Waspada! Jamur pada teether bayi yang sering luput dari perhatian Parents

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Simak penjelasan dokter anak mengenai jamur yang tumbuh pada teether bayi.

Memberikan teether pada bayi yang sedang tumbuh gigi sering dilakukan oleh orangtua karena mainan yang satu ini relatif aman masuk dalam mulut anak. Namun, pernahkah Parents memerhatikan kondisi teether tersebut? Jangan-jangan tumbuh jamur pada teether bayi.

Selain teether bayi, mainan yang selalu basah seperti bebek karet yang digunakan untuk mandi juga berpotensi tumbuh jamur. Jamur pada teether bayi dan mainan lainnya mungkin membuat Parents khawatir.

Tapi, apakah memang jamur pada teether bayi bisa berbahaya bagi kesehatan anak?

Kimberly Giuliano, MD seorang dokter anak mengatakan jamur pada teether bayi dan mainan basah lainnya cenderung tidak berbahaya. Jamur atau lumut tersebut biasanya hanya muncul sedikit.

“Umumnya, jamur pada teether bayi tidak berbahaya bagi kesehatan anak. Sistem kekebalan tubuhnya akan melawan jamur ini dengan baik, juga melawan semua jenis jamur yang ada di lingkungannya. Karena jamur dalam jejak kecil seperti ini tidak hanya ada di mainan,” papar Dr. Giuliano.

Artikel terkait: 4 Cara tepat menghadapi kebiasaan bayi yang suka memasukkan benda ke mulut

Kapan harus mewaspadai jamur pada teether bayi?

Meskipun hal ini tidak berbahaya, Dr. Giuliano mengatakan bahwa jika anak memiliki alergi atau sistem imun yang kurang kuat, maka Parents harus berhati-hati. Anak yang memiliki alergi pada jamur akan menunjukkan gejala seperti batuk dan mata gatal.

Begitupula dengan anak yang pernah atau sedang menjalani kemoterapi, mengonsumsi obat tertentu, atau baru saja menerima transplantasi organ dalam. Mereka memiliki risiko tinggi terkena infeksi akibat jamur yang ada pada mainan seperti teether. 

“Orangtua yang memiliki anak dengan kategori tersebut, harus lebih waspada dan berhati-hati,” ujar Dr. Giuliano.

jamur pada teether bayi

Jamur biasanya tumbuh di tempat yang lembab dan gelap. Jadi, sebisa mungkin keringkan semua benda dan mainan yang cenderung basah saat digunakan.

Kabar baiknya, kebanyakan mainan bisa dibersihkan dengan mudah. Hindari menambahkan kelembaban pada mainan saat sedang dibersihkan.

“Cara terbaik membersihkan mainan anak ialah dengan mengusapnya memakai air sabun dan sedikit cairan pemutih. Hindari area di mana cairan bisa terperangkap lama dan menyebabkan jamur tumbuh,” kata Dr. Giuliano.

Jika mainan telah berada di gudang dalam waku lama, sebaiknya tidak digunakan lagi. Apabila mainan anak menunjukkan tanda bermasalah, seperti warna yang berubah, bau tidak sedap, dokter anak ini menyarankan Parents untuk membuangnya.

Mengingat bahwa mainan adalah benda yang sering digunakan anak dan tak jarang masuk ke mulutnya, maka membersihkannya secara rutin adalah hal yang wajib Parents lakukan demi menjaga kesehatan anak.

Semoga bermanfaat ya, Parents. 

Referensi: Cleve and Clinic

Baca juga:

Penelitian: Teether Ternyata Bisa Berbahaya Bagi Perkembangan Bayi

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Bayi Kesehatan