata pada infeksi jamur. Dan tidak menganggap penyakit jamur bisa membahayakan jiwa. Ternyata infeksi jamur ini bisa mengakibatkan kematian.

Penyakit jamur awalnya tidak begitu dikenal, bahkan infeksi jamur sering kali terabaikan. Hal ini terjadi karena biasanya fokus perhatian selalu mengarah pada bagaimana mengatasi penyebab infeksi lainnya, seperti karena bakteri dan virus.

Padahal menurut Koordinator Pendidikan Strata Satu Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Univesitas Indonesia, dr. Anna Rozaliyani M. Biomed kepada Republika, infeksi jamur bukan sekadar penyakit ringan yang dianggap mudah diobati dan tidak terlalu penting.

Penyakit jamur dapat membahayakan jiwa apabila telah menginfeksi organ bagian dalam tubuh manusia.

Jamur memang merupakan makhluk yang memiliki kemampuan virulensi atau kemampuan menyebabkan penyakit yang rendah. Karena itu, jamur memerlukan kondisi tubuh manusia yang kondusif untuk berkembang menjadi penyakit.

Kondisi tubuh seperti apa yang bisa membuat jamur berkembang menjadi penyakit yang mematikan?

Yaitu, kondisi seseorang yang memiliki gangguan kekebalan tubuh. Atau kondisi seseorang yang mengalami penurunan kekebalan tubuh.

Gangguan atau penurunan kekebalan tubuh seseorang bisa terjadi akibat pemberian antibiotika jangka panjang terhadap penderita leukemia, infeksi bakteri, tuberkulosis.

Penurunan kekebalan tubuh juga bisa sebagai akibat penyakit kronis kanker, ataupun penderita HIV .

Mereka yang imun tubuhnya kurang baik, sangat rentan terhadap serangan jamur sistemik yang menyerang organ dalam, yaitu jamur Aspergillus. Jamur ini menyebabkan penyakit Aspergilosis paru invasif, dan menyebabkan kematian sekitar 45-50 persen.

Jamur ini mengkontaminasi manusia melalui udara yang masuk melalui pernapasan. Kemudian menyebabkan kelainan di paru dan organ lainnya.

Bagaimana cara mendiagnosa keberadaan jamur dalam organ tubuh?

Dalam disertasinya, Anna menjelaskan tentang metode penskoran sebagai diagnosis awal. Metode ini merupakan screening awal sebelum dilakukannya pemeriksaan lanjutan, agar bisa mengambil tindakan pengobatan guna mencegah kematian.

Ia menjelaskan, gejala klinis penyakit Aspergilosis paru invasif ini ditandai dengan sesak bertambah, kondisi tubuh menurun, dan adanya kondisi infeksi yang hampir menjalar ke seluruh tubuh disertai kerusakan organ lain.

Untuk mencegah kematian yang cukup tinggi akibat jamur Aspergillus ini bisa dengan memberikan obat antijamur sistemik pada waktu yang tepat. Tentu saja pemberian obat antijamur ini dilakukan setelah melakukan pemeriksaan lanjutan pada layanan kesehatan yang dapat dipercaya.

Parents, semoga ulasan ini bermanfaat.

Referensi: Republika