Roseola Infantum pada Bayi – Gejala, Penyebab, dan Cara mengatasi

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Penyakit Roseola Infantum biasa mengincar bayi dan usia balita. Pelajari penyebab dan gejalanya sebelum terlambat demi kesehatan si kecil.

Roseola infantum adalah penyakit infeksi yang umum terjadi pada bayi dan balita. Gejala yang terjadi adalah demam tinggi yang disertai dengan ruam pada kulit setelah demam turun.

Roseola infantum disebabkan oleh human herpesvirus 6 (HHV-6). Gejala ditandai dengan demam secara tiba-tiba dan ruam yang berkembang setelah suhu tubuh kembali ke normal. Wabah roseola bisa bersifat musiman dan dapat menyebar di lingkungan tertentu.

Roseola infantum banyak terjadi pada anak yang berusia enam bulan hingga tiga tahun. Usia puncak terjadinya adalah 9-21 bulan.

Gejala Roseola infantum

Sekalipun dalam beberapa kasus menyebutkan bahwa gejala awalnya tak terdeteksi, tetap ada gejala yang dapat diwaspadai. Antara lain:

1. Demam

Gejala roseola infantum dimulai sekitar 5 sampai 15 hari setelah infeksi. Demam berkisar 39,5-40,5 °C dan bisa dimulai secara tiba-tiba. Demam bisa berlangsung selama tiga sampai lima hari.

2. Kejang

Lima sampai 15% dari anak-anak mengalami kejang, sebagai akibat dari demam tinggi. Terutama demam yang meningkat dengan cepat.

3. Hidung meler dan diare ringan

Meskipun demam tinggi, anak biasanya waspada dan aktif. Gejala ini sering disalahartikan sebagai flu biasa pada anak-anak sehingga terlambat ditangani. Selain itu, beberapa anak juga mengalami sakit perut.

4. Pembesaran kelenjar getah bening

Pembesaran terjadi pada kelenjar getah bening di belakang kepala, sisi leher, dan di belakang telinga. Demam biasanya hilang pada hari keempat.

5. Ruam

Anak-anak yang terjangkit roseola infantum mengalami ruam dalam beberapa jam atau sehari setelah demam turun. Ruam yang terbentuk berwarna merah dan datar atau tidak berbintil.

Ruam terjadi sebagian besar pada bagian dada dan perut dan ukuran yang tidak terlalu besar pada wajah, lengan, dan kaki. Ruam ini tidak gatal dan dapat berlangsung dari beberapa jam sampai dua hari kedepan.

Anak yang terkena penyakit ini akan sangat rewel dan kelelahan. Maka, butuh kesabaran ekstra dari orang tua untuk mendampinginya. Selain itu, kondisi orang tua juga harus sehat selama anak masih sakit.

Waspadai kemungkinan terjadinya penularan virus kepada anak-anak lain. Bila perlu, berlakukan masa isolasi untuk anak yang terkena virus agar saudaranya yang lain tidak tertular.

Halaman selanjutnya: cara menangani..

Dapatkan info Terkini Seputar Dunia Parenting

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Balita Bayi Kesehatan ibu dan anak