Sedih, Barbie Hsu 'Sanchai' harus jalani kuret, ternyata ini penyebabnya

lead image

Pemain Meteor Garden ini kehilangan anak ketiganya di awal kehamilan. Benarkah usia ibu yang menjadi penyebabnya?

Masih ingat dengan serial Meteor Garden yang sempat booming di Indonesia pada tahun 2000-an? Bagi Anda yang menggemari serial ini, tentu ingat dengan pemeran Sanchai, Barbie Hsu. Dia baru saja alami keguguran dan menjalani kuret pada kehamilan anak ketiga karena janin tidak berkembang.

Pada pertengahan April 2018 lalu, Barbie Hsu mengabarkan kehamilan anak ketiganya yang menginjak usia 7 minggu, pada media di Taiwan. Namun, saat melakukan pemeriksaan rutin awal Mei lalu, detak jantung bayinya tidak bisa dideteksi.

Oleh sebab itu, dokter memutuskan agar janin dikuret. Sebab, selain tidak ada harapan bagi bayinya, juga berbahaya bagi kondisi tubuh Barbie Hsu. Aktris berusia 41 tahun itu kini sedang dalam masa pemulihan pasca kuretase kehamilan.

Sejak awal kehamilan ini, Barbie Hsu sudah menyatakan khawatir karena usianya yang tak lagi muda. Sebelumnya, istri dari Wang Xiaofei ini sudah memiliki seorang putri berusia 4 tahun dan seorang anak laki-laki berusia 2 tahun.

Apakah benar bahwa usia Barbie Hsu yang mencapai 41 tahun memengaruhi kondisi janin yang tidak bisa berkembang dengan baik? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Artikel terkait: 5 Artis yang melahirkan saat berusia 40 tahun, apa saja risiko yang mereka hadapi?

Tanda-tanda janin tidak berkembang dengan baik di kandungan

waspada janin tidak berkembang

Waspada janin tidak berkembang dengan baik di dalam kandungan ibu.

1. Tekanan darah dan gula darah ibu

Tekanan darah dan tingkat gula darah di tubuh ibu sangat memengaruhi perkembangan janin. Jika tidak dipantau dengan baik, tekanan darah yang terlalu rendah atau terlalu tinggi bisa menghambat pertumbuhan janin. Juga berbahaya bagi kesehatan ibu.

Karena itulah, Bunda harus rutin memeriksa kadar gula darah dan tekanan darah selama kehamilan. Agar bisa memantau kadar gula darah dan tekanan darah yang sehat bagi janin.

2. Posisi plasenta

Plasenta adalah sumber makanan dan oksigen bagi janin dalam kandungan, sebab itu posisi plasenta harus tetap berada di dalam rahim agar bisa memberikan asupan nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan bayi.

Plasenta yang tidak menempel di dinding rahim bisa mengakibatkan janin tidak menerima nutrisi yang ia butuhkan, dan bisa menyebabkan bayi lahir prematur atau bahkan keguguran. Untuk mencegah hal ini terjadi, Bunda harus mengonsumsi makanan sehat dan menjaga kebugaran tubuh dan bebas stres.

janin tidak berkembang

3. Tingkat hormon estrogen dan progesteron di tubuh ibu

Kedua hormon ini sangat penting dalam menunjang kehamilan. Level estrogen dan progesteron yang sehat bisa membantu janin bertumbuh kembang baik. Biasanya, hormon progesteron akan naik sebanyak 20 kali lipat saat hamil dibanding saat tidak hamil.

Hormon progesteron ini membantu menjaga dinding rahim agar tidak luruh seperti dalam proses menstruasi.  Sedangkan hormon estrogen membantu pertumbuhan janin dan mengakomodasi kebutuhan janin untuk bertumbuh kembang.

Jadi jika level kedua hormon ini menurun, Bunda harus waspada. Bisa jadi janin tidak berkembang dengan baik. Bahkan ukuran perut Bunda yang tidak membesar juga bisa menjadi indikasi kesehatan janin.

4. Gerakan janin

Gerakan janin di dalam kandungan mengindikasikan bahwa dia menerima asupan oksigen yang cukup, dan bertumbuh baik. Biasanya gerakan ini mulai dirasakan  Bunda di minggu ke-6 dan ke-10. Apabila bayi sebelumnya aktif bergerak, dan tiba-tiba diam, Bunda perlu waspada dan segera memeriksakan diri ke dokter kandungan.

waspada janin tidak berkembang

Janin tidak berkembang dengan baik salah satu tandanya ialah tidak aktif bergerak di kandungan.

Artikel terkait: Ini alasan tendangan bayi dalam rahim pengaruhi perkembangan janin

5. Kenaikan atau penurunan berat badan Bunda

Bila Bunda memiliki berat badan normal, maka kenaikan berat badan 10-15 kg selama hamil adalah hal yang umum terjadi. Jika Bunda mengalami obesitas, hal ini akan memengaruhi perkembangan janin. Maka itu dokter akan menyarankan untuk diet agar janin tetap bisa bertumbuh kembang dengan normal.

6. Tumbuh kembang janin

Tumbuh kembang janin harus selalu dipantau sepanjang masa kehamilan. Jika janin tumbuh dengan baik, maka akan terlihat melalui berat badan Bunda dan hasil USG. Bila janin tidak berkembang atau ada masalah dalam tumbuh kembangnya, maka Bunda harus mengambil tindakan preventif sesuai yang dianjurkan oleh dokter.

***

Jangan sepelekan tanda-tanda janin tidak berkembang di atas ya, Bunda.

 

Referensi: Tiny Step, Straitstimes

Baca juga:

10 Tanda Terjadi Masalah Kehamilan yang Berdampak pada Bayi di Kandungan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani